Swiss Sentil China karena Pakai Ilmuwan Palsu untuk Hadang Berita Covid-19

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Jum'at, 13 Agustus 2021 | 08:18 WIB
Swiss Sentil China karena Pakai Ilmuwan Palsu untuk Hadang Berita Covid-19
Pernyataan kedutaan Swiss di China. (Twitter/@SwissEmbChina)

Suara.com - Beberapa hari terakhir, media pemerintah China membuat berita tentang asal-usul Covid-19 dan kemerdekaan WHO dengan narasumber 'ahli biologi' asal Swiss bernama Wilson Edwards.

Setelah ditelusuri, ilmuwan bernama Wilson Edwards itu ternyata fiktif dan kedutaan Swiss di China mendesak media di negara itu untuk menghapus berita tersebut karena dianggap mengandung konten palsu.

Menyadur BBC Jumat (13/08), banyak outlet berita China yang menghapus referensi terkait ilmuwan bernama Wilson Edwards sejak saat itu.

"Sementara kami menghargai perhatian pada negara kami, Kedutaan Swiss sayangnya harus memberi tahu publik China bahwa berita ini salah," tulis kedutaan Swiss dalam sebuah pernyataan di Twitter.

Media China termasuk CGTN, Shanghai Daily dan Global Times mengutip pernyataan 'ahli biologi' yang eksis di Facebook tersebut. Namun kedutaan mengatakan akun itu dibuka dua minggu lalu dan hanya memiliki tiga teman.

"Kemungkinan akun Facebook ini tidak dibuka untuk tujuan jejaring sosial," tambah kedutaan Swiss.

Mereka juga mengatakan tidak ada pendaftaran warga negara Swiss dengan nama "Wilson Edwards" dan tidak ada artikel akademis dengan nama tersebut di sana.

BBC melaporkan, artikel China Daily menulis 'ahli biologi' itu khawatir dengan pelacakan asal-usul Covid-19 yang dipolitisasi. Artikel itu kini sudah direvisi dan semua referensi yang berkaitan dengan Wilson Edwards dihapus.

Artikel serupa juga tayang di platform digital Shanghai Daily, Shine.

baca juga

"Seorang ahli biologi Eropa muncul ke permukaan dengan klaim mengejutkan bahwa kelompok penasihat WHO yang melacak asal-usul patogen termasuk virus yang bertanggung jawab atas pandemi Covid-19, akan menjadi alat politik".

Ia menambahkan bahwa ahli biologi khawatir tentang kemerdekaan WHO dan mengatakan "AS sangat terobsesi menyerang China tentang masalah penelusuran asal sehingga enggan membuka mata terhadap data dan temuan".

Kedutaan Swiss menganggap berita itu memiliki itikad baik tapi meminta agar cerita-cerita itu dihapus atau dikoreksi 'dengan hormat'.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Punya Uang akibat Pandemi Covid-19, Pria di Thailand Nekat Bunuh Turis dari Swiss

Tak Punya Uang akibat Pandemi Covid-19, Pria di Thailand Nekat Bunuh Turis dari Swiss

News | Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:51 WIB

Murat Yakin Resmi Jadi Pelatih Baru Timnas Swiss, Gantikan Petkovic

Murat Yakin Resmi Jadi Pelatih Baru Timnas Swiss, Gantikan Petkovic

Bola | Selasa, 10 Agustus 2021 | 11:14 WIB

Timnas Swiss Segera Tunjuk Murat Yakin sebagai Pelatih Baru, Gantikan Petkovic

Timnas Swiss Segera Tunjuk Murat Yakin sebagai Pelatih Baru, Gantikan Petkovic

Bola | Senin, 09 Agustus 2021 | 01:00 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB