Dituduh Menista Agama, Pria Sri Lanka Dianiaya dan Dibakar di Pakistan

Siswanto, BBC

Selasa, 07 Desember 2021 | 13:03 WIB
Dituduh Menista Agama, Pria Sri Lanka Dianiaya dan Dibakar di Pakistan
BBC

Suara.com - Pengeroyokan secara brutal yang menewaskan seorang pria Sri Lanka atas tuduhan penistaan agama di Pakistan telah memicu protes di kedua negara. Pemimpin Pakistan dan Sri Lanka mengecam kekerasan main hakim sendiri tersebut.

Priyantha Diyawadanage, 48 tahun, seorang manajer sebuah pabrik di kota Sialkot, dianiaya sampai tewas pada Jumat lalu, dan tubuhnya dibakar.

Sejauh ini, lebih dari 100 orang ditangkap, kata Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.

Dia menggambarkan peristiwa ini sebagai "hari yang memalukan" bagi negaranya.

Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Gamini Peiris, mengecam aksi kekerasan itu. "Ini adalah pembunuhan yang brutal. Tidak bisa dibayangkan ada orang-orang yang bisa berbuat demikian."

Keluarga korban di Sri Lanka mengatakan pada BBC, mereka sudah hilang harapan.

Istri korban, Nilushi Dissanayaka, menyerukan pemerintah Pakistan dan Sri Lanka untuk membuka penyelidikan menyeluruh untuk "membawa keadilan bagi suami dan dua anak saya".

"Saya melihatnya dipukuli melalui internet... Peristiwa itu sangat tidak berperikemanusiaan," katanya.

Video yang menayangkan eksekusi mati tanpa proses pengadilan itu telah memadati media sosial akhir pekan kemarin. Video itu menunjukkan adegan kemarahan massa yang menyeret Diyawadanage dari tempat kerjanya, kemudian dikeroyok sampai mati.

baca juga

Mereka kemudian membakar tubuhnya, dan beberapa orang di tengah kerumunan tampak swafoto dengan jasadnya.

Apa yang memicu kekerasan gerombolan ini?

Aksi kekerasan ini dimulai setelah rumor menyebar bahwa Diyawadanage dituduh melakukan tindakan penistaan agama, dengan merobek poster bertuliskan Nabi Muhammad, kata kepala kepolisian setempat.

Tapi kawannya, yang bergegas ke lokasi untuk menyelamatkan Diyawadanage dari amukan massa, mengatakan kepada Associated Press Pakistan bahwa Diyawadanage hanya melepas poster saat dinding bangunan itu akan dibersihkan.

Istrinya juga menampik klaim penistaan agama.

"Saya sepenuhnya menolak laporan yang menyebutkan suami saya merobek poster di pabrik. Dia tak bersalah," katanya kepada BBC.

"Dia sangat sadar dengan kondisi kehidupan di Pakistan. Ini adalah negara Muslim. Dia tahu apa yang tidak boleh dilakukan di sana, dan begitulah caranya bekerja di sana sampai sebelas tahun."

Peristiwa pembunuhan keji yang terjadi Jumat lalu - dengan melibatkan ratusan orang - telah mengejutkan pemerintah dan memicu kewaspadaan.

Perdana Menteri Imran Khan mengutuk apa yang ia sebut "serangan main hakim sendiri yang mengerikan" dan berjanji bahwa "semua yang terlibat dalam kejadian itu akan menerima hukuman seberat-beratnya".

Penistaan agama diartikan sebagai hal yang menghina suatu agama atau Tuhan. Di Pakistan, pelakunya berisiko mendapat hukuman mati bagi siapa saja yang menghina Islam.

Undang-undang penistaan agama di negara itu mengatur tentang mengganggu pertemuan keagamaan, masuk tanpa izin di tanah pemakaman, menghina keyakinan agama atau dengan sengaja menghancurkan atau mencemari tempat atau objek ibadah.

Membuat komentar menghina terhadap tokoh Islam juga pelanggaran - dan pada 1982, terdapat klausul tambahan yang mengatur hukuman penjara seumur hidup bagi mereka yang "sengaja" menghina kitab suci umat Islam, Al-Quran.

Pada 