Menko PMK Minta Kepala Daerah Tidak Menunda Pengambilan Vaksin di Gudang

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 13 Agustus 2021 | 11:35 WIB
Menko PMK Minta Kepala Daerah Tidak Menunda Pengambilan Vaksin di Gudang
Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat meninjau Gudang Farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (13/8/2021). (Foto dok, Kemenko PMK)

Suara.com - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menekankan kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota supaya segera mengambil vaksin yang ada di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri dan segera memanfaatkannya.

"Untuk semua kabupaten jangan menunda untuk mengambil vaksinnya yang sekarang ada di Dinkes Provinsi Kepri dan segera disuntikkan. Karena untuk Moderna itu harus kejar-kejaran, di samping waktunya yang terbatas, syarat penyimpanan pendinginannya juga sangat istimewa," kata Muhadjir saat mengunjungi Kepulauan Riau, Jumat (13/8/2021).

Berbicara soal Kepulauan Riau, Muhadjir menilai penyimpanan vaksin untuk provinsei tersebut sudah memenuhi standar. Ia menyebut mulai dari suhu minimal -20 derajat celcius untuk vaksin Moderna hingga tempat penyimpanannya sudah sangat baik.

Tidak hanya vaksin, Muhadjir juga memastikan ketersediaan obat terutama untuk penanganan Covid-19 di Provinsi Kepri yang ada pada gudang farmasi tersebut.

Berdasarkan laporan, ketersediaan obat penanggulangan Covid-19 masih belum memadai untuk gejala sedang sampai berat di puskesmas dan rumah sakit rujukan Covid-19. Dari estimasi kebutuhan obat untuk 3 bulan yakni Juli sampai September 2021 hanya terpenuhi 12,32 persen.

"Untuk obat ini juga harus dipastikan ketersediaannya. Jangan sampai kekurangan," ungkapnya.

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat meninjau Gudang Farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (13/8/2021). (Foto dok, Kemenko PMK)
Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat meninjau Gudang Farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (13/8/2021). (Foto dok, Kemenko PMK)

Di lain sisi, Gubernur Kepri yang turut mendampingi kunjungan kerja Menko PMK mulai dari Gudang Bulog GBB Tanjung Pinang hingga Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kabupaten Bintan mengutarakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri telah mengalokasikan anggaran untuk membantu penanganan Covid-19.

Ia menyebut, Pemprov Kepri Ansar Ahmad telah memberikan dana bantuan kepada masyarakat yang terpapar Covid-19 sebesar Rp1 juta per kepala keluarga. Dana bantuan tersebut diharapkan dapat menjamin kebutuhan sehari-hari selama menjalani isolasi mandiri (mandiri) maupun isolasi terpadu.

"Karena untuk bansos sudah diberikan pemerintah pusat, kami mengambil porsi yang lain yaitu kita berikan bantuan kepada masyarakat yang terpapar Covid-19 Rp 1 juta untuk yang isoman dan bagi mereka yang meninggal karena Covid-19 juga kita berikan Rp 3 juta," ungkapnya.

baca juga

Menurut Ansar, pemerintah kabupaten/kota juga memberikan santunan seperti di Kota Tanjung Pinang keluarga yang sedang menjalani isoman diberikan makan 2x1 hari. Masyarakat yang mungkin kurang mampu, baik yang terdata di DTKS maupun non-DTKS menggunakan skema SKTM dari lurah pun diberikan.

"Targetnya itu dari terkonfirmasi paling telat 2 hari itu sudah dapat transfer supaya uang itu bisa dia gunakan selama dia masa isolasi. Ini juga salah satu strategi kita selain vaksin, bantuan ekonomi, dan 3T itu yang kita kejar dan alhamdulillah menurunnya (kasus Covid-19) sudah jauh sekali," tandas Gubernur.

Di akhir kunjungan, Muhadjir didampingi Gubernur Kepri menyambangi sekaligus menyapa langsung dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang sedang melakukan isoman terpadu di LPMP Kabupaten Bintan.

Untuk diketahui, tempat isolasi terpadu LPMP itu dapat menampung kapasitas sebanyak 81 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Temukan Vaksin Moderna Lebih Efektif daripada Vaksin Pfizer

Peneliti Temukan Vaksin Moderna Lebih Efektif daripada Vaksin Pfizer

Health | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 07:46 WIB

Ini Penjelasan Singkat Beda Moderna dengan Vaksin Covid-19 Lainnya

Ini Penjelasan Singkat Beda Moderna dengan Vaksin Covid-19 Lainnya

News | Kamis, 12 Agustus 2021 | 19:03 WIB

Studi: Vaksin Pfizer Hanya 47 Persen Efektif Lawan Varian Delta

Studi: Vaksin Pfizer Hanya 47 Persen Efektif Lawan Varian Delta

Health | Kamis, 12 Agustus 2021 | 19:05 WIB

Pemprov Kepulauan Riau Siapkan Ribuan Vaksin Moderna Untuk Warga Sipil

Pemprov Kepulauan Riau Siapkan Ribuan Vaksin Moderna Untuk Warga Sipil

Batam | Kamis, 12 Agustus 2021 | 16:00 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×