alexametrics

Dana 5 M Lebih untuk Renovasi Ruang Kerja Mendikbud, Guru Besar UIN Sindir soal Empati

Dany Garjito | Aprilo Ade Wismoyo
Dana 5 M Lebih untuk Renovasi Ruang Kerja Mendikbud, Guru Besar UIN Sindir soal Empati
Mendikbud Nadiem Makarim saat acara Lepas Sambut di Kemendikbud, Jakarta, Rabu (23/10). [Suara.com/Arya Manggala]

"Dana sebesar itu semestinya lebih patut digunakan untuk kebutuhan mendesak," ujarnya.

Suara.com - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Azyumardi Azra baru-baru ini menyoroti soal rencana renovasi ruang kerja Mendikbud yang disebut menelan anggaran hingga Rp 5 miliar lebih.

Lewat sebuah cuitan yang diunggah di akun Twitternya, Kamis (9/9/2021) Azyumardi menyayangkan rencana renovasi yang menelan dana tak sedikit tersebut.

Mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode 1998-2006 tersebut menilai renovasi tersebut tidak terlalu mendesak sehingga harus menelan dana sebesar itu.

"Seharusnya pejabat seperti Mendikbud tidak sampai menghabiskan anggaran sampai Rp 5 milyar-an untuk rencana renovasi ruang kerja sendiri. Pasti renovasi itu tidak mendesak," tulisnya dalam sebuah cuitan, dikutip Suara.com, Jumat (10/9/2021).

Baca Juga: Viral Cewek Memfoto Nasi Padang Sebelum Dimakan, Aksi Jahil Teman Bikin Hilang Nafsu Makan

Lebih baik digunakan untuk hal mendesak

Lebih lanjut, Azyumardi berpendapat bahwa dana tersebut lebih baik digunakan untuk hal-hal yang lebih mendesak, seperti  membantu anak-anak yang kesulitan dalam hal pendidikan selama pandemi.

"Dana sebesar itu semestinya lebih patut digunakan untuk kebutuhan mendesak, seperti membantu anak-anak yang tertinggal pendidikannya karena wabah Covid-19--bahkan puluhan ribu menjadi yatim piatu ditinggalkan ayah-ibu mereka," lanjutnya.

Sindir soal empati

Di cuitan yang lain, Azyumardi menyebut sebagai menteri yang mengurusi pendidikan dan kebudayaan, Mendikbud selayaknya menunjukkan perilaku yang berkebudayaan.

Baca Juga: Biaya Renovasi Ruang Mendikbud Ristek Nadiem Capai Rp5 Milyar, Dianggap Tak Miliki Empati

Ia juga menyinggung soal empati yang harus ditunjukkan Mendikbud terhadap anak didik yang saat ini banyak yang kesusahan.

"Seharusnya Menteri yang mengurusi pendidikan dan kebudayaan menunjukkan perilaku ber-kebudayaan, yaitu 'sense of crisis' dan sikap empati untuk membantu anak didik yang terkapar; dan menolak menggunakan anggaran untuk hal tidak urgen, (Prof Azyumardi Azra, CBE)," pungkasnya.

Cuitan Azyumardi Azra soal rencana renovasi ruang kerja Mendikbud (twitter)
Cuitan Azyumardi Azra soal rencana renovasi ruang kerja Mendikbud (twitter)

Komentar warganet

Melihat cuitan-cuitan tersebut, para warganet lantas menuliskan beragam komentar. Sebagian besar dari mereka menyayangkan rencana renovasi ruang kerja Mendikbud tersebut.

"Semoga bisa dimunculkan ke publik hasil renovasinya seperti apa.. penasaran banget soalnya 5M bisa buat bangun rumah, kali aja dia ruang kerjanya 3 tingkat," komentar salah satu warganet.

"Nah hal tersebut sepertinya kategori tidak penting dan tidak urgen. Semestinya orang cerdas sanggup memilah dan mengutamakan kepentingan," sahut warganet lain.

"Ini permintaan Menteri atau bawahannya pejabat yang membidangi? Coba tanyakan Sekjen Kemendikbud saja pak," komentar warganet lain.

"Mungkin bukan renovasi bangunannya, tapi karena kebutuhan model pendidikan yang mengarah digital, perlu penmbahan infrastruktur," ujar salah satu warganet.

"Biar kekinian lah," komentar seorang warganet.

Video yang mungkin terlewat oleh anda:

Komentar