Petunjuk Keberadaan Planet di Luar Bima Sakti Seukuran Saturnus Ditemukan

Siswanto, BBC

Selasa, 26 Oktober 2021 | 17:07 WIB
Petunjuk Keberadaan Planet di Luar Bima Sakti Seukuran Saturnus Ditemukan
BBC

Suara.com - Sejumlah ahli astronomi menemukan tanda-tanda keberadaan sebuah planet, yang boleh jadi merupakan planet pertama yang ditemukan di luar Galaksi Bima Sakti.

Sejauh ini, hampir 5.000 "exoplanet" (planet-planet yang mengelilingi bintang nan jauh dari Matahari) telah ditemukan, namun semuanya berada di dalam Galaksi Bima Sakti.

Sinyal yang kemungkinan merupakan planet di luar Bima Sakti ditemukan menggunakan Telescope Chandra X-ray milik NASA. Lokasinya berada di Galaksi Messier 51—sejauh 28 juta tahun cahaya dari Bima Sakti.

Hasil terbaru ini berdasarkan transit, manakala sebuah planet melintas di depan sebuah bintang sehingga menutupi sebagian cahaya bintang dan menghasilkan kerlip nan khas yang bisa dideteksi teleskop-teleskop.

Metode ini telah digunakan sebelumnya untuk menemukan ribuan exoplanet.

Baca juga:

Dr Rosanne Di Stefano dan kolega-koleganya selama ini mencari kerlip cahaya sinar-X dari sebuah obyek yang dikenal dengan sebutan biner sinar-X.

Obyek-obyek ini biasanya berisi bintang neutron atau lubang hitam yang menarik gas dari bintang pendamping yang mengorbit di dekatnya.

Materi dekat bintang neutron atau lubang hitam menjadi sangat panas dan berkilau pada rentang gelombang sinar-X.

baca juga

Lantaran wilayah yang menghasilkan sinar-X yang terang cukup kecil, sebuah planet yang melintas di depannya atau menghalanginya membuat transit jadi lebih mudah dideteksi.

Para anggota tim menggunakan teknik ini untuk mendeteksi kandidat exoplanet dalam sistem biner yang disebut M51-ULS-1.

"Metode yang kami kembangkan dan terapkan adalah metode satu-satunya yang dapat diterapkan saat ini untuk menemukan sistem planet di galaksi lain," kata Dr Di Stefano, dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics di Cambridge, AS, kepada BBC News.

"Metode ini unik serta cocok untuk menemukan planet-planet di sekitar biner sinar-X pada jarak manapun. Dari situ kami bsa mengukur kurva cahaya."

Berburu planet di masa mendatang

Biner sinar-X berisi sebuah lubang hitam atau bintang neutron yang mengorbit sebuah bintang pendamping dengan bobot sekitar 20 kali lipat dari Matahari.

Bintang neutron adalah sisa inti dari sebuah bintang yang luar biasa besar.

Proses transit berlangsung sekitar tiga jam. Selama periode itu, emisi sinar-X berkurang hingga mencapai nol.

Berdasarkan hal ini, ditambah informasi lain, para ahli astronomi memperkirakan kandidat planet boleh jadi seukuran Saturnus yang mengorbit bintang neutron atau lubang hitam sekitar dua kali jarak Saturnus dari Matahari.

Menurut Dr Di Stefano, metode ini tergolong sukses untuk menemukan exoplanet di Bima Sakti, tapi tidak demikian halnya ketika mengobservasi galaksi-galaksi lain. Sebagian karena jarak yang jauh mengurangi jumlah cahaya yang sampai ke teleskop. Hal itu pula menyebabkan banyak obyek memenuhi ruang kecil (yang dipantau dari Bumi) sehingga sulit memilah dan menentukan satu bintang dengan yang lain.

Menggunakan sinar-X, kata Dr Di Stefano, "mungkin hanya ada beberapa puluh sumber yang tersebar di seantero galaksi sehingga kami bisa memilahnya. Sebagai tambahan, himpunan bagian dari obyek-obyek ini begitu terang dalam sinar-X sehingga kami bisa mengukur kurva cahayanya.

"Terakhir, [penentunya adalah] emisi besar sinar-X dari wilayah kecil yang diblokir sebagian atau sepenuhnya oleh sebuah planet yang melintas."

Para peneliti mengakui bahwa diperlukan data lebih banya untuk memverifikasi penafsiran mereka.

Salah satu tantangannya adalah ukuran orbit kandidat planet tersebut. Lantaran orbitnya sedemikian besar, kandidat planet itu baru akan melintasi mitra biner-nya lagi sekitar 70 tahun mendatang. Artinya upaya untuk melakukan pengamatan lebih jauh dalam waktu dekat terbilang mustahil.

Tantangan lain yang menepis penafsiran soal kandidat planet di luar Bima Sakti adalah anggapan sejumlah ahli astronomi bahwa kerlip cahaya disebabkan awan gas dan debu yang melintas di depan sumber sinar-X.

Akan tetapi hal ini bisa ditepis karena karakter peristiwa yang terjad tidak cocok dengan ciri-ciri awan gas.

"Kami tahu kami membuat klaim yang berani dan menarik sehingga kami sudah tahu ahli astronomi lainnya akan meninjau hal ini dengan sangat hati-hati," kata salah satu penulis kajian, Julia Berndtsson dari Universitas Princeton, New Jersey, AS.

"Menurut kami, kami punya argumen yang kuat dan proses [peninjauan oleh ahli lain] adalah cara kerja sains."

Dr Di Stefano berkata generasi baru teleskop optik dan infra merah tidak akan mampu menghadapi masalah-masalah banyak obyek dan kerlip cahaya yang memudar, sehingga observasi rentang gelombang sinar-X boleh jadi merupakan metode primer guna mendeteksi planet-planet di galaksi lain.

Meski demikian, menurutnya, ada metode yang disebut perlensaan mikro yang menjanjikan untuk mengidentikasi planet di galaksi lain.

Kajian ini telah dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature Astronomy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cincin Saturnus akan Menghilang Bulan Ini: Ilmuwan Ungkap Alasannya

Cincin Saturnus akan Menghilang Bulan Ini: Ilmuwan Ungkap Alasannya

Tekno | Senin, 10 Maret 2025 | 03:45 WIB

Teleskop James Webb Temukan Suar Misterius di Dekat Lubang Hitam Raksasa Bima Sakti

Teleskop James Webb Temukan Suar Misterius di Dekat Lubang Hitam Raksasa Bima Sakti

Tekno | Kamis, 20 Februari 2025 | 18:03 WIB

Astronom Ungkap Misteri Cincin Jupiter yang Hilang

Astronom Ungkap Misteri Cincin Jupiter yang Hilang

Tekno | Senin, 25 Juli 2022 | 13:49 WIB

Terkini

6 Fakta Skandal BEM FH UBK Mengaku Dapat Uang 'Pelicin' dalam Demo Mahasiswa

6 Fakta Skandal BEM FH UBK Mengaku Dapat Uang 'Pelicin' dalam Demo Mahasiswa

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 08:23 WIB

Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...

Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:51 WIB

Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan

Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:38 WIB

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:19 WIB

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:08 WIB

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:01 WIB

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 22:40 WIB

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:32 WIB

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan!  Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:19 WIB

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:08 WIB