Gus Ami: Agama jadi Kekuatan Dahsyat, Tapi Sekaligus Dianggap Hambatan karena Kekerasan

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Kamis, 19 Agustus 2021 | 12:04 WIB
Gus Ami: Agama jadi Kekuatan Dahsyat, Tapi Sekaligus Dianggap Hambatan karena Kekerasan
Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra, Abdul Muhaimin Iskandar. (Dok: DPR)

Suara.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa ada masalah berat yang saat ini dihadapi, yakni berkaitan dengan hubungan agama dan ekonomi. Permasalahan berat itu muncul di tengah tiga fenomena besar.

Muhaimin menyebutkan tiga fenomena itu, pertama ialah kemajuan teknologi baru terutama teknologi informasi yang mengubah cara kerja dan pola pikir. Bersamaan dengan itu kata Gus Ami teknologi tidak hanya melahirkan cara kerja baru, model kerja dan tata kelola kehidupan yang baru tetapi juga tata kelola kehidupan sosial yang baru.

"Perhubungan dengan barat, ekonomi yang sangat nyata. Abad 21 ini menghadapi ketegangan-ketegangan yang sangat nyata. Di mana, agama menjadi kekuatan yang dahsyat, menjadi realitas kekuatan yang besar, tapi sekaligus memiliki kenyataan fakta negatif karena agama dianggap hambatan karena kekerasan dan fundamentalis," kata Gus Ami dalam pidato kebangsaan di YouTube CSIS Indonesia, Kamis (19/8/2021).

Di sisi lain,kata Gus Ami pada realitasnya ekonomi pasar ternyata menentukan semua hal, termasuk menjustifikasi apakah agama memiliki peran dan manfaat bagi kemajuan atau agama hanya menjadi penghambat kemajuan. Bahkan lanjutnya di berbagai negara di Eropa maupun Amerika pada umumnya terjadi konflik besar antara pandangan ekonomi dengan agama.

"Apalagi di Eropa, pengalaman menunjukkan agama terutama Islam adalah ancaman dan Islamofobia menjadi fakta, banyak kepala negara yang menang itu kampanye anti islam. Sementara di sisi lain memang muncul gerakan radikalisme, terorisme yang mengatasnamakan Islam di beberapa belahan dunia," ujar Gus Ami.

Gus Ami menceritakan bagaimana ia sendiri mengalami dan merasakan hal tersebut. Mengingat PKB terlibat di dalam CDI (Centrist Democratic International). Di mana terdapat banyak kepala partai politik sedunia terbanyak berasal dari negara di Eropa,

"Rata-rata mereka partai politik yang menang di Eropa terutama negara-negara yang menjadi pemenangnya yang partai-partai anti Islam. Nah setelah saya masuk di CDI saya menyaksikan langsung betul conflict of civilization itu terjadi, di mana kesalahpahaman perbedaan dan kecurigaan yang keras antara agama dan barat," kata Gus Ami.

"Kemudian mengkristal menjadi persepsi negatif di kalangan gerakan Islam, dan Islam menjadi negatif di kalangan mereka," sambungnya.

Setelah PKB masuk, Gus Ami menceritakan bahwa dirinya turut membuka pandangan baru mereka tentang Islam yang sesungguhnya terutama di Indonesia. Gus Ami menjelaskan bahwa Islam tidak seperti yang dipersepsikan banyak kepala partai politik di Eropa.

baca juga

"Mereka terbelalak dan melihat Islam Indonesia itu berbeda sekali dengan apa yang terjadi di belahan negara manapun. Bahkan akhirnya pada tahun lalu saya kumpulkan semuanya di Jakarta, ketemu presiden, dan saya bawa ke pesantren, mereka banyak dari PM ikut hadir, mereka lihat langsung Islam Indonesia, Islam Rahmatan Lil Alamin kemudian mereka terkaget-kaget, ohh berbeda ternyata," tutur Gus Ami.

Menurut Wakil Ketua DPR itu, hal tersebut yang bisa menjadi modal besar Indonesia untuk mengatasi keadaan pada hari ini dan masa yang akan datang, terutama dalam menghadapi pasca krisis pandemi.

"Bahkan, kita harus melihat fakta kekuatan politik yang berbendera agama pun mengalami transformasi dan perubahan cara kerja, yang kelompok radikal tentu akan melakukan pola dan cara kerja yang berbeda yang harus disiapkan dialektikanya, dialog yang produktif dan kondusif. Sehingga antara kecurigaan kekuatan ekonomi global dengan Islam atau Islam dengan negara-negara Barat itu menjadi dialog yang produktif," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penista Agama Jozeph Paul Zhang Belum Ditangkap, Polisi Ungkap Kendala

Penista Agama Jozeph Paul Zhang Belum Ditangkap, Polisi Ungkap Kendala

Riau | Kamis, 19 Agustus 2021 | 07:02 WIB

Elite PDIP Sebut Covid Tentara Siluman, Menag Yaqut: Pilihannya Hanya Diperangi

Elite PDIP Sebut Covid Tentara Siluman, Menag Yaqut: Pilihannya Hanya Diperangi

News | Rabu, 18 Agustus 2021 | 17:35 WIB

Dibully Agamanya Tidak Jelas, Megawati Soekarnoputri: Saya Ketawa Saja

Dibully Agamanya Tidak Jelas, Megawati Soekarnoputri: Saya Ketawa Saja

Lampung | Rabu, 18 Agustus 2021 | 15:40 WIB

CEK FAKTA: Menteri Agama Gus Yaqut Pindah Agama dan Dibaptis, Ustadz Somad Disebut-sebut

CEK FAKTA: Menteri Agama Gus Yaqut Pindah Agama dan Dibaptis, Ustadz Somad Disebut-sebut

Bekaci | Rabu, 18 Agustus 2021 | 15:26 WIB

Terkini

HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang

HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×