Siapa Olaf Scholz, Bakal Kanselir Pengganti Angela Merkel?

Siswanto, Deutsche Welle

Sabtu, 27 November 2021 | 18:12 WIB
Siapa Olaf Scholz, Bakal Kanselir Pengganti Angela Merkel?
DW

Suara.com - Sering disebut "mesin" atau "robot" karena bahasanya yang dianggap kaku dan terlalu teknis, Olaf Scholz bukan tipe politisi yang senang mandi popularitas. Dia malah tidak pernah benar-benar populer di partainya sendiri.

Saat Olaf Scholz, kandidat utama Sosialdemokrat SPD, naik ke panggung di markas partainya di Berlin pada malam hari pemilu, 26 September 2021, dia disambut dengan sorak-sorai anggota partainya yang sangat berterima kasih.

Bagaimana tidak, dia baru saja membawa SPD memenangkan pemilu, suatu hal yang beberapa bulan sebelumnya tampak mustahil.

Selama berbulan-bulan menjelang pemilu, SPD bertengger di 15% dalam jajak pendapat, jauh di belakang CDU dan Partai Hijau.

Olaf Scholz memang kemudian ditetapkan sebagai kandidat utama SPD, tapi dia tidak pernah benar-benar populer, bahkan di partainya sendiri.

Dua tahun sebelumnya, dia mencalonkan diri sebagai Ketua Umum SPD, tapi kalah dari calon yang diajukan kalangan sayap kiri.

Dalam kampanye pemilu, SPD akhirnya benar-benar fokus pada kandidat utamanya.

Poster Olaf Scholz terpampang dimana-mana. Tapi pria berusia 63 tahun itu bukan tipe politisi yang senang mencari popularitas di tengah massa.

Dia selalu tampil serius, hampir dingin, jauh dari euforia. Dia mendominasi poster, dia berdiri di tengah panggung dan dia mengambil bagian dalam debat politik, berharap untuk memproyeksikan citra negarawan berkepala dingin dengan pengalaman pemerintahan yang kuat baik di tingkat negara bagian maupun di pemerintah federal.

baca juga

Sayap konservatif SPD Olaf Scholz selalu dilihat sebagai bagian dari sayap konservatif di dalam SPD.

Selama bertahun-tahun dia dikenal dengan nama "Scholzomat," plesetan dari kata "Scholz" dan "Automat," atau mesin, karena cara dia berbicara yang sangat teknokratis.

Olaf Scholz pernah menjabat sebagai sekretaris jenderal SPD, menteri tenaga kerja federal, menteri dalam negeri di negara bagian Hamburg dan walikota Hamburg, sebelum menjadi menteri keuangan pada 2018 di bawah kanselir Angela Merkel.

Dia kemudian juga menjabat sebagai wakil kanselir. Cukup mengejutkan ketika dia ditetapkan sebagai kandidat utama SPD, karena sebelumnya dia kalah dalam pemilihan Ketua SPD.

Namun Olaf Scholz menekankan bahwa dia dan para pemimpin partai selalu "bekerja sama dengan erat dan harmonis".

"Kami sebenarnya mulai bekerja sama erat satu sama lain setelah pemilihan ketua SPD, dan rasa saling percaya yang sangat dekat tumbuh dari situ, sehingga pada titik tertentu saya merasa mereka (Ketua SPD) akan melamar saya," kata Olaf Scholz mengomentari penetapan dirinya sebagai kandidat utama.

Situasi itu adalah salah satu contoh, bagaimana Olaf Scholz menghadapi krisis dan pukulan politik: dia bangkit lagi, tidak mempedulikan suara-suara skeptis yang meragukan kemampuan dan posisi üpolitiknya.

Dia tampaknya punya rasa percaya diri yang sulit tergoyahkan. Selama beberapa dekade karir politiknya dia telah mengalami banyak pukulan, tetapi tidak ada yang membuatnya keluar dari politik atau meninggalkan partainya.

Pekerja keras yang introvert

Selama pandemi COVID-19, Olaf Scholz, sebagai menteri keuangan, mengucurkan miliaran euro untuk program bantuan sosial.

