Seruan Boikot Adidas Meluas Usai Promosi Sepatu Gandeng Mantan Tentara Israel

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 09 September 2026 | 11:49 WIB
Seruan Boikot Adidas Meluas Usai Promosi Sepatu Gandeng Mantan Tentara Israel
Seruan boikot global terhadap Adidas meluas setelah mempromosikan mantan tentara Israel dalam kampanye terbarunya. (Al Jazeera)
baca 10 detik

 

  • Adidas menghadapi seruan boikot global karena menampilkan mantan tentara Israel dalam iklan terbarunya.

  • Kampanye promosi sepatu tunggal ini dinilai melukai korban amputasi warga sipil di Gaza.

  • Tokoh dunia dan aktivis mengecam tindakan Adidas yang dianggap menormalisasi pelanggaran hak asasi.

Suara.com - Raksasa perlengkapan olahraga Adidas menghadapi gelombang protes dan seruan boikot global akibat menampilkan mantan prajurit militer Israel dalam promosi layanan sepatu tunggal bagi penyandang amputasi. Keputusan merek ternama ini memicu kemarahan publik di tengah penderitaan ribuan warga Palestina di Gaza yang kehilangan anggota tubuh akibat serangan militer.

Langkah pemasaran ini menghadirkan kenyataan kontras yang dinilai sangat melukai perasaan para korban kejahatan perang. Saat mantan prajurit Israel digambarkan kembali berlari dengan produk premium, warga Gaza justru kesulitan mengakses alat bantu jalan akibat blokade ketat.

Protes keras yang bermunculan di berbagai belahan dunia membuktikan bahwa masyarakat internasional semakin kritis terhadap narasi korporat yang mengabaikan krisis kemanusiaan. Adidas dinilai tidak sensitif karena memberi panggung pada figur yang terlibat langsung dalam pertempuran.

Anak-anak pengungsian di Gaza mengalami gangguan kesehatan tulang serius akibat rutinitas harian mengangkut air bersih. (Al Jazera)
Anak-anak pengungsian di Gaza mengalami gangguan kesehatan tulang serius akibat rutinitas harian mengangkut air bersih. (Al Jazera)

Promosi produk Adidas tersebut memperlihatkan Shalev Biton, mantan tentara Israel yang kehilangan kakinya pada konflik Gaza tahun 2021, sedang mencoba sepatu lalu berlari di area terbuka. Tindakan memamerkan prajurit yang terluka saat menyerang Gaza dinilai sebagai bentuk penghinaan terbuka terhadap korban warga sipil Palestina.

Aktivis hak asasi manusia dan koordinator gerakan boikot menegaskan bahwa reaksi keras publik terhadap Adidas merupakan konsekuensi langsung dari tindakan perusahaan yang mengabaikan penderitaan rakyat Palestina.

“Ini bukan sekadar sikap Adidas yang tidak peka atau kurang memiliki empati; ini adalah penghinaan nyata terhadap warga Palestina yang telah kehilangan orang-orang terkasih akibat pembunuhan oleh Israel, serta mereka yang kehilangan anggota tubuh [akibat serangan Israel],” ujar Stephanie Westbrook, koordinator kampanye boikot olahraga untuk Palestinian Campaign for the Academic and Cultural Boycott of Israel (PACBI), dikutip dari Al Jazeera.

Penggunaan identitas prajurit Israel dalam materi pemasaran komersial dinilai mengaburkan rekam jejak pelanggaran HAM dan pendudukan wilayah secara ilegal. Langkah ini dinilai berisiko menormalisasi tindakan kekerasan militer di mata masyarakat global.

“Di sini kita melihat kampanye Adidas yang menampilkan seorang tentara Israel—yang seluruh identitasnya berpusat pada statusnya sebagai tentara—yang kehilangan kakinya saat berpartisipasi dalam salah satu serangan berulang Israel terhadap Gaza, serta bertugas dalam militer sebuah negara yang saat ini sedang melakukan genosida, menjalankan pendudukan militer ilegal atas wilayah Palestina, dan menerapkan aturan apartheid terhadap warga Palestina selama berpuluh-puluh tahun,” tegas Westbrook.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Adidas belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan konfirmasi yang diajukan.

baca juga

Sejumlah tokoh ternama dunia turut menyerukan gerakan boikot terhadap produk olahraga tersebut melalui media sosial. Aktor asal Spanyol Javier Bardem, penulis Palestina-Amerika Susan Abulhawa, dan penulis asal Pakistan Fatima Bhutto secara terbuka menyuarakan penolakan mereka.

Gelombang penolakan ini berbanding terbalik dengan kehancuran fasilitas olahraga di Gaza yang telah menewaskan lebih dari seribu atlet Palestina. Banyak pesepak bola muda Palestina yang kehilangan kaki kini berjuang membentuk tim sepak bola penyandang amputasi di tengah puing-puing bangunan.

Blokade militer yang melumpuhkan masuknya bantuan medis membuat pasokan kaki palsu dan obat-obatan tidak dapat menjangkau para korban di Gaza. Rumah sakit yang hancur total membuat proses rehabilitasi fisik bagi para penyandang amputasi hampir mustahil dilakukan.

“Pengepungan ala abad pertengahan itu bahkan menghalangi masuknya kaki atau tangan palsu ke Gaza, sehingga menciptakan kelangkaan akibat ulah manusia ini,” tambah Westbrook.

Kondisi tersebut memperparah krisis kesehatan bagi ribuan warga sipil yang membutuhkan perawatan darurat berjangka panjang. Anak-anak menjadi kelompok paling rentan yang paling terdampak oleh krisis medis buatan manusia ini.

Sebagai informasi latar belakang, Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) mencatat antara 5.000 hingga 6.000 warga Gaza mengalami amputasi hingga awal Oktober 2025. Jumlah tersebut merupakan bagian dari 42.000 warga Palestina di Gaza yang menderita cedera permanen akibat konflik berkepanjangan.

Data dari International Rescue Committee menunjukkan bahwa anak-anak menyumbang seperempat dari total kasus amputasi di Gaza, menjadikan kawasan ini memiliki rasio anak amputasi tertinggi di dunia. Sementara itu, UNICEF melaporkan bahwa dari total 42.000 korban cedera berat sejak Oktober 2023, sebanyak 11.000 di antaranya adalah anak-anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem, Panas Pemblokiran Impor Barang Permukiman Ilegal

Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem, Panas Pemblokiran Impor Barang Permukiman Ilegal

News | Rabu, 09 September 2026 | 10:11 WIB

5 Warga Palestina Tewas Diserang Israel di Jalur Gaza, 30 Lainnya Luka Parah

5 Warga Palestina Tewas Diserang Israel di Jalur Gaza, 30 Lainnya Luka Parah

News | Selasa, 08 September 2026 | 10:53 WIB

Korban Tewas di Gaza Tembus 73.651 Orang

Korban Tewas di Gaza Tembus 73.651 Orang

News | Minggu, 06 September 2026 | 19:34 WIB

Terkini

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×