Darurat Covid-19, PERSI Minta Produsen Percepat Distribusi Oksigen ke Rumah Sakit

Chandra Iswinarno, Stephanus Aranditio

Jum'at, 25 Juni 2021 | 16:40 WIB
Darurat Covid-19, PERSI Minta Produsen Percepat Distribusi Oksigen ke Rumah Sakit
Pekerja mengisi ulang tabung oksigen yang dibawa pelanggan di depot pengisian oksigen, Manggarai, Jakarta, Selasa (22/6/2021). [Suara.com/Dian Latifah

Suara.com - Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Dr dr Lia G Partakusuma mengungkapkan beberapa rumah sakit mulai kekurangan stok oksigen untuk menangani lonjakan pasien Covid-19.

Lia bahkan menyebut, beberapa rumah sakit yang mengeluhkan kekurangan oksigen mulai terjadi di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Lantaran itu, produsen diminta percepat pengiriman oksigen ke rumah sakit.

"Oksigen harus ada penambahan, misalnya kita hari ini punya 10 tabung oksigen, biasanya kalau rumah sakit besar kan ada oksigen yang besar yang masuk di outlet dan ada juga yang cadangan yang bisa didorong-dorong," kata Lia dalam jumpa pers virtual, Jumat (25/6/2021)

Menurutnya perlu penambahan tabung oksigen portable sebab lonjakan pasien saat ini sudah dirawat di lorong-lorong rumah sakit yang jauh dari oksigen sentral.

"Sekarang ini karena pasien banyak kita minta setiap hari. Nah, itu yang menyebabkan agak sempat seperti sudah agak kekurangan, tapi bagus sekali dalam waktu dua hari ini kami mendapatkan respons baik, terutama yang kemarin banyak kekurangan itu di daerah Jawa Tengah dan Yogya," ucapnya.

Sementara, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut stok tabung oksigen medis di Indonesia untuk mengatasi lonjakan pandemi Covid-19 masih cukup secara nasional.

Budi mengatakan, selama ini perusahaan oksigen sudah berkomitmen mengerahkan semua produksi oksigennya untuk penanganan Covid-19, jatah oksigen untuk industri mulai dikurangi.

Sebelumnya, perusahaan oksigen lokal ini memproduksi oksigen untuk industri 75 persen, dan hanya 25 persen yang untuk oksigen medis.

"Jadi ada satu perusahaan oksigen lokal yang memproduksi hampir 90 persen untuk rumah sakit," kata Budi dalam jumpa pers virtual, Jumat (25/6/2021).

baca juga

Terkait masalah kelangkaan oksigen medis di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta beberapa hari lalu, Budi menyebut hal itu disebabkan karena pabriknya mengalami masalah mati listrik.

"Karena aliran listrik terganggu sebentar, mesinnya butuh waktu untuk startup kembali," jelasnya.

Selanjutnya, dia meminta PLN untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satgas Covid-19 Balikpapan Jamin Stok Tabung Oksigen Masih Aman

Satgas Covid-19 Balikpapan Jamin Stok Tabung Oksigen Masih Aman

Kaltim | Jum'at, 25 Juni 2021 | 16:26 WIB

Kasus Covid-19 di Pantura Melonjak, Permintaan Oksigen di Tegal Raya Meningkat

Kasus Covid-19 di Pantura Melonjak, Permintaan Oksigen di Tegal Raya Meningkat

Jawa Tengah | Jum'at, 25 Juni 2021 | 16:16 WIB

Heboh Isu Stok Tabung Oksigen Menipis di Masa Darurat Covid, Ini Jawaban Menkes

Heboh Isu Stok Tabung Oksigen Menipis di Masa Darurat Covid, Ini Jawaban Menkes

News | Jum'at, 25 Juni 2021 | 12:45 WIB

Terkini

Ramainya Bisnis Kuliner Jadi Peluang Perbankan Perluas Transaksi Digital

Ramainya Bisnis Kuliner Jadi Peluang Perbankan Perluas Transaksi Digital

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:22 WIB

Laut Itu Terlalu Luas, Ketika Anak-anak Firdaus Wajidi Menatap Titik Terakhir Sang Ayah Berkarya

Laut Itu Terlalu Luas, Ketika Anak-anak Firdaus Wajidi Menatap Titik Terakhir Sang Ayah Berkarya

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:22 WIB

PM2.5 Turun Usai Dry Ice Diuji, Kabut Asap Palembang Masih Berbahaya Hari Ini

PM2.5 Turun Usai Dry Ice Diuji, Kabut Asap Palembang Masih Berbahaya Hari Ini

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Dari Kode Kupon Menjadi Mitra Hemat: BARAKATALAN Menghubungkan Pembeli Online dengan Peluang Hemat

Dari Kode Kupon Menjadi Mitra Hemat: BARAKATALAN Menghubungkan Pembeli Online dengan Peluang Hemat

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:19 WIB

Dana Darurat untuk Karhutla Kalimantan hingga Banjir Aceh-Sumatera Diduga Jadi Bancakan Oknum BNPB

Dana Darurat untuk Karhutla Kalimantan hingga Banjir Aceh-Sumatera Diduga Jadi Bancakan Oknum BNPB

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Rilis 9 November! NCT Dream Siap Comeback Lewat Album Dream After Dream

Rilis 9 November! NCT Dream Siap Comeback Lewat Album Dream After Dream

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Royal Enfield Meluncurkan Hypershift Classic 650 Edisi Peringatan 125 Tahun

Royal Enfield Meluncurkan Hypershift Classic 650 Edisi Peringatan 125 Tahun

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Bikin Rugi Negara, Pemerintah Didesak Pembangunan 3 PLTU di Sumatra

Bikin Rugi Negara, Pemerintah Didesak Pembangunan 3 PLTU di Sumatra

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:13 WIB

IHSG Anjlok, Wamen Drajad Tuding MSCI Tak Selalu Benar

IHSG Anjlok, Wamen Drajad Tuding MSCI Tak Selalu Benar

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:11 WIB

Urutan Skincare Pagi Wardah agar Wajah Awet Muda dan Cerah di Usia 45 Tahun

Urutan Skincare Pagi Wardah agar Wajah Awet Muda dan Cerah di Usia 45 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:07 WIB

×