alexametrics

Penampakan Mengerikan Banjir Besar di China Tewaskan 25 Orang

Bangun Santoso
Penampakan Mengerikan Banjir Besar di China Tewaskan 25 Orang
Penampakan banjir besar di China pada Agustus 2020 lalu. (Foto: AFP)

Banjir besar di China juga menggenangi kereta bawah tanah hingga menewaskan sejumlah orang

Suara.com - Usai banjir besar melanda sejumlah negara di Eropa, kini peristiwa sama juga melanda China. Setidaknya 25 orang dilaporkan tewas di Provinsi Henan, China tengah akibat banjir tersebut.

Dilansir dari VOA Indonesia, Rabu (22/7/2021), banjir besar di China dipicu hujan lebat yang terus turun berhari-hari.

Akibat hujan lebat itu, air menggenangi jalan-jalan di seluruh ibu kota provinsi itu, Zhengzhou, membuat pengendara terdampar. Mereka terpaksa menempuh banjir setinggi pinggang yang menenggelamkan atau menghanyutkan banyak mobil.

Banjir juga menggenangi kereta bawah tanah kota.

Baca Juga: Mengerikan! Video Kondisi Kereta Bawah Tanah di Henan yang Terendam Banjir

Sejumlah warga menyaksikan kendaraan bergelimpangan usai banjir melanda China Juli 2021. (Foto: AFP)
Sejumlah warga menyaksikan kendaraan bergelimpangan usai banjir melanda China Juli 2021. (Foto: AFP)

Pengendara mengunggah video di media sosial, tampak sedang menunggu diselamatkan dari banjir berlumpur setinggi pinggang. Seorang penumpang memposting di Weibo bahwa “air dalam kereta telah mencapai setinggi dada.”

12 orang tewas dan lebih dari 500 diselamatkan setelah terowongan kereta bawah tanah kebanjiran, media pemerintah melaporkan. Air di puluhan waduk dan bendungan sudah berada pada titik kritis. Pihak berwenang telah mengevakuasi 100.000 penduduk ke zona aman.

Sejumlah tim resque menyiapkan peralatan untuk menolong korban banjir China, Juli 2021. (Foto: AFP)
Sejumlah tim resque menyiapkan peralatan untuk menolong korban banjir China, Juli 2021. (Foto: AFP)

Provinsi Henan, dengan sekitar 94 juta penduduk, mengalami hujan lebat selama seminggu ini. Para peramal cuaca mengatakan Zhengzhou mendapat curah hujan dalam setahun hanya dalam tiga hari. (Sumber: VOA Indonesia)

Komentar