alexametrics

Kasus Korupsi Bansos, Anak Bupati Bandung Barat akan Segera Diadili

Chandra Iswinarno | Welly Hidayat
Kasus Korupsi Bansos, Anak Bupati Bandung Barat akan Segera Diadili
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dan anaknya Andri Wibawa resmi ditahan KPK. (Suara.com/Welly Hidayat)

Penyidik KPK merampungkan berkas penyidikan tersangka Andri Wibawa untuk segera disidangkan dalam perkara kasus korupsi pengadaan bantuan sosial di KBB tahun 2020.

Suara.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan berkas penyidikan tersangka Andri Wibawa untuk segera disidangkan dalam perkara kasus korupsi pengadaan bantuan sosial di Kabupaten Bandung Barat (KBB) tahun 2020.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut penahanan Andri serta barang bukti kini diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

"Hari ini dilaksanakan penyerahan tahap II tersangka AW (Andri Wibawa) dan barang bukti oleh tim penyidik kepada tim JPU," ucap Ali dikonfirmasi, Jumat (6/8/2021).

Ali menyebut, jaksa akan kembali menahan anak Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara, yang juga ditetapkan tersangka, mulai Jumat 6 Agustus 2021 sampai 25 Agustus 2021 di Rumah Tahanan KPK Kavling C-1.

Baca Juga: Pengacara Aa Umbara Sebut Sosok HK "Intervensi" Proses Hukum Kasus Korupsi Bansos, Siapa?

Penahanan dilakukan Jaksa KPK untuk menyiapkan surat dakwaan bagi tersangka Andri yang rencana akan disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Jawa Barat.

"Tim JPU memiliki waktu 14 hari kerja untuk menyusun dakwaan dan melimpahkan berkas pekaranya ke Pengadilan Tipikor," katanya.

Dalam perkara korupsi pengadaan Bansos Kabupaten Bandung Barat. Aa umbara dan anaknya, Andri, mengambil keuntungan mencapai Rp 3,7 miliar.

Di mana Andri memakai nama perusahaan CV Jayakusuma Cipta Mandiri dan CV Satria Jakatamilung demi mendapatkan paket pengerjaan Bansos mencapai puluhan miliar.

"AW (Andri Wibawa) mendapatkan paket pekerjaan dengan total senilai Rp 36 miliar untuk pengadaan paket bahan pangan Bansos JPS dan pengadaan paket bahan pangan Bansos JPS," ujarnya.

Baca Juga: Korupsi Bansos Covid-19, Pengacara Aa Umbara Singgung Sosok Berpengaruh 'HK'

Sementara, M Totoh hanya mendapakan paket pekerjaan dengan total senilai Rp 15,8 miliar untuk pengadaan bahan pangan Bansos JPS dan Bansos PSBB.

Komentar