BI Sulap 72 Persen Limbah Uang Kertas Jadi Cendera Mata dan Sumber Energi

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:32 WIB
BI Sulap 72 Persen Limbah Uang Kertas Jadi Cendera Mata dan Sumber Energi
Ilustrasi rupiah. (Pexels/Polina Tankilevitch)
baca 10 detik
  • Bank Indonesia mengolah limbah racik uang kertas menjadi cendera mata bersama UMKM dan sumber energi industri.
  • Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali menyatakan inovasi ramah lingkungan ini berhasil meraih penghargaan IACA Award 2026.
  • Bank Indonesia menargetkan seluruh limbah racik uang kertas dapat diolah secara sirkuler pada tahun 2027 mendatang.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) terus mendorong penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan uang Rupiah dengan memanfaatkan limbah racik uang kertas menjadi produk bernilai tambah.

Hingga saat ini, sebanyak 72 persen limbah racik uang kertas telah diolah melalui berbagai skema pemanfaatan.

Salah satu langkah yang dilakukan BI adalah bekerja sama dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengolah limbah racik uang menjadi cendera mata.

Selain itu, BI bermitra dengan perusahaan pengolahan energi untuk memanfaatkan limbah racik uang sebagai tambahan sumber energi bagi pembangkit listrik maupun kebutuhan industri.

Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, mengatakan, pengelolaan uang Rupiah kini menghadapi tuntutan keberlanjutan lingkungan.

Menurut dia, uang yang sudah tidak layak edar tidak semata-mata harus dimusnahkan, tetapi juga dapat dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan nilai baru.

Bank Indonesia, Jakarta. [Antara//M Risyal Hidayat/wsj]
Bank Indonesia, Jakarta. [Antara//M Risyal Hidayat/wsj]

“Pengelolaan Rupiah tidak berhenti ketika uang tidak lagi layak edar. Ketika uang tidak lagi layak edar, pertanyaannya bukan lagi sekadar bagaimana memusnahkannya, tetapi bagaimana memberikan nilai baru melalui pemanfaatan yang produktif,” jelas Ricky dalam siaran pers yang diterima, Selasa (18/8/2026).

Untuk mendukung hal tersebut, BI melakukan transformasi ramah lingkungan dalam seluruh proses pengelolaan uang Rupiah, mulai dari pencetakan, pengedaran, hingga pemusnahan.

Inovasi tersebut juga telah meraih penghargaan International Association of Currency Affairs (IACA) Award 2026.

baca juga

BI menargetkan, seluruh limbah racik uang dapat diolah secara sirkuler pada 2027.

Langkah tersebut diharapkan membuat pengelolaan uang Rupiah tidak hanya mendukung kelancaran sistem pembayaran, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan perekonomian.

Upaya serupa juga dilakukan sejumlah bank sentral di kawasan. Bank Negara Malaysia (BNM), misalnya, mengolah limbah racik uang menjadi berbagai produk.

Sementara itu, Bank of Thailand menggunakan bahan kertas yang lebih tahan lama untuk memperpanjang masa edar uang.

Penggunaan bahan yang lebih tahan lama tersebut diharapkan dapat mengurangi kebutuhan pencetakan ulang akibat uang yang rusak atau usang sekaligus meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan pengelolaan uang.

Berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa aspek keberlanjutan semakin menjadi bagian penting dalam pengelolaan uang oleh bank sentral, termasuk dalam pengelolaan Rupiah di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cadangan Devisa RI Turun Jadi Rp2.600 Triliun, BI Ungkap Penyebabnya

Cadangan Devisa RI Turun Jadi Rp2.600 Triliun, BI Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Prabowo Putuskan Gubernur BI Pekan Ini, Destry Damayanti Segera Dilantik?

Prabowo Putuskan Gubernur BI Pekan Ini, Destry Damayanti Segera Dilantik?

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:11 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, BI Sebut Permintaan Domestik Masih Solid

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, BI Sebut Permintaan Domestik Masih Solid

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:14 WIB

DPR Mulai Terlibat, Purbaya Ungkap Nasib Independensi BI di UU P2SK Terbaru

DPR Mulai Terlibat, Purbaya Ungkap Nasib Independensi BI di UU P2SK Terbaru

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:49 WIB

Purbaya Bantah Rumor BI Masuk Kabinet di Bawah Naungan Kemenkeu

Purbaya Bantah Rumor BI Masuk Kabinet di Bawah Naungan Kemenkeu

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:17 WIB

Purbaya Bantah Jadi Calon Gubernur BI, Klaim Bersyukur Dikasih Jabatan Menkeu

Purbaya Bantah Jadi Calon Gubernur BI, Klaim Bersyukur Dikasih Jabatan Menkeu

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Terkini

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:59 WIB

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:30 WIB

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:24 WIB

×