alexametrics

Sejumlah RS di Thailand Kewalahan Tangani Lonjakan Kasus Covid-19, Banyak RS Tutup

Dwi Bowo Raharjo
Sejumlah RS di Thailand Kewalahan Tangani Lonjakan Kasus Covid-19, Banyak RS Tutup
Petugas kesehatan masyarakat membawa tes swab penyakit virus korona (COVID-19) kepada warga yang tinggal di daerah terpencil, di tengah naiknya jumlah infeksi penyakit virus corona, di Samut Prakan, dekat Bangkok, Thailand, Senin (19/7/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Soe Zeya Tun/hp/cfo (REUTERS/SOE ZEYA TUN

Pemerintah setempat juga telah mengalihfungsikan fasilitas-fasilitas publik di Bangkok menjadi rumah sakit sementara.

Suara.com - Sejumlah rumah sakit di Thailand disebut kewalahan tangani lonjakan kasus Covid-19. Berdasrkan laporan pejabat kesehatan di negara pada Kamis (29/7/2021), angka infeksi yang mencapai rekor tertinggi untuk keempat kalinya pada pekan ini.

Thailand diketahui dalam beberapa bulan telah berjuang melawan penyebaran virus corona yang terburuk sejak awal pandemi, akibat varian Delta yang sangat mudah menular. Varian tersebut pertama kali ditemukan di India.

Satuan tugas Covid-19 negara tersebut melaporkan 17.669 kasus virus corona pada Kamis. Sementara itu jumlah kematian mencapai 165, dengan 21 orang meninggal dunia di rumah. Baik angka kematian maupun angka kasus merupakan yang tertinggi.

“Kami tak tahu lagi di mana harus merawat mereka yang sakit, unit gawat darurat (UGD) di banyak rumah sakit harus tutup karena tempat tidur telah terisi penuh,” kata kepala Departemen Layanan Medis Somsak Akksilp dalam sebuah konferensi pers.

Baca Juga: Update COVID-19 Jakarta Kamis 29 Juli: Positif 3.845, Sembuh 11.440, Meninggal 156

Berdasrkan laporannya, untuk di Bangkok dan di provinsi-provinsi sekitarnya, lebih dari 1.200 orang menunggu untuk memperoleh tempat tidur rumah sakit yang kosong dan lebih dari 6.000 telah menghubungi hotline untuk meminta perawatan dalam sepekan terakhir, menurut otoritas kesehatan.

Terdapat lebih dari 37.000 tempat tidur rumah sakit di Bangkok, menurut Administrasi Metropolitan Bangkok.

Pada awal masa pandemi, para pasien COVID-19 dirawat di rumah sakit, namun Somsak mengatakan bahwa dalam satu bulan terakhir telah terdapat 30.000 orang yang melakukan isolasi mandiri di rumah di Bangkok dan di provinsi sekitar.

Pemerintah setempat juga telah mengalihfungsikan fasilitas-fasilitas publik di Bangkok menjadi rumah sakit sementara untuk para pasien COVID-19 saat lonjakan kasus menyebebabkan tekanan berat terhadap sistem kesehatan kota itu.

Lonjakan infeksi juga meningkatkan tekanan terhadap pemerintah untuk mempercepat laju vaksinasi yang lamban, di mana hanya 5,6 persen dari total populasi sebesar 66 juta orang yang telah divaksinasi secara penuh di Thailand.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Bantul Masih Tinggi: Epidemi Penularan Sudah Tidak Terkendali

Thailand mendapatkan pujian karena telah menahan peningkatan kasus virus corona pada sebagian besar tahun lalu, namun otoritas telah kesulitan untuk menahan gelombang kasus yang dimulai pada April dan membawa jumlah total infeksi menjadi 561.030 dengan 4.562 kematian. (Antara)