KKB Papua Dicap Teroris, DPR: Ada Konsekuensi Hukum dan Politik

Iwan Supriyatna, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 01 Mei 2021 | 13:42 WIB
KKB Papua Dicap Teroris, DPR: Ada Konsekuensi Hukum dan Politik
Ilustrasi-TPNPB di Papua Barat mengklaim menewaskan 5 anggota TNI dalam kontak senjata selama dua hari. [Ist]

Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari menyampaikan keputusan Pemerintah menetapkan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) sebagai sebagai organisasi teroris memiliki konsekuensi hukum dan politik untuk penanganan masalah konflik Papua ke depan.

"Ada konsekuensi hukum dan politik terhadap masing-masing penggunaan istilah yang diberikan," kata Taufik kepada wartawan, Sabtu (1/5/2021).

Ia menjelaskan, bahwa pilihan penyebutan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bertujuan mendomestifikasi penanganan hukum terhadap gerakan bersenjata tersebut.

Sebab, jika disebut sebagai pemberontak maka pada level tertentu gerakan bersenjata ini dapat melakukan diplomasi untuk memperoleh status subyek hukum internasional.

"Saya melihat penyebutan pemberontak ini dihindari oleh pemerintah, karena pemerintah khawatir akan menghadapi kesulitan diplomasi apabila gerakan ini sampai diakui sebagai belligerent, meskipun sebenarnya tidak mudah mendapatkan status tersebut. Oleh karena itu penyebutan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dalam konteks ini dapat dikatakan lebih strategis bagi pemerintah," tuturnya.

Lebih lanjut, Taufik mengatakan, dirinya memahami keputusan ini diambil pemerintah karena kerap kali TPNPB-OPM melakukan tindak kekerasan dan pembunuhan terhadap masyarakat sipil sehingga menimbulkan teror dan ketakutan.

Namun ia mengkhawatirkan pelabelan teroris ini justru akan menyulitkan pemisahan antara kombatan dengan masyarakat sipil dalam penanganannya.

"Jangan sampai ada stigma rasial yang muncul atau dimunculkan kelompok tertentu terhadap upaya menangani konflik ini, karena itulah prinsip kehati-hatian dan humanis tetap harus dikedepankan," tuturnya.

"Saya berharap agar Polisi dan TNI selalu bertindak profesional, berpedoman kepada hukum dan HAM serta berhati-hati dan cermat dalam menggunakan senjata agar tidak ada korban sipil yang terdampak. Di sisi lain, pemerintah tetap harus menggunakan pendekatan dialog yang humanis dengan masyarakat Papua," sambungnya.

baca juga

Cap Teroris

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan kelompok kriminal bersenjata atau KKB yang melakukan kekerasan di Papua dikategorikan sebagai teroris.

Kelompok sipil bersenjata di Papua dikategorikan sebagai teroris, kata Mahfud, berdasarkan ketentuan UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Bukan Munarman, Fadli Zon: Kita Tahu Siapa yang Disebut Teroris

Sebut Bukan Munarman, Fadli Zon: Kita Tahu Siapa yang Disebut Teroris

Hits | Sabtu, 01 Mei 2021 | 12:15 WIB

PGI Minta Pemerintah Hati-hati Tangani KKB Papua Setelah Dilabeli Teroris

PGI Minta Pemerintah Hati-hati Tangani KKB Papua Setelah Dilabeli Teroris

Malang | Sabtu, 01 Mei 2021 | 09:58 WIB

Label Teroris Bisa Membunuh Warga Asli Papua di Bumi Cendrawasih

Label Teroris Bisa Membunuh Warga Asli Papua di Bumi Cendrawasih

News | Sabtu, 01 Mei 2021 | 05:24 WIB

Terkini

Eks Bangunan Liar Disulap Jadi Kawasan Hijau, Ribuan Pohon Ditanam di Sepanjang Bantaran Kali

Eks Bangunan Liar Disulap Jadi Kawasan Hijau, Ribuan Pohon Ditanam di Sepanjang Bantaran Kali

Bekaci | Rabu, 09 September 2026 | 12:07 WIB

Serangan Zionis Israel di Lebanon Tewaskan Belasan Orang

Serangan Zionis Israel di Lebanon Tewaskan Belasan Orang

Video | Rabu, 09 September 2026 | 12:00 WIB

Cinta Tak Cukup, Uang Panai Menanti: Ambisi Menikah dalam Menuju Pelaminan

Cinta Tak Cukup, Uang Panai Menanti: Ambisi Menikah dalam Menuju Pelaminan

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 12:00 WIB

Heran Izin Persija vs Persib di Stadion GBK Belum Turun, Shin Tae-yong: Bukankah Itu Mengganggu?

Heran Izin Persija vs Persib di Stadion GBK Belum Turun, Shin Tae-yong: Bukankah Itu Mengganggu?

Bola | Rabu, 09 September 2026 | 11:58 WIB

Rakyat Simpan Emas di Bawah Bantal, Konglomerat Simpan Aset di Luar Negeri

Rakyat Simpan Emas di Bawah Bantal, Konglomerat Simpan Aset di Luar Negeri

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 11:56 WIB

Tayang di Netflix, Why Did I Get Married Again? Soroti Lika-liku Pernikahan

Tayang di Netflix, Why Did I Get Married Again? Soroti Lika-liku Pernikahan

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 11:50 WIB

Apa Manfaat Sheet Mask untuk Kulit Kering? Ini 3 Rekomendasinya yang Melembapkan

Apa Manfaat Sheet Mask untuk Kulit Kering? Ini 3 Rekomendasinya yang Melembapkan

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 11:50 WIB

Seruan Boikot Adidas Meluas Usai Promosi Sepatu Gandeng Mantan Tentara Israel

Seruan Boikot Adidas Meluas Usai Promosi Sepatu Gandeng Mantan Tentara Israel

News | Rabu, 09 September 2026 | 11:49 WIB

Lima Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Kerahkan Dukungan dan Kawal Pencarian

Lima Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Kerahkan Dukungan dan Kawal Pencarian

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 11:45 WIB

4 Petugas Tumbang di Tengah Pemadaman Karhutla Muara Badak

4 Petugas Tumbang di Tengah Pemadaman Karhutla Muara Badak

Kaltim | Rabu, 09 September 2026 | 11:45 WIB

×