Dosis Ketiga Alias Booster: Efektif atau Cuma Buang-buang Vaksin Covid-19?

Reza Gunadha, BBC

Rabu, 25 Agustus 2021 | 18:53 WIB
Dosis Ketiga Alias Booster: Efektif atau Cuma Buang-buang Vaksin Covid-19?
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (pixabay)

Suara.com - Sejumlah negara memberikan pendorong kekebalan alias booster pada orang-orang yang sudah mendapat vaksin penuh covid-19.

Booster itu diberikan dengan keyakinan mampu membendung wabah varian delta covid-19 yang lebih berbahaya.

Namun dengan keterbatasan bukti ilmiah yang mendukung kebutuhan dan efektivitas "dosis booster" - ini menjadi topik perdebatan, di saat banyak negara di dunia tidak memiliki cukup vaksin.

"Kita berencana memberikan rompi penyelamat ekstra kepada orang-orang yang sudah mengenakan rompi penyelamat, sementara orang-orang lain kita biarkan tenggelam," kata epidemiolog WHO Mike Ryan, yang mengumpamakan Covid-19 dengan kapal tenggelam.

Badan kesehatan dunia itu membuat argumen moral dan meminta negara-negara untuk menunda dosis ketiga sampai lebih banyak populasi dunia dilindungi oleh vaksin.

Tetapi adakah argumen ilmiahnya? Apakah bukti ilmiah yang ada mendukung atau menentang dosis booster?

Sudahkah waktunya untuk mendistribusikan dosis booster - ataukah sebaiknya kita menunggu?

Negara mana saja yang sudah menawarkan dosis ketiga?

Tak mengindahkan permintaan WHO, beberapa negara sudah mulai menyediakan dosis booster bagi beberapa kelompok.

AS menawarkan dosis booster bagi siapapun terlepas usia atau kondisi kesehatannya, delapan bulan setelah dosis kedua vaksin Moderna atau Pfizer.

baca juga

Di Dubai, dosis ketiga juga tersedia untuk umum enam bulan setelah dosis kedua, dan bagi orang-orang dalam kelompok berisiko tinggi tiga bulan.

Dosis ketiga diberikan di Israel untuk warga berusia 40 tahun ke atas yang menerima dosis kedua setidaknya lima bulan sebelumnya.

Chile, Uruguay, dan Kamboja menawarkan dosis booster kepada orang-orang yang diimunisasi dengan vaksin Sinovac atau Sinopharm, dimulai dengan lansia dan kelompok berisiko.

Begitu pula Indonesia dan Thailand, menawarkan dosis ketiga merk vaksin yang berbeda kepada tenaga kesehatan yang telah diimunisasi dengan Sinovac, meskipun cakupan vaksinasi masih rendah (masing-masing 15% dan 8%).

Prancis dan Jerman akan mulai menawarkan dosis ketiga pada September mendatang, sementara Inggris belum memutuskan.

Brasil, Korea Selatan, dan India termasuk negara-negara yang tengah mempertimbangkan program vaksinasi booster, meskipun belum ada rencana yang diumumkan di negara-negara tersebut.

Vaksin dan varian Delta

Di balik program-program tersebut ada ketakutan pada varian Delta virus corona, yang tampaknya dua kali lebih menular daripada varian-varian virus sebelumnya, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Dalam pedomannya, CDC mengatakan bahwa "individu yang terinfeksi oleh varian Delta, termasuk orang-orang yang sudah divaksinasi penuh [...] dapat menularkannya ke orang lain."

Namun, kata lembaga itu, orang-orang yang sudah divaksinasi tampaknya menular dalam periode yang lebih singkat - karena itulah Presiden AS Joe Biden meminta rakyatnya untuk divaksinasi, mengatakan bahwa vaksin adalah "cara terbaik untuk melindungi diri dari varian baru".

Namun Oksana Pyzik, mitra peneliti senior di Sekolah Farmasi UCL, mengatakan keputusan untuk memberikan dosis ketiga seawal ini "tidak berlandaskan sains".

"Dosis booster adalah reaksi terhadap Delta dan kebijakan 'untuk berjaga-jaga'," katanya kepada BBC.

Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung kebutuhan atau bahkan efektivitas dosis booster, kata Dr. Pyzik.

"Saat ini, ada sedikit data tentang kekebalan yang memudar, namun pada tahap awal ini data mengarah pada penurunan proteksi dari infeksi ringan, bukan penyakit parah," ujarnya.

Dilema moral

Dua penelitian di Israel menunjukkan bahwa dosis ketiga Pfizer secara signifikan meningkatkan perlindungan dari infeksi dan penyakit parah pada orang-orang berusia 60 tahun ke atas.

Penelitian lainnya dari Pfizer dan Moderna mencapai kesimpulan yang sama.

Namun Dr. Pyzik berkata meningkatkan proteksi untuk satu kelompok sambil menunda vaksinasi untuk kelompok lain bukanlah strategi yang bijak.

Ini karena varian-varian yang disebut variants of concern, seperti Delta, dapat muncul ketika cakupan vaksin rendah dan tingkat penularan di komunitas tinggi.

