alexametrics

Jubir Pemerintah Jamin Kemudahan Akses Kesehatan Bagi Penyandang Disabilitas

Dwi Bowo Raharjo | Ummi Hadyah Saleh
Jubir Pemerintah Jamin Kemudahan Akses Kesehatan Bagi Penyandang Disabilitas
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 dr. Reisa Broto Asmoro, dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (26/3/2021). [Antara]

Reisa menjelaskan bahwa pemerintah dengan didukung oleh kerja sama berbagai pihak telah memberikan kemudahan akses kesehatan.

Suara.com - Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro, mengatakan pemerintah Indonesia selalu menjamin akses dan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas.

Pemerintah Indonesia kata Reisa, menjunjung prinsip bahwa seluruh masyarakat berhak atas akses pelayanan umum dan perlindungan terutama di masa pandemi Covid-19.

Reisa menuturkan, pemerintah sudah memasukkan kelompok disabilitas ke dalam prioritas vaksinasi Covid-19 dalam kategori masyarakat rentan.

Kementerian Kesehatan kata dia, memperkirakan jumlah sasaran vaksinasi penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 562.242 jiwa.

Baca Juga: Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Sejumlah Daerah di Indonesia

"Mereka (penyandang disabilitas) yang harus pertama-tama dilindungi karena rentan mengalami komplikasi penyakit berat apabila tertular Covid-19," ujar Reisa di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (3/12/2021).

Lebih lanjut, Reisa menjelaskan bahwa pemerintah dengan didukung oleh kerja sama berbagai pihak telah memberikan kemudahan akses kesehatan bagi masyarakat rentan dan penyandang disabilitas.

"Jutaan masyarakat Indonesia dari berbagai macam latar belakang bekerja sama mendaftarkan, mengatur transportasi antar jemput masyarakat lanjut usia, dan penyandang disabilitas ke fasilitas pelayanan kesehatan, tempat vaksinasi Covid-19," tutur Reisa.

Reisa mengatakan, pemerintah juga memastikan bahwa informasi mengenai pencegahan dan perkembangan terkini Covid-19 dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Pemerintah, khususnya KPC PEN dan Satgas Penanganan Covid-19, sejak awal pandemi Covid-19 di awal 2020 lalu, selalu memastikan juru bahasa isyarat selalu ada untuk membantu menyampaikan pesan-pesan pemerintah diterima dengan baik oleh semua kelompok masyarakat, termasuk mereka yang berkomunikasi dengan bahasa isyarat," katanya.

Baca Juga: Dampak Pandemi, Angka Kematian Ibu dan Bayi di Bantul Meningkat

Komentar