CEK FAKTA: Pendiri OPM Nicholas Youwe Sebut Veronica Koman Provokator?

Reza Gunadha, Hernawan

Senin, 10 Mei 2021 | 12:59 WIB
CEK FAKTA: Pendiri OPM Nicholas Youwe Sebut Veronica Koman Provokator?
Veronica Koman, pengacara sekaligus aktivis HAM yang kekinian diburu Polri dan pemerintah Indonesia. [SBS News]

Suara.com - Beredar pemberitaan yang mengklaim salah satu tokoh senior pendiri Organisasi Papua Merdeka (OPM), Nicholas Youwe menyindir aktivis Veronica Koman sebagai sosok provokator dan pengecut.

Dalam klaim itu, Nicholas Youwe digambarkan seolah mengatakan bahwa Veronica Koman tidak berhak untuk berbicara masalah Papua. Sebab, Veronica Koman bukan orang Papua dan tidak lebih dari seorang provokator.

Nicholas Youwe diklaim menyatakan hal itu dalam diskusi virtual bertajuk Memahami Papua, serta Upaya Penyelesaian Secara Kolaboratif dan Holistik baru-baru ini.

Tokoh OPM tersebut juga diwartakan seolah memberi pesan agar Veronica Koman tidak lagi mencampuri urusan Papua karena dia hanya seorang provokator dan pengecut yang bersembunyi di Australia.

Lalu benarkah klaim tersebut?

PENJELASAN

Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Suara.com, klaim yang menyebut Nicholas Youwe menyindir aktivis Veronica Koman sebagai sosok provokator dan pengecut tidak benar.

Veronica Koman sendiri mempertanyakan asal-usul sumber pernyataan tersebut. Pasalnya, Nicholas Youwe telah meninggal dunia sejak 2017 silam.

Melalui akun Twitter miliknya, Veronica Koman menyindir oknum wartawan tersebut dengan mengucapkan terima kasih atas dedikasinya yang telah mewawancarai Nicholas Youwe hingga ke dalam kubur.

baca juga

Dalam kicauannya, dia turut menyertakan beberapa tangkapan layar artikel media online yang tayang pada Sabtu (8/5) kemarin dengan masing-masing berjudul: 'Pendiri OPM Nicholas Youwe: Veronica Koman, anda tak berhak berbicara masalah Papua', 'Pendiri OPM: Veronica Koman, Anda Tidak Lebih dari Seorang Provokator', 'Pendiri OPM Peringatkan Veronica Koman: Anda Provokator yang Pengecut!', dan 'Pendiri OPM: Veronica Koman A nda Provokator, Jangan Campuri Urusan Papua!'.

"Terima kasih atas dedikasi wartawan nasional yang turun ke alam kubur demi bisa wawancara Orang Papua," kicaunya seperti dikutip Suara.com.

Lebih lanjut, Veronica Koman menyarankan oknum wartawan tersebut untuk baiknya turun langsung meliputi konflik di Papua daripada jauh-jauh ke 'dalam kubur. Sekaligus menyindir untuk tidak asal menyertakan keterengan pers yang dirilis oleh TNI atau Polri.

"Tapi, agak kejauhan, tolong lain kali dimulai dari turun ke Papua dulu aja, biar ga cuma copas rilis TNI/Polri,"sindirnya.

KESIMPULAN

Dari penjelasan di atas, disimpulkan bahwa klaim yang menyebut Nicholas Youwe menyindir aktivis Veronica Koman sebagai sosok provokator dan pengecut tidak benar. Klaim itu masuk kategori Konten yang Menyesatkan.

Referensi

https://www.suara.com/news/2021/05/09/114540/veronica-koman-sindir-media-yang-kutip-pendiri-opm-wawancara-dalam-kubur

CEK FAKTA Benarkah Pendiri OPM Sebut Veronica Koman Provokator (suara.com).
CEK FAKTA Benarkah Pendiri OPM Sebut Veronica Koman Provokator (suara.com).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Veronica Koman Sindir Media yang Kutip Pendiri OPM: Wawancara dalam Kubur

Veronica Koman Sindir Media yang Kutip Pendiri OPM: Wawancara dalam Kubur

News | Minggu, 09 Mei 2021 | 11:45 WIB

CEK FAKTA: Megawati Pecat Ganjar Pranowo Usai Mesra dengan Anies Baswedan?

CEK FAKTA: Megawati Pecat Ganjar Pranowo Usai Mesra dengan Anies Baswedan?

News | Minggu, 09 Mei 2021 | 11:20 WIB

Tidak Paham Sikap Pemerintah untuk Papua, Romo Magnis: Itu Gawat

Tidak Paham Sikap Pemerintah untuk Papua, Romo Magnis: Itu Gawat

News | Sabtu, 08 Mei 2021 | 06:03 WIB

Terkini

Gugat Polisi dan Jaksa di Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo Jalani Sidang Praperadilan Hari Ini

Gugat Polisi dan Jaksa di Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo Jalani Sidang Praperadilan Hari Ini

News | Senin, 29 Juni 2026 | 09:02 WIB

Media Iran Terang-terangan Sebut Teheran Tak Punya Pilihan Perlu Bangun Senjata Nuklir

Media Iran Terang-terangan Sebut Teheran Tak Punya Pilihan Perlu Bangun Senjata Nuklir

News | Senin, 29 Juni 2026 | 08:38 WIB

Gambir Siaga! 1.045 Polisi Kawal Demo Mahasiswa Paniai dan Front Anti Militerisme

Gambir Siaga! 1.045 Polisi Kawal Demo Mahasiswa Paniai dan Front Anti Militerisme

News | Senin, 29 Juni 2026 | 08:36 WIB

Iran Serukan Negara Tetangga Blokir Pesawat Tempur Asing Demi Kedamaian di Timur Tengah

Iran Serukan Negara Tetangga Blokir Pesawat Tempur Asing Demi Kedamaian di Timur Tengah

News | Senin, 29 Juni 2026 | 08:21 WIB

Evakuasi Berjam-jam Pakai Alat Berat, Balita di Tebet Tewas Terperosok Lubang Proyek 4 Meter

Evakuasi Berjam-jam Pakai Alat Berat, Balita di Tebet Tewas Terperosok Lubang Proyek 4 Meter

News | Senin, 29 Juni 2026 | 08:09 WIB

Amerika: Perdamaian AS - Iran Tidak Batal, Meski Ada Baku Tembak

Amerika: Perdamaian AS - Iran Tidak Batal, Meski Ada Baku Tembak

News | Senin, 29 Juni 2026 | 07:45 WIB

Hari Ini! MK Putuskan Nasib UU Polri hingga Gugatan Peradilan Militer

Hari Ini! MK Putuskan Nasib UU Polri hingga Gugatan Peradilan Militer

News | Senin, 29 Juni 2026 | 07:39 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Perdamaian Iran - AS Terancam Batal Total

Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Perdamaian Iran - AS Terancam Batal Total

News | Senin, 29 Juni 2026 | 07:30 WIB

Anak Buah Donald Trump: Iran dan AS Akan Hentikan Serangan Sementara Waktu

Anak Buah Donald Trump: Iran dan AS Akan Hentikan Serangan Sementara Waktu

News | Senin, 29 Juni 2026 | 07:20 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Eropa Tewaskan 1000 Orang di Prancis Mayoritas Lansia

Gelombang Panas Ekstrem Eropa Tewaskan 1000 Orang di Prancis Mayoritas Lansia

News | Senin, 29 Juni 2026 | 07:00 WIB

×