Menkes Budi: Penanganan Covid-19 Indonesia Dipuji Negara Lain, Dirisak Negeri Sendiri

Bangun Santoso, Stephanus Aranditio

Jum'at, 10 September 2021 | 09:57 WIB
Menkes Budi: Penanganan Covid-19 Indonesia Dipuji Negara Lain, Dirisak Negeri Sendiri
Tangkapan layar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang dipantau daring, Senin (26/7/2021). (ANTARA/Devi Nindy)

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengklaim banyak negara lain memuji penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, sementara orang dalam negeri justru mem-bully-nya atau merisak.

Budi mengatakan, hal itu disampaikan sejumlah pejabat negara lain dalam pertemuan Menteri Kesehatan negara G20 awal September ini di Roma, Italia.

"Untuk mengatasi pandemi mereka juga muji juga, kok akhirnya turunnya hebat sekali, tapi saya dengan kerendahan hati saya bilang sebagian turunnya itu dia karena memang kita tim seluruh Indonesia bekerja keras," kata Budi dalam diskusi virtual, Kamis (9/9/2021).

Dia juga menyontohkan Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza terkejut melihat vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang lebih cepat dari negaranya.

"Yang kaget pertama kali adalah Menteri Kesehatan Italia karena dia kan penduduknya 57 juta jadi kita udah menyuntik ke lebih banyak orang dibandingkan Italia, kita juga sudah menyusul Jerman dari sisi jumlah orang yang kita kan suntikan," katanya.

Kata dia, mereka terkejut karena Indonesia negara yang tidak memiliki pabrik vaksin, tapi bisa menggelar vaksinasi massal dengan cepat.

"Kita nggak punya pabrik vaksin, tetapi kita melobi semua produsen untuk dapat sebanyak-banyaknya vaksin. Total vaksin yang kita udah terima yang dari donasi mungkin sudah hampir 40 juta dosis," tuturnya.

Budi mengungkapkan saat ini posisi Indonesia berada di ranking 6 dari sisi jumlah vaksinasi, sesudah China, India, Amerika Serikat, Brazil, dan Jepang.

Namun di dalam negeri, Budi mengaku sering dibully netizen terkait penanganan Covid-19 yang dinilai kurang maksimal, khususnya soal kemampuan testing dan tracing oleh pemerintah.

baca juga

"Saya ingat waktu pertama kali saya masuk (jadi Menkes), testingnya 20-30 ribu per hari sampel, orangnya 15-20 ribu orang dibully netizen, sekarang sudah naik 200-250 ribu sampel per hari, ya sama juga dibully," ungkapnya.

"Jadi pengalaman saya kerja di publik service ini apapun yang dilakukan ya dibully juga, gak papalah yang penting niatnya baik menyelamatkan rakyat, ini konsekuensi jadi pejabat publik," sambung Budi.

Untuk diketahui, sejauh ini pemerintah telah menyuntikkan vaksin dosis pertama sebanyak 70.322.560 orang (33,77 persen) dan baru 40.362.820 orang (19.38 persen) yang menerima dosis kedua atau selesai vaksinasi Covid-19.

Sementara total sasaran vaksin adalah 208.265.720 atau 70 persen warga Indonesia yang ditargetkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi harus selesai dalam waktu satu tahun untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lokasi dan Jadwal Vaksinasi Covid-19 Jumat 10 September di Jakarta, Ayo Daftar!

Lokasi dan Jadwal Vaksinasi Covid-19 Jumat 10 September di Jakarta, Ayo Daftar!

News | Jum'at, 10 September 2021 | 09:55 WIB

Blak-blakan Luhut Soal Capaian Penanganan Covid-19 di Indonesia dan Prediksi Kasus Harian

Blak-blakan Luhut Soal Capaian Penanganan Covid-19 di Indonesia dan Prediksi Kasus Harian

News | Jum'at, 10 September 2021 | 08:57 WIB

Biaya Renovasi Ruang Mendikbud Ristek Nadiem Capai Rp5 Milyar, Dianggap Tak Miliki Empati

Biaya Renovasi Ruang Mendikbud Ristek Nadiem Capai Rp5 Milyar, Dianggap Tak Miliki Empati

Bisnis | Jum'at, 10 September 2021 | 08:03 WIB

Duka Indonesia, 730 Dokter Gugur Akibat Pandemi COVID-19

Duka Indonesia, 730 Dokter Gugur Akibat Pandemi COVID-19

Sumsel | Jum'at, 10 September 2021 | 07:05 WIB

Duh, Studi Ungkap Ivermectin Sebabkan Kemandulan pada Lelaki

Duh, Studi Ungkap Ivermectin Sebabkan Kemandulan pada Lelaki

Health | Jum'at, 10 September 2021 | 06:30 WIB

Heboh Anak Artis Lapor Polisi Tolak Vaksin: Aku Berhak Menolak Jadi Bahan Eksperimen

Heboh Anak Artis Lapor Polisi Tolak Vaksin: Aku Berhak Menolak Jadi Bahan Eksperimen

Hits | Jum'at, 10 September 2021 | 06:16 WIB

Capaian Vaksinasi Covid-19 di Sumbar, Agam Paling Rendah

Capaian Vaksinasi Covid-19 di Sumbar, Agam Paling Rendah

Sumbar | Jum'at, 10 September 2021 | 08:15 WIB

Terkini

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×