alexametrics

Staf Khusus Menpora Pastikan DBON Atur Pembinaan Atlet Disabilitas

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Staf Khusus Menpora Pastikan DBON Atur Pembinaan Atlet Disabilitas
Dok: Kemenpora

DBON saat ini memiliki landasan hukum berupa Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021.

Suara.com - Staf Khusus Menteri  Bidang Kreativitas dan Inovasi Kaum Milenial, Alia Noorayu Laksono memastikan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang disusun Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) atur pembinaan atlet disabilitas atau atlet paragames. 

Hal ini disampaikan Alia Laksono dalam acara Pelatihan Tenaga Pendamping bagi Pemuda Berkebutuhan Khusus di Hotel Sofitel Bali, Kamis (23/9/2021) siang. 

Menurut Alia, DBON saat ini memiliki landasan hukum berupa Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021. Adapun sasaran utama DBON ini adalah terbentuknya prestesi Olahraga dunia melalui program pembinaan atlet jangka panjang berbasis Ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan atau sport science hingga tahun 2045. 

"Ini dalam rangka mencapai target meraih peringkat kelima pada Ollimpiade Games dan Paraliampiade Tahun 2044 ," kata Alia. 

Baca Juga: Kemenpora Dukung Inovasi Digital Leadership Bagi Pemuda Berkebutuhan Khusus

Disamping itu, untuk mewujudkan perkembangan Industri olahraga meliputi Industri barang, industri jasa, dar Industri pariwisata yang berkualitas. 

"Sehingga Industri olahraga mampu berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi dan berperan aktif mendukung pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi nasional," pungkasnya. 

Selanjutnya yakni terwujudnya tata kelola pembinaan dan pengembangan olahraga nasional yang modem, sistematis, sinergi akuntabel berjenjang dan berkelanjutan mulai dari Ingkat kebupatan hingga ke tingkat nasional. 

"Dan ini dukung dengan Integrasi data dalam satu sistem Informasi keolahragaan nasional yang profesional," jelasnya. 

Sementara terkait kebijakan dan strategi pemerintah dalam untuk atlet difabel dalam DBON antara lain pertama, DBON menjamin penyelenggaraan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di satuan pendidikan termasuk memberikan layanan PJOK adaptif bagi satuan pendidikan yang memiliki peserta didik penyandang disabilitas. 

Baca Juga: PON Papua Boleh Dihadiri Penonton, Kemenpora Yakin Taat Prokes

"Kedua memberikan dukungan pembinaan untuk 5 cabang Olahraga unnggulan Paralympic Games, dan pengembangan Industi Olahraga bagi cabang Olahraga yang digemari Masyarakat oleh badan usaha milik negara berkoordinasi dengan kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Olahraga," jelansya. 

Komentar