Sempat Jadi yang Pertama Diterpa Tsunami Covid-19 di Eropa, Italia Kini Sudah Bebas Masker

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 29 Juni 2021 | 19:17 WIB
Sempat Jadi yang Pertama Diterpa Tsunami Covid-19 di Eropa, Italia Kini Sudah Bebas Masker
Sejumlah warga di Roma, Italia, kembali beraktivitas setelah pemerintah setempat melonggarkan aturan lockdown, Senin (4/5/2020). [AFP/Vincenzo Pinto]

Suara.com - Italia menjadi negara di Eropa pertama yang mencabut aturan wajib pakai masker setelah otoritas menganggap kasus Covid-19 menurun dan menjadi zona hijau.

Mulai hari Senin (28/6), menyadur Daily Sabah, otoritas mencabut aturan wajib masker di luar ruangan setelah seluruh wilayah negara tersebut masuk dalam zona "berisiko rendah" Covid-19.

Kementerian Kesehatan Italia untuk pertama kalinya mengklasifikasikan 20 wilayah Italia sebagai zona "putih", yang berarti memiliki risiko paling rendah.

"Ini semacam melegakan karena sangat panas," kata warga lokal Salvatore Casuccio kepada Agence France-Presse (AFP) di Roma tengah.

Namun, masih banyak warga yang keluar yang mengenakan masker hingga Senin (28/6), baik karena kebiasaan atau kekhawatiran akan Covid-19.

Giulia, seorang penduduk Roma, masih mengenakan masker, begitu pula ibunya. "Kami masih prihatin dengan situasi ini. Ini belum berakhir," katanya.

Simbol Krisis

Sebelum mencapai kondisi saat ini, Italia pernah menjadi simbol krisis Covid-19 di Barat. Negara itu menjadi yang pertama terjangkit virus tersebut dan paling parah.

Pada awal pandemi melanda negara tersebut, beredar foto yang memperlihatkan truk tentara mengangkut peti mati dari kamar mayat di kota utara Bergamo.

baca juga

Wilayah Lombardy di sekitar Milan juga sempat menjadi pusat pandemi virus Covid-19 di Eropa, dengan 67 persen kematian dari total kasus pada saat itu.

Pada Maret 2020, tepatnya satu bulan setelah diterpa pandemi Covid-19, kasus kematian di Italia sudah melebihi angkat 10.000 kasus.

Di bulan yang sama, Italia juga sempat mencatatkan kasus 889 kasus kematian hanya dalam 24 jam, menjadi yang terburuk pada saat awal pandemi di benua biru.

Italia juga sempat menduduki peringkat kedua dengan jumlah kasus Covid-19 mencapai 92.000 pada bulan Maret 2020. Negara tersebut juga sempat mencatat lonjakan 6.000 kasus hanya dalam satu bulan.

Pemerintah Italia kemudian menerapkan aturan pembatasan wilayah atau lockdown total yang kemudian berdampak pada segala sektor di negara tersebut.

Lockdown Total

Pemerintah Italia menutup seluruh wilayahnya sejak 10 Maret sampai 3 April demi menekan penyebaran virus corona Covid-19.

Perdana Menteri Mette Frederiksen mengatakan semua siswa sekolah dan Universitas dipulangkan ke rumah. Selain itu, semua fasilitas penitipan anak akan ditutup pada Senin depan.

Saat menyambut bulan-bulan Natal dan Tahun Baru, Italia juga tak ragu untuk menutup negaranya demi mengekang penyebaran virus.

Setelah berbulan-bulan pembatasan stop-start, langkah-langkah virus corona telah dilonggarkan secara bertahap sejak akhir April.

Waspada Varian Delta

Menteri Kesehatan Roberto Speranza mendesak orang Italia untuk waspada karena varian delta, yang menyebabkan malapetaka di banyak negara.

"Kehati-hatian dan kehati-hatian tetap diperlukan, terutama karena adanya varian baru," tulis Speranza, usai menandatangani ordonansi, Sabtu.

"Pertempuran belum dimenangkan," desaknya.

Sepertiga penduduk Italia di atas usia 12 tahun telah divaksinasi penuh hingga Senin (28/6) atau 17,8 juta orang, menurut pemerintah.

Selain tak wajib pakai masker, turis dari Uni Eropa, Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang kembali setelah pemerintah menghapus persyaratan karantina.

Di Italia, lebih dari 127.000 orang telah meninggal karena komplikasi terkait COVID-19, sementara lebih dari 4 juta orang telah terinfeksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IDI Murka Usai Bupati Banjarnegara Tuding Rumah Sakit 'Jualan' Covid-19

IDI Murka Usai Bupati Banjarnegara Tuding Rumah Sakit 'Jualan' Covid-19

Jawa Tengah | Selasa, 29 Juni 2021 | 19:04 WIB

Klaster Hajatan di Malang Mengganas, 56 Warga Positif Covid-19 dan Seorang Meninggal

Klaster Hajatan di Malang Mengganas, 56 Warga Positif Covid-19 dan Seorang Meninggal

Malang | Selasa, 29 Juni 2021 | 19:03 WIB

Butuh Banyak untuk Pasien Covid-19, Anies Minta Borong Tabung Oksigen dari Pabriknya

Butuh Banyak untuk Pasien Covid-19, Anies Minta Borong Tabung Oksigen dari Pabriknya

News | Selasa, 29 Juni 2021 | 19:01 WIB

Terkini

Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4

Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:30 WIB

Dishub DKI Siapkan Shelter hingga Relaksasi Parkir bagi Ojek Online

Dishub DKI Siapkan Shelter hingga Relaksasi Parkir bagi Ojek Online

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:28 WIB

Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh

Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:46 WIB

Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi

Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:35 WIB

Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!

Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:26 WIB

Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi

Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:18 WIB

Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga

Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:12 WIB

Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya

Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:10 WIB

KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'

KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:05 WIB

Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!

Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:04 WIB

×