Satgas Covid-19 Ubah Indikator Peta Zonasi Merah, Oranye, Kuning, dan Hijau

Agung Sandy Lesmana, Stephanus Aranditio

Jum'at, 18 Juni 2021 | 09:59 WIB
Satgas Covid-19 Ubah Indikator Peta Zonasi Merah, Oranye, Kuning, dan Hijau
Ilustrasi---Sejumlah warga mengantre untuk mendapatkan vaksin COVID-19 di MTs As-Syafiiyah, Cilangkap, Jakarta, Kamis (3/6/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melakukan penyesuaian terhadap indikasi zonasi peta risiko mulai minggu ini.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan penyesuaian ini akan menjadi alarm sedini mungkin dan memudahkan pemerintah daerah dalam memaksimalkan penanganan pandemi COVID-19.

"Perubahan ini dilakukan karena menyesuaikan dinamika perkembangan kondisi COVID-19  untuk mempertahankan keakuratan dalam pengambilan kebijakan terkait COVID-19," kata Wiku dalam jumpa pers virtual, Kamis (17/6/2021).

Aspek-aspek yang mengalami perubahan meliputi ambang insiden kumulatif kasus positif per 100 ribu penduduk, angka kematian kasus positif per 100 ribu penduduk, jumlah testing per 1000 penduduk, dan rata-rata keterpakaian ruang isolasi dalam 1 minggu terakhir.

Dari keempat klasifikasi tersebut, zona hijau tidak ada kasus baru memiliki perluasan arti yaitu tidak tercatat kasus positif, atau pernah tercatat kasus namun tidak ada penambahan kasus baru dalam 4 minggu terakhir dan angka kesembuhan lebih dari 95 persen.

Wiku menyebut perubahan ini dilakukan demi meningkatkan sensitivitas indikator yang ada agar pemda dapat lebih mudah memahami situasi daerahnya masing-masing lebih dini dan dapat melakukan langkah antisipasi lebih baik.

Oleh sebab itu, perkembangan berdasarkan penyesuaian indikator per 13 Juni 2021, jumlah daerah zona merah (risiko tinggi) naik dari 17 menjadi 29.

Zona oranye (risiko sedang) naik dari 331 menjadi 339 dan zona hijau tidak ada kasus baru naik dari 7 menjadi 24 kabupaten/kota.

Zona kuning (risiko rendah) turun dari 158 menjadi 121 kabupaten/kota, sementara zona hijau tidak terdampak tetap 1 kabupaten/kota.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Genting!!! Jakarta Diserbu 3 Virus COVID-19 Varian Baru, 33 Orang Terinveksi

Genting!!! Jakarta Diserbu 3 Virus COVID-19 Varian Baru, 33 Orang Terinveksi

Jakarta | Jum'at, 18 Juni 2021 | 09:58 WIB

Dilanda Perang, Afganistan Kesulitan Tangani Pandemi COVID-19

Dilanda Perang, Afganistan Kesulitan Tangani Pandemi COVID-19

Health | Jum'at, 18 Juni 2021 | 09:57 WIB

Dalam 17 Hari, 89 Warga Kepri Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Dalam 17 Hari, 89 Warga Kepri Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Batam | Jum'at, 18 Juni 2021 | 09:49 WIB

Update Pasien Covid-19 RSD Wisma Atlet: Sisa Kuota Tempat Tidur Tak Sampai 25 Persen

Update Pasien Covid-19 RSD Wisma Atlet: Sisa Kuota Tempat Tidur Tak Sampai 25 Persen

News | Jum'at, 18 Juni 2021 | 09:42 WIB

Terkini

KPK Sita Duit Rp3,3 Miliar dan Emas Ratusan Gram di OTT BNPB

KPK Sita Duit Rp3,3 Miliar dan Emas Ratusan Gram di OTT BNPB

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:28 WIB

KPK Ungkap OTT di BNPB Berkaitan dengan Penyalahgunaan Dana Siap Pakai

KPK Ungkap OTT di BNPB Berkaitan dengan Penyalahgunaan Dana Siap Pakai

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Bagaimana Cara Mematikan Auto Translate Grok di X? Begini Langkah Mudahnya

Bagaimana Cara Mematikan Auto Translate Grok di X? Begini Langkah Mudahnya

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Mengenal Cyanotype, Teknik Fotografi Klasik dari Daun dan Sinar Matahari

Mengenal Cyanotype, Teknik Fotografi Klasik dari Daun dan Sinar Matahari

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:23 WIB

Mie Ayam: Comfort Food Pelampiasan Lelah Kerja Kaum Mendang-Mending Sehabis Gajian

Mie Ayam: Comfort Food Pelampiasan Lelah Kerja Kaum Mendang-Mending Sehabis Gajian

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:21 WIB

Respons Kapolri Suyudi soal Instruksi Prabowo Latih 70.000 Polisi Hutan

Respons Kapolri Suyudi soal Instruksi Prabowo Latih 70.000 Polisi Hutan

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:20 WIB

OTT BNPB, Adik Kepala BNPB Suharyanto Jadi Satu dari Lima Tersangka

OTT BNPB, Adik Kepala BNPB Suharyanto Jadi Satu dari Lima Tersangka

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:19 WIB

7 Produk Solusi Organic Renewage Martha Tilaar yang Bikin Kulit Kencang di Usia 40 Tahun

7 Produk Solusi Organic Renewage Martha Tilaar yang Bikin Kulit Kencang di Usia 40 Tahun

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:17 WIB

Blackout Batam, Bahlil Ungkap Dugaan Penyebab dan Buka Opsi Kompensasi

Blackout Batam, Bahlil Ungkap Dugaan Penyebab dan Buka Opsi Kompensasi

Batam | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:16 WIB

Mengapa Ojol Harus Jadi Transportasi Umum

Mengapa Ojol Harus Jadi Transportasi Umum

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:15 WIB

×