Kala Pejabat Sudah Dibooster, Nakes Malah Sedang Sulit Dapatkan Vaksin Dosis Ketiga

Bimo Aria Fundrika, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 25 Agustus 2021 | 22:31 WIB
Kala Pejabat Sudah Dibooster, Nakes Malah Sedang Sulit Dapatkan Vaksin Dosis Ketiga
Petugas medis Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) memperlihatkan vaksin Moderna untuk tenaga kesehatan di Banda Aceh, Aceh, Senin (9/8/2021). . ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Suara.com - Sejumlah pejabat mengaku sudah menerima vaksin dosis ketiga atau booster. Mirisnya di saat yang bersamaan para tenaga kesehatan yang sejatinya memiliki hak malah tengah kesulitan memperoleh suntikan vaksin ketiga tersebut.

Relawan LaporCovid-19 Firdaus Ferdiansyah menjelaskan pihaknya kerap menerima aduan dari nakes yang kesulitan mendapatkan vaksin booster. Padahal nakes menjadi pihak yang paling berwenang mendapatkan vaksin booster sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan.

"Bayangkan kami seharian ini, dari kemarin itu kami mendapatkan begitu banyak sekali laporan dari nakes yang bukan hanya tidak mendapatkan tapi kesulitan," kata Firdaus saat dihubungi Suara.com, Rabu (25/8/2021).

Mereka mengadu ke LaporCovid-19 karena kesulitan mendapatkan vaksin booster Moderna. Setidaknya ada dua penyebab mengapa pada akhirnya nakes begitu sulit mendapatkan haknya.

Dokter Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) mendapatkan suntikan vaksin Moderna di Banda Aceh, Aceh, Senin (9/8/2021). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Dokter Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) mendapatkan suntikan vaksin Moderna di Banda Aceh, Aceh, Senin (9/8/2021). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Firdaus menjelaskan penyebab yang pertama bisa jadi stok ketersediaan vaksin ketiga memang terbatas. Lalu penyebab yang kedua bisa juga karena adanya dugaan penyelewengan pendistribusian vaksin booster.

"Intinya disuntikan kepada kelompok-kelompok yang tidak semestinya atau tidak berhak dalam hal ini di luar nakes," ujarnya.

Menurutnya, vaksin Moderna juga sebenarnya diberikan sebagai suntikan pertama dan kedua bagi masyarakat umum dengan catatan ada surat keterangan dokter. Tetapi kalau untuk dijadikan vaksin ketiga, maka yang berhak mendapatkan itu hanyalah para nakes.

Itu disampaikan Firdaus sebab kalau melihat prinsip dari keadilan vaksin (vaccine equity), pemberian vaksin itu dilakukan berdasarkan tingkat kerentanan resiko terinfeksi. Karena itu lah mengapa nakes diberikan vaksin ketiga atau booster lantaran menerima resiko yang tinggi dibandingkan lainnya.

Terlebih di Indonesia sudah tidak terhitung berapa banyak nakes yang terpapar Covid-19. Bahkan LaporCovid-19 mencatat kurang lebih ada 1.800 nakes yang meninggal dunia setelah menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi.

baca juga

"Jadi menurutku itu pejabat-pejabat yang ngaco, yang rakus, pejabat-pejabat yang sama sekali tidak memiliki empati, sama sekali tidak memperhatikan bagimana situasi kondisi saat ini."

Sebelumnya, sebuah video yang memperdengarkan obrolan Presiden Jokowi dengan beberapa pejabat tentang vaksin dosis ketiga viral dan mendadak jadi sorotan publik.

Momen tersebut terekam saat Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Menhan Prabowo, Panglima TNI, Kapolri, Gubernur Kaltim, dan Wali Kota Samarinda meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di SMPN 22 Kota Samarinda, Kaltim, Selasa (24/8).

Video itu sebelumnya sempat diunggah di kanal Youtube Sekretariat Presiden, namun kini telah dihapus.

Dalam obrolan tersebut terdengar bahwa sejumlah pejabat telah menerima suntikan vaksin dosis ketiga atau booster vaksin.

Dalam video tersebut, Wali Kota Andi mengatakan sudah mendapat dua suntikan vaksin dan berencana mendapat Vaksin Nusantara.

Presiden Jokowi menanggapi hal tersebut dengan sedikit bercanda, ia menyebut Wali Kota Andi tampak segar.

"Oh, pantes segar benar. Mendahului kita ini Pak Wali Kota," kata Jokowi sambil tertawa ringan.

Presiden Jokowi kemudian bertanya apakah Wali Kota Andi sudah mendapat Vaksin Nusantara sebagai dosis ketiga. Andi lantas mengatakan ia sedang menunggu vaksin tersebut.

"Pada enggak ngajak-ngajak kita ya," balas Jokowi.

Tak hanya itu, Gubernur Isran Noor juga menyebut bahwa dirinya telah menerima vaksin booster.

"Saya juga sudah booster, tapi Moderna," kata Isran dalam video tersebut.

Mendengar pengakuan para pejabat, Menhan Prabowo kemudian bertanya kepada Presiden Jokowi apakah sudah mendapat vaksin booster atau belum.

"Sudah booster semua, Pak. Pak Presiden belum, Pak? tanya Prabowo.

"Enggak, saya nunggu. Nunggu Pfizer," jawab Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rusia: Indonesia Negara Ke-70 yang Gunakan Vaksin Sputnik V

Rusia: Indonesia Negara Ke-70 yang Gunakan Vaksin Sputnik V

Health | Rabu, 25 Agustus 2021 | 20:58 WIB

Daripada Vaksin Dosis Ketiga, Pakar Lebih Anjurkan Pakai Masker untuk Cegah Varian Delta

Daripada Vaksin Dosis Ketiga, Pakar Lebih Anjurkan Pakai Masker untuk Cegah Varian Delta

Health | Rabu, 25 Agustus 2021 | 20:22 WIB

Warga Riau Sudah Boleh Dapatkan Vaksin Moderna, Ini Alasannya

Warga Riau Sudah Boleh Dapatkan Vaksin Moderna, Ini Alasannya

Riau | Rabu, 25 Agustus 2021 | 19:50 WIB

Terkini

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:48 WIB

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 06:40 WIB

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:31 WIB

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

×