facebook

RS Belum Jalankan Standar WHO, 189 Nakes di Kudus Positif Covid-19

Dwi Bowo Raharjo | Stephanus Aranditio
RS Belum Jalankan Standar WHO, 189 Nakes di Kudus Positif Covid-19
Ketua Tim Satgas COVID-19 Kecamatan Kaliwungu Satriyo Agus Himawan mendampingi tim medis yang melakukan tes usap tenggorokan (swab) antigen terhadap keluarga pemilik hajatan yang mengundang Dewi Persik di Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (25/5/2021) [ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif]

Telah terjadi peningkatan kasus positif 30 kali lipat dari 26 kasus menjadi 129 kasus dalam sepekan di Kabupaten Kudus, pasca libur Idul Fitri 1442.

Suara.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat sedikitnya 189 tenaga kesehatan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terpapar Covid-19. Manajemen rumah sakit harus diperbaiki.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan mereka terpapar karena banyak rumah sakit di Kudus yang belum sepenuhnya menerapkan standar kekarantinaan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk pasien Covid-19.

"Banyak tenaga kesehatan di sana yang menderita Covid-19 yaitu 189 orang dan rumah sakit yang belum menerapkan secara tegas zonasi merah kuning dan hijau, triase pasien Covid-19 dan non-covid, serta keluarga pasien," kata Wiku dalam jumpa pers virtual, Jumat (4/6/2021).

Satgas melihat ada beberapa pasien yang dirawat di IGD dengan status reaktif Covid-19 via test antigen masih didampingi oleh sanak keluarga.

Baca Juga: Evaluasi Penanganan Covid-19 di Sleman, Sekda: Komunikasi Semua Lini Kita Perbaiki

Padahal pasien tersebut seharusnya sudah diisolasi dan tidak boleh dijenguk atau didampingi oleh siapapun, kecuali hanya tenaga kesehatan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

"Masih ada pasien covid-19 di rumah sakit yang didampingi keluarga, keluar masuk rumah sakit tanpa skrining, pemda Kudus harus segera mengkonversi tempat tidur lain jadi tempat tidur pasien Covid-19," ucap Wiku.

Kasus Melonjak

Sebelumnya Wiku menyebut telah terjadi peningkatan kasus positif 30 kali lipat dari 26 kasus menjadi 129 kasus dalam sepekan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pasca libur Idul Fitri 1442 Hijriah.

Hal ini menyebabkan kasus aktif di kudus meroket menjadi 1.280 kasus atau 21,41 persen dari total kasus positifnya.

Baca Juga: Satgas Covid-19 Buleleng Bali Dampingi Warga Pancasari yang Gatal-gatal Usai Divaksin

Lonjakan kasus ini juga membuat angkat keterisian tempat tidur ruang isolasi di rumah sakit rujukan di Kudus penuh hingga 91,67 persen, dan ICU penuh 92,86 persen.

Menurut Satgas, lonjakan kasus di Kudus terjadi akibat ziarah makam dan tradisi masyarakat kupatan usai lebaran yang berkerumun tanpa menaati protokol kesehatan dengan baik.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar