Dibuat di Negara Miskin, WHO Kecam Vaksin Booster untuk Negara Kaya

Reza Gunadha, Deutsche Welle

Jum'at, 20 Agustus 2021 | 13:25 WIB
Dibuat di Negara Miskin, WHO Kecam Vaksin Booster untuk Negara Kaya
Vaksin buatan johnson and johnson (VOA Indonesia)

Suara.com - World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia mengecam negara-negara kaya melakukan vaksinasi booster kepada warganya, untuk menguatkan pencegahan atas covid-19.

Sebab, hingga kekinian masih banyak negara miskin yang justru belum bisa mendapatkan vaksin untuk warganya.

"Kita malah berencana untuk membagikan 'jaket pelampung' tambahan kepada orang-orang yang sudah memiliki perlindungan, sementara di saat yang sama kita juga membiarkan orang lain tenggelam," kata Direktur Darurat Kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Michael Ryan mengatakan kepada wartawan pada konferensi pers di Jenewa, Swiss, Rabu (18/8/2021).

Ryan melontarkan sindiran tersebut sesaat sebelum Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan menawarkan vaksin booster covid-19 kepada semua warganya mulai 20 September mendatang.

"Rencana kami adalah untuk melindungi rakyat Amerika," demikian diumumkan Rochelle Walensky, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.

Ilmuwan AS dan Israel mengatakan bahwa vaksin, meskipun efisien, akan kehilangan kekuatannya setelah berbulan-bulan, sehingga membuat individu rentan terhadap varian Delta.

Karena alasan itu, Israel telah mulai memberikan booster kepada semua warga negara berusia 50 tahun ke atas.

WHO: Sains tidak mendukung teori booster

WHO belum sepenuhnya yakin bahwa suntikan booster dibutuhkan, dengan mengatakan bahwa sains belum memberikan bukti yang jelas tentang peningkatan kemanjuran.

baca juga

Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan mengatakan pada Rabu (18/08) di Jenewa: "Kami yakin data tidak menunjukkan bahwa booster diperlukan" untuk semua orang.

Dia juga memperingatkan bahwa dunia bisa menghadapi "situasi yang bahkan lebih mengerikan" jika membiarkan miliaran orang di negara berkembang tidak divaksinasi. M

enggarisbawahi hal itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan: "Yang jelas adalah sangat penting untuk mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama dan melindungi mereka yang paling rentan sebelum booster diluncurkan."

"Kesenjangan antara si kaya dan si miskin hanya akan tumbuh lebih besar jika produsen dan pemimpin negara kaya memprioritaskan suntikan booster, daripada memasok vaksin ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah," kata Tedros memperingatkan.

Tuduhan 'vaksin apartheid' dilontarkan ke pabrikan J&J Tedros juga mencerca produsen vaksin AS Johnson & Johnson (J&J) atas laporan bahwa perusahaan tersebut telah mengirimkan jutaan dosis yang dibuat di Afrika Selatan ke negara-negara Uni Eropa untuk digunakan sebagai booster.

"Kami mendesak J&J untuk segera memprioritaskan distribusi vaksin mereka ke Afrika sebelum mempertimbangkan pasokan ke negara-negara kaya yang sudah memiliki akses yang memadai," katanya.

"Ketidakadilan vaksin adalah hal yang memalukan bagi seluruh umat manusia dan jika kita tidak mengatasinya bersama-sama, kita akan mengalami tahap akut pandemi yang lebih panjang selama bertahun-tahun, padahal seharusnya bisa berakhir dalam hitungan bulan," tegasnya.

Pada Selasa (17/08), Kepala WHO itu menyinggung para perusahaan vaksin melalui Twitter dengan mengatakan bahwa "rekor keuntungan" yang mereka posting ketika negara-negara kaya bersaing dalam hal vaksin booster sementara orang miskin tidak terlindungi, adalah tindakan yang "tidak masuk akal."

Kritik terhadap perusahaan AS juga telah disuarakan oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia.

"J&J terlibat dalam apartheid vaksin, mengalihkan dosis dari mereka yang benar-benar membutuhkannya ke negara-negara terkaya di dunia," kata Fatima Hassan dari Health Justice Initiative (HJI), sebuah LSM Afrika Selatan, kepada kantor berita AFP.

Sementara yang lain, ikut menyuarakan kritik serupa tentang siapa yang membuat keputusan hidup dan mati atas distribusi vaksin: "Alokasi vaksin global saat ini tidak dibuat oleh pejabat kesehatan masyarakat, tetapi oleh segelintir pejabat perusahaan, yang secara konsisten memprioritaskan orang Eropa dan Amerika Utara daripada orang Afrika," kata Matthew Kavanagh dari Health Law Institute di Georgetown University di AS.

Menurut Direktur Jenderal WHO Tedros, 10 negara telah memberikan 75% dari semua dosis vaksin yang dikeluarkan, sedangkan negara-negara berpenghasilan rendah sejauh ini hanya memvaksin hampir 2% dari penduduknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Budi Hadiri Vaksinasi Covid-19 Booster Bagi Nakes di RS Premier Bintaro

Menkes Budi Hadiri Vaksinasi Covid-19 Booster Bagi Nakes di RS Premier Bintaro

Health | Rabu, 18 Agustus 2021 | 14:05 WIB

FDA Kasih Izin Penggunaan Vaksin Booster Untuk Penderita Gangguan Imun

FDA Kasih Izin Penggunaan Vaksin Booster Untuk Penderita Gangguan Imun

Health | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 18:56 WIB

FGD: Tingkatkan Imun, Vaksin Booster Jalan Pintas untuk Selamat?

FGD: Tingkatkan Imun, Vaksin Booster Jalan Pintas untuk Selamat?

Video | Kamis, 12 Agustus 2021 | 20:35 WIB

FDA Kaji Penggunaan Booster Vaksin COVID-19 untuk Orang dengan Sistem Imun Lemah

FDA Kaji Penggunaan Booster Vaksin COVID-19 untuk Orang dengan Sistem Imun Lemah

Health | Kamis, 12 Agustus 2021 | 17:20 WIB

Dilema Vaksin Booster di Tengah Kesenjangan Distribusi Vaksin Global

Dilema Vaksin Booster di Tengah Kesenjangan Distribusi Vaksin Global

Video | Kamis, 12 Agustus 2021 | 11:48 WIB

Terima Vaksinasi Covid-19 Ketiga Dengan Moderna, Begini Pengakuan dr Ibrahim

Terima Vaksinasi Covid-19 Ketiga Dengan Moderna, Begini Pengakuan dr Ibrahim

Batam | Selasa, 10 Agustus 2021 | 16:07 WIB

Studi: Vaksin Booster Sinovac Tingkatkan Antibodi Lawan Covid-19

Studi: Vaksin Booster Sinovac Tingkatkan Antibodi Lawan Covid-19

Health | Selasa, 10 Agustus 2021 | 17:50 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×