Jusuf Kalla: Masjid Jangan Bikin Unit Usaha

Erick Tanjung

Rabu, 29 September 2021 | 15:46 WIB
Jusuf Kalla: Masjid Jangan Bikin Unit Usaha
Ketua Dewan Masjid Indonesia dan juga mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla alias JK. (istimewa)

Suara.com - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mengimbau seluruh pengurus masjid di daerah untuk tidak membangun unit usaha atau koperasi karena lebih berpotensi pada kerugian.

"Saya selalu katakan masjid jangan berdagang atau berusaha. Saya tegaskan bahwa masjid jangan berdagang, tapi jemaahnya yang berdagang," kata JK di acara penandatanganan nota kesepahaman antara Bank Syariah Indonesia atau BSI dan DMI di Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Imbauan tersebut muncul dari pengalaman pribadi Jusuf Kalla saat menjadi ketua masjid di Makassar, Sulawesi Selatan. Saat itu, dia membuat masjid bergerak di bidang unit usaha dan koperasi, namun usaha itu gagal dan merugi.

"Pengalaman saya sebagai ketua masjid di Makassar, dua kali saya bikin unit usaha seperti koperasi dan usaha milik masjid. Semuanya rugi dan saya harus tanggung jawab karena saya ketuanya," ujarnya.

Oleh karena itu, dia mendorong para penceramah di masjid untuk menekankan tentang pentingnya akidah dan muamalah, serta membahas tentang ekonomi agar ekonomi umat Islam menjadi bangkit.

"Saya selalu ajarkan dalam isi ceramah di masjid atau pengajian, 60 persen porsinya membahas tentang akidah, muamalah dan sebagainya; sisanya kita membahas tentang ekonomi, apakah itu perdagangan, perikanan atau pertanian, disesuaikan dengan daerah masing-masing," jelasnya.

Terkait ekonomi umat Islam, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 itu mengatakan potensi mengembangkan ekonomi umat melalui masjid cukup besar. Dia menghitung apabila setiap Jumat terdapat sedikitnya 100 orang beribadah di masjid, maka seluruh masjid di Indonesia menjadi potensi pasar menjanjikan.

Oleh karena itu, JK mendorong BSI untuk memperluas kerja sama dengan pengurus masjid dengan umat Islam sebagai pangsa pasar yang cukup tinggi.

"Mungkin setiap habis Salat Jumat panggil orang BSI untuk bicara bagaimana caranya mendapat modal atau bekerja sama dengan BSI. Jadi BSI itu jangan menyasar masjidnya, tapi jemaah masjidnya," tuturnya. (Antara)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jusuf Kalla Selalu Rugi Kelola Usaha Masjid di Makassar

Jusuf Kalla Selalu Rugi Kelola Usaha Masjid di Makassar

Sulsel | Rabu, 29 September 2021 | 15:41 WIB

Jusuf Kalla: Masjid Jangan Bangun Unit Usaha, Selalu Rugi

Jusuf Kalla: Masjid Jangan Bangun Unit Usaha, Selalu Rugi

Sulsel | Rabu, 29 September 2021 | 15:33 WIB

JK Kecam Keras Pembakaran Mimbar Masjid Raya Makassar

JK Kecam Keras Pembakaran Mimbar Masjid Raya Makassar

Video | Minggu, 26 September 2021 | 15:00 WIB

Terkini

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:11 WIB

Syarat Perpanjang SKCK Beda Domisili, Dokumen Apa Saja yang Diperlukan?

Syarat Perpanjang SKCK Beda Domisili, Dokumen Apa Saja yang Diperlukan?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Pembalut Kain Cuci Ulang Apakah Aman? Alternatif Bebas Kena Pajak 11 Persen

Pembalut Kain Cuci Ulang Apakah Aman? Alternatif Bebas Kena Pajak 11 Persen

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Tips Berkendara Setelah Jumper Aki Mobil agar Daya Terisi Optimal

Tips Berkendara Setelah Jumper Aki Mobil agar Daya Terisi Optimal

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:05 WIB

×