alexametrics

Satgas COVID-19: Naik-Turunnya Kasus Tergantung Perilaku Masyarakat

M. Reza Sulaiman
Satgas COVID-19: Naik-Turunnya Kasus Tergantung Perilaku Masyarakat
ilustrasi masker (stocksnap.io)

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebut naik dan turunnya jumlah kasus COVID-19 merupakan cerminan dari perilaku masyarakat.

Suara.com - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebut naik dan turunnya jumlah kasus COVID-19 merupakan cerminan dari perilaku masyarakat.

Kasubbid Tracing Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19, Koesmedi Priharto mengatakan, perilaku masyarakat yang baik, dalam hal ini selalu menerapkan protokol kesehatan ketat, merupakan cara menurunkan kasus COVID-19.

"Naik atau turunnya angka kasus tergantung pada perilaku kita masing-masing. Kalau perilaku kita baik, tentunya akan turun angka kasusnya. Nah itulah yang harus kita siapkan dari sekarang," katanya, dilansir ANTARA.

"Ketika perilaku kita tidak bisa mencegah cara penularannya maka angka kasusnya akan naik. Itu harus dipahami oleh masyarakat jangan semua diserahkan kepada pemerintah," tambah Koesmedi lagi.

Baca Juga: Tambah 3.845 Pasien, Kasus Covid-19 di Jakarta Capai 807.872 Kasus

Personel Polres Madiun Kota menggelar sosialisasi imbauan penerapan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 di Kota Madiun, Jawa Timur, Sabtu (22/5/2021).  ANTARA FOTO/Siswowidodo
Personel Polres Madiun Kota menggelar sosialisasi imbauan penerapan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 di Kota Madiun, Jawa Timur, Sabtu (22/5/2021). ANTARA FOTO/Siswowidodo

Menurutnya sampai saat ini tidak ada ilmuwan yang bisa memprediksi kapan COVID-19 akan berakhir. Ia menyebut beberapa negara yang sebelumnya sudah melonggarkan protokol kesehatan dan membuka lockdown, kembali berhadapan dengan kenaikan kasus.

Karena itu, masyarakat mulai saat ini harus bisa hidup berdampingan dengan COVID-19.

Ia mengatakan pemerintah sudah berupaya maksimal menangani pandemi COVID-19. Maka, masyarakat harus bekerja sama dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Koesmedi menegaskan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat maka penularan antarorang ke orang menjadi rendah.

"Kalau itu benar-benar kita pahami protokol itu, maka itu akan bisa kita hadapi untuk berdampingan dengan COVID-19," kata Koesmedi Priharto.

Baca Juga: Update COVID-19 Jakarta Kamis 29 Juli: Positif 3.845, Sembuh 11.440, Meninggal 156

Komentar