"Kesempatan munculnya varian vaksin yang lebih unggul dan resisten vaksin meningkat semakin lama kita menunda vaksinasi seluruh dunia," ujarnya.

Jika negara-negara kaya memutuskan untuk memberikan booster vaksin pada populasi di atas usia 50 tahun, imbuh Dr. Pyzik, ini akan membutuhkan satu miliar dosis tambahan.

Sementara itu, vaksinasi belum dimulai di Burundi dan Eritrea, dan hanya 0,01% warga dewasa di Republik Demokratik Kongo yang sudah divaksinasi penuh. Di Tanzania, proporsinya 0,37% dan di Nigeria 0,69%.

Di Mesir dan Vietnam, persentasenya sekitar 2%. Cakupan vaksin di Afrika masih di bawah 2,5% populasi dewasa.

"Dalam kejar-kejaran antara vaksin dengan varian, booster akan menguntungkan virus dalam jangka pendek, menengah, dan panjang," kata Dr. Pyzik.

Perlindungan berlapis

Data terbaru tentang kemampuan varian Delta untuk menginfeksi dan ditularkan oleh orang yang sudah divaksinasi mengindikasikan bahwa imunisasi massal barangkali tidak cukup untuk mengendalikan virus tersebut.

Alih-alih hanya mengandalkan vaksin, para ilmuwan mengatakan bahwa untuk melawan Delta kita perlu menerapkan langkah-langkah protektif - yang menawarkan lapisan perlindungan tambahan dari virus.

"Saya pikir semua orang harus memakai masker di dalam ruangan di tempat publik, karena fungsi utamanya adalah melindungi orang lain dan bukan diri sendiri," kata Christina Pagel, pakar pemodelan di UCL dan bagian dari kelompok ilmuwan independen yang memberikan saran tentang Covid.

"Saya juga berpikir orang yang sudah divaksinasi tidak boleh diberikan pengecualian khusus dari langkah-langkah protektif karena ada semakin banyak bukti bahwa mereka dapat cukup mudah menginfeksi orang lain dengan varian Delta."

Dr. Pyzik mengatakan: "Barangkali akhirnya dosis booster akan dibutuhkan, namun saya tidak yakin dengan data yang ada untuk mengalihkan suplai yang dapat disalurkan ke negara-negara miskin."

Sementara itu, ia menekankan, "ada kebutuhan yang sangat nyata dan mendesak untuk dosis pertama bagi mayoritas orang di dunia.

"Kita memilih rute paling lambat dan paling mahal untuk keluar dari pandemi dengan bertindak sendiri."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO: Asia-Pasifik Hadapi Fase Kritis Pandemi COVID-19

WHO: Asia-Pasifik Hadapi Fase Kritis Pandemi COVID-19

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 18:13 WIB

Vaksin Dosis Ketiga, WHO: Membiarkan Orang Lain Tenggelam Demi Rompi Penyelamat Ekstra

Vaksin Dosis Ketiga, WHO: Membiarkan Orang Lain Tenggelam Demi Rompi Penyelamat Ekstra

Health | Rabu, 25 Agustus 2021 | 17:35 WIB

WHO Kecam Kesenjangan Akses Vaksin Covid-19 di Dunia

WHO Kecam Kesenjangan Akses Vaksin Covid-19 di Dunia

Health | Rabu, 25 Agustus 2021 | 18:10 WIB

Ini Alasan WHO Menentang Negara yang Memberikan Dosis Ketiga Vaksin Covid-19

Ini Alasan WHO Menentang Negara yang Memberikan Dosis Ketiga Vaksin Covid-19

Jawa Tengah | Rabu, 25 Agustus 2021 | 14:22 WIB

WHO Sebut Pemberian Dosis Ketiga Vaksin Covid-19 Seperti Meninggalkan Orang Lain Tenggelam

WHO Sebut Pemberian Dosis Ketiga Vaksin Covid-19 Seperti Meninggalkan Orang Lain Tenggelam

Jawa Tengah | Rabu, 25 Agustus 2021 | 13:28 WIB

Viral Pengakuan Pejabat Dapat Vaksin Dosis Ketiga, Kok Bisa?

Viral Pengakuan Pejabat Dapat Vaksin Dosis Ketiga, Kok Bisa?

Kalbar | Rabu, 25 Agustus 2021 | 11:55 WIB

Heboh Sejumlah Pejabat Mengaku ke Presiden Sudah Dapat Vaksin Dosis Ketiga

Heboh Sejumlah Pejabat Mengaku ke Presiden Sudah Dapat Vaksin Dosis Ketiga

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 07:45 WIB

Indonesia Bakal Terima 108 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari Program Bantuan WHO

Indonesia Bakal Terima 108 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari Program Bantuan WHO

Health | Selasa, 24 Agustus 2021 | 18:53 WIB

Taliban Kuasai Afghanistan, WHO Kesulitan Kirim Bantuan Medis

Taliban Kuasai Afghanistan, WHO Kesulitan Kirim Bantuan Medis

Health | Senin, 23 Agustus 2021 | 21:32 WIB

Terkini

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

×