alexametrics

Susul Singapura, Australia Kirim Dua Kapal Perang Bantu Cari KRI Nanggala

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Susul Singapura, Australia Kirim Dua Kapal Perang Bantu Cari KRI Nanggala
KRI Karel Satsuitubun 356 bersiap sandar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (22/4/2021). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Kapal HMAS Ballarat dan Sirius diperkirakan akan tiba di Indonesia pada Jumat malam.

Suara.com - Australia akan mengirimkan dua kapal perang untuk membantu Indonesia mencari KRI Nanggala-402 yang hilang kontak sejak Rabu (21/4).

Menyadur Sydney Morning Herald, Jumat (23/4/2021) dua kapal Australia yakni HMAS Ballarat dan Sirius diperkirakan akan tiba di Indonesia pada Jumat malam.

KRI Nanggalan-402 hilang kontak pada pukul 03.00 pagi saat melakukan latihan penembakan torpedo di sekitar pulau Bali.

Ballarat, kapal fregat kelas Anzac Australia memiliki kemampuan sonar dan helikopter, menurut Departemen Pertahanan Australia.

Baca Juga: Eks Kepala Kamar Mesin Bicara Dugaan KRI Nanggala Bocor Hingga Hilang

Sedangkan kapal pendukung Sirius "dapat mengisi kapal dengan bahan bakar, air, dan penyimpanan pada siang dan malam".

TNI Al memperkirakan KRI Nanggala-402 jatuh ke kedalaman antara 600 dan 700 meter dan ditemukannya tumpahan minyak mungkin mengindikasikan ada kerusakan di tangki bahan bakar.

Menurut laporan Associated Press, mengutip seorang pejabat dari Daewoo Shipbuilding Korea Selatan mengatakan kapal selam itu akan hancur jika di kedalaman lebih dari 200 meter.

Laksamana Muda Angkatan Laut Australia Mark Hammond mengatakan Angkatan Pertahanan Australia berdiri bersama pada saat yang sulit ini.

"Pikiran saya bersama kapal selam KRI Nanggala, keluarganya, dan rakyat Indonesia. Kedua kapal Australia ini akan membantu memperluas area pencarian dan memperpanjang durasi upaya pencarian." ujar Mark Hammod.

Baca Juga: Pakar Militer Internasional: Hilangnya KRI Nanggala Pukulan Bagi Indonesia

Angkatan Laut India juga mengumumkan akan membantu dalam pencarian KRI Nanggalan-402 dengan mengirimkan kapal pencari dan penyelamat.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS James Kirby mengatakan AS "sangat sedih dengan berita kapal selam Indonesia yang hilang".

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin akan berbicara dengan Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto pada hari Sabtu untuk membahas lebih lanjut bantuan Amerika.

"Atas undangan pemerintah Indonesia, kami mengirimkan aset udara untuk membantu pencarian kapal selam yang hilang," kata Kirby.

Menurut sebuah sumber, militer Amerika Serikat akan mengirim pesawat pengintai P-8 Poseidon ke zona pencarian.

Sebelumnya, Singapura juga sudah mengirimkan kapal penyelamat khusus, MV Swift Rescue untuk membantu pencarian KRI Nanggala-402.

Komentar