Sejak awal pandemi, mottonya adalah bahwa Jerman mampu mengatasi krisis ini secara finansial.

"Itu tidak perlu ditakuti, kita sudah pernah mengelolanya sekali, setelah krisis terakhir pada 2008/2009, dan kita akan mengelolanya lagi dalam waktu kurang dari 10 tahun," katanya.

Dalam kebijakan luar negeri, Olaf Scholz menjanjikan kontinuitas. Di bawah kepemimpinannya, Jerman akan bekerja untuk "Eropa yang kuat dan berdaulat" yang berbicara "dengan satu suara," "karena jika tidak, kami tidak akan dianggap," katanya.

Dengan jumlah populasi global yang akan mencapai 10 miliar orang, akan ada "banyak kekuatan di masa depan, tidak hanya Cina, AS, dan Rusia," tetapi juga banyak negara Asia, kata Olaf Scholz.

Olaf Scholz adalah politisi pragmatis yang introvert, yang hanya mengatakan sebanyak yang benar-benar diperlukan.

Hal itu membuatnya sulit mencapai popularitas politik. Ketika mencalonkan diri untuk jabatan-jabatan partai, Olaf Scholz biasanya mendapat hasil terburuk.

Namun dengan kerja keras, dia berhasil secara diam-diam dan efisien menaiki tangga politik, dan akhirnya menjadi pemimpin Jerman. (hp/yp)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Bansos Bukan Barang Gratis: Ada Amanah yang Harus Dijaga

Bansos Bukan Barang Gratis: Ada Amanah yang Harus Dijaga

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 10:00 WIB

Gara-gara Gadget, Budaya Baca Terancam? Ini Peringatan Tegas Wakil Ketua DPRD Jateng

Gara-gara Gadget, Budaya Baca Terancam? Ini Peringatan Tegas Wakil Ketua DPRD Jateng

Jawa Tengah | Senin, 21 September 2026 | 09:51 WIB

Nusron Wahid Jadi 'Gelandangan Politik' saat Diterpa Badai Korupsi?

Nusron Wahid Jadi 'Gelandangan Politik' saat Diterpa Badai Korupsi?

News | Senin, 21 September 2026 | 09:50 WIB

GPU dan Motherboard AMD Bakal Naik Harga, Apakah Ryzen Ikut Terdampak?

GPU dan Motherboard AMD Bakal Naik Harga, Apakah Ryzen Ikut Terdampak?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 09:50 WIB

Pertamina Mandalika Racing Series Dorong Ekosistem Motorsport Indonesia Tembus Panggung Dunia

Pertamina Mandalika Racing Series Dorong Ekosistem Motorsport Indonesia Tembus Panggung Dunia

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:47 WIB

Barang Mewah Tak Lagi Sekadar Gaya Hidup, Kini Bisa Jadi Aset yang Lebih Fleksibel

Barang Mewah Tak Lagi Sekadar Gaya Hidup, Kini Bisa Jadi Aset yang Lebih Fleksibel

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 09:44 WIB

Jejak Kontroversi Jule sebelum Terseret Kasus Narkoba: Perselingkuhan hingga Lepas Hijab

Jejak Kontroversi Jule sebelum Terseret Kasus Narkoba: Perselingkuhan hingga Lepas Hijab

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 09:44 WIB

Penjaga Gedung Walet di Metro Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar Mandi

Penjaga Gedung Walet di Metro Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar Mandi

Lampung | Senin, 21 September 2026 | 09:43 WIB

Pasar Kripto Menguat, CFX10 Naik 5,44% dalam Sepekan

Pasar Kripto Menguat, CFX10 Naik 5,44% dalam Sepekan

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:40 WIB

Road to Pertamina Eco RunFest 2026, Ajak Masyarakat Wujudkan Aksi Nyata Jaga Lingkungan

Road to Pertamina Eco RunFest 2026, Ajak Masyarakat Wujudkan Aksi Nyata Jaga Lingkungan

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:37 WIB

×