Ingin Jalin Hubungan Baik, Taliban Ajak Negara Lain Bantu Rekonstruksi Afghanistan

Bangun Santoso

Kamis, 26 Agustus 2021 | 10:18 WIB
Ingin Jalin Hubungan Baik, Taliban Ajak Negara Lain Bantu Rekonstruksi Afghanistan
Kelompok Taliban di Afghanistan

“Kami berhasil mengakhiri perang yang dipaksakan kepada kami selama 20 tahun. Ini adalah keinginan setiap orang kami untuk mengakhiri perang, ”kata juru bicara itu.

“Kami dapat memanfaatkan kesempatan ini dan yakin bahwa rakyat kami mampu membangun kembali negara mereka.”

Juru bicara Taliban mengatakan kelompok Afghanistan itu, yang digulingkan dari kekuasaan oleh pendudukan pimpinan AS pada 2001, telah melakukan kontak dengan beberapa negara dan organisasi selama 10-15 tahun terakhir.

“Selama periode ini, Taliban berhasil menciptakan kesepahaman dengan pihak-pihak ini meskipun ada perbedaan pendapat,” lanjut dia.

Juru bicara itu mengatakan komunikasi sesama telah membantu menyelesaikan kesalahpahaman antara Taliban dan pihak lain.

“Kami telah mencoba ini dengan beberapa negara ketika kami berkomunikasi dengan mereka,” kata Naeem tanpa menyebut nama negara-negara tersebut.

Dia mengatakan gerakannya sedang berkomunikasi dengan sejumlah negara. “Mereka mungkin mengangkat beberapa masalah seperti masalah narkoba,” kata Naeem.

“Kami di masa lalu berhasil menghilangkan masalah ini, tetapi ini membutuhkan bantuan dari semua pihak, terutama masyarakat internasional,” urai dia.

Hak Perempuan

baca juga

Juru bicara Taliban mengatakan agama Islam melindungi hak-hak perempuan dan minoritas.

“Kami benar-benar berkomitmen untuk [melindungi] hak-hak perempuan. Perempuan memiliki hak atas pendidikan, pekerjaan, dan kekayaan," kata Naeem.

Dia melanjutkan, “Kami meyakinkan semua tentang ini. Kami tidak akan mengatakan bahwa situasinya akan membaik dalam satu atau dua hari saja. Kami ingin diberikan kesempatan untuk memecahkan masalah ini.”

Juru bicara Taliban itu menyesalkan bahwa kelompoknya telah menjadi sasaran media selama dua dekade terakhir.

“Mereka semua menentang kami dan kami tidak memiliki kesempatan untuk berbicara kecuali selama tiga tahun terakhir,” jelas dia.

Adapun bentuk pemerintahan di Afghanistan pada periode mendatang, juru bicara Taliban mengatakan "aturannya harus sesuai Islam".

“Lebih dari 99 persen orang Afghanistan adalah Muslim sehingga orang-orang harus diperintah sesuai dengan keyakinan, tradisi, dan norma mereka,” imbuh dia.

“Semua upaya pendudukan untuk mengubah keyakinan dan tradisi masyarakat telah gagal.”

Dia mengatakan bahwa pemerintahan Afghanistan harus Islami. Ada banyak bentuk pemerintahan dalam Islam, dan pemilu adalah alat tetapi bukan tujuan.

Dialog

Juru bicara Taliban itu menyalahkan Amerika Serikat (AS) dan kekuatan asing lainnya karena mendorong warga Afghanistan untuk keluar dari Afghanistan.

"Kami tahu masyarakat kami. Jika saya memberi tahu seseorang bahwa saya akan menerbangkannya ke AS atau negara lain tanpa perlu memiliki paspor, tentu saja dia akan pergi," kata Naeem.

Juru bicara Taliban mengatakan gerakannya berusaha untuk memecahkan masalah di Afghanistan melalui dialog dan memberikan pemahaman.

“Kebijakan kami bertujuan untuk menyelesaikan masalah melalui dialog. Ini telah membuahkan hasil di semua negara dunia,” sebut dia.

Juru bicara itu mengatakan Taliban berhasil menguasai Afghanistan dengan mencapai kesepahaman.

“Kami tidak ingin masalah atau perang,” kata Naeem.

“Mengakhiri perang telah menjadi keinginan semua orang Afghanistan. Kami menyarankan semua orang sekali lagi agar hidup bersama,” seru dia.

Naeem mengatakan Taliban telah mengumumkan amnesti kepada semua pegawai pemerintah.

“Kami menantikan masa depan yang baru dan membangun negara kami,” kata dia.

“Kami telah meyakinkan semua karyawan militer dan non-militer bahwa mereka akan memiliki kesempatan di masa depan untuk melayani rakyat dan negara mereka.”

Bandara Kabul

Adapun usulan pengawasan PBB terhadap Bandara Kabul, juru bicara Taliban mengatakan bandara tersebut dibangun di wilayah Afghanistan.

“Orang Afghanistan bertanggung jawab atas tanah dan kepentingan mereka. Ini masalah kedaulatan,” tekan dia.

"Pengelolaan negara kami adalah tanggung jawab kami dan kami memiliki kemampuan untuk melakukannya," kata Naeem, menambahkan bahwa para pejuang Taliban akan mengamankan bandara.

Juru bicara Taliban meminta semua negara untuk menghormati hukum dan kedaulatan Afghanistan.

“Kami tidak ingin memberikan negara kami kepada orang lain untuk menjalankannya,” kata Naeem.

“Kami siap menyelesaikan masalah dengan semua pihak melalui dialog dan tanpa mengabaikan hak-hak negara kami,” pungkas dia. (Sumber: kantor Berita Anadolu)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Mantan Menteri yang Kini Jadi Pengantar Pizza

Kisah Mantan Menteri yang Kini Jadi Pengantar Pizza

Sumut | Kamis, 26 Agustus 2021 | 09:48 WIB

Ratusan Pekerja Media Kabur dari Afghanistan, Diterima di Meksiko

Ratusan Pekerja Media Kabur dari Afghanistan, Diterima di Meksiko

News | Kamis, 26 Agustus 2021 | 08:15 WIB

Puluhan Pelajar AS Terjebak di Afghanistan

Puluhan Pelajar AS Terjebak di Afghanistan

News | Kamis, 26 Agustus 2021 | 05:31 WIB

Warga Afghanistan Terciduk Bawa Narkoba di Puncak Bogor

Warga Afghanistan Terciduk Bawa Narkoba di Puncak Bogor

Jabar | Kamis, 26 Agustus 2021 | 06:00 WIB

Nasib Kompetisi Sepakbola Afghanistan di Tengah Kudeta Taliban

Nasib Kompetisi Sepakbola Afghanistan di Tengah Kudeta Taliban

Bola | Rabu, 25 Agustus 2021 | 20:57 WIB

Insinyur AS Ditawan Taliban, Adik: Tolong Presiden Joe Biden Bebaskan Dia

Insinyur AS Ditawan Taliban, Adik: Tolong Presiden Joe Biden Bebaskan Dia

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 20:37 WIB

Australia Evakuasi Orang di Afganistan, Tapi Tolak Visa Eks Satpam Kedubes

Australia Evakuasi Orang di Afganistan, Tapi Tolak Visa Eks Satpam Kedubes

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 20:24 WIB

Terkini

Lagu Bupati Purwakarta Dinilai Bias Gender, Partai Diminta Beri Teguran

Lagu Bupati Purwakarta Dinilai Bias Gender, Partai Diminta Beri Teguran

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:50 WIB

Jakbar Darurat Judol, 89 Ribu Warga Setor Rp600 Miliar ke Bandar

Jakbar Darurat Judol, 89 Ribu Warga Setor Rp600 Miliar ke Bandar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:41 WIB

Momen Hangat di Istana, Presiden Belarus Hadiahi Prabowo Pena Emas

Momen Hangat di Istana, Presiden Belarus Hadiahi Prabowo Pena Emas

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:31 WIB

Skandal Korupsi MBG: Kejagung Ungkap Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Proyek Motor BGN

Skandal Korupsi MBG: Kejagung Ungkap Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Proyek Motor BGN

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:27 WIB

Pendapatan Ojol Turun Usai Skema 8 Persen, DPR Minta Tarif Diatur

Pendapatan Ojol Turun Usai Skema 8 Persen, DPR Minta Tarif Diatur

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:22 WIB

Flyover Latumenten Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026, Bakal Urai Kemacetan Grogol Hingga Slipi

Flyover Latumenten Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026, Bakal Urai Kemacetan Grogol Hingga Slipi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:12 WIB

Main Proyek Ompreng MBG, Brigjen  Lalu Muhammad Iwan Mahardan Ditahan Kejagung Terkait Korupsi BGN!

Main Proyek Ompreng MBG, Brigjen Lalu Muhammad Iwan Mahardan Ditahan Kejagung Terkait Korupsi BGN!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:10 WIB

Indonesia-Belarus Luncurkan Roadmap Kerja Sama Bilateral, Fokus Pangan dan Energi

Indonesia-Belarus Luncurkan Roadmap Kerja Sama Bilateral, Fokus Pangan dan Energi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:59 WIB

Lagu Bupati Purwakarta Om Zein Diduga Rendahkan Perempuan, Gerindra Ingatkan Kader Jaga Etika

Lagu Bupati Purwakarta Om Zein Diduga Rendahkan Perempuan, Gerindra Ingatkan Kader Jaga Etika

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:52 WIB

Untar Hormati Proses Hukum Gugatan Mahasiswa, Klaim Sudah Upayakan Penyelesaian Kekeluargaan

Untar Hormati Proses Hukum Gugatan Mahasiswa, Klaim Sudah Upayakan Penyelesaian Kekeluargaan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:49 WIB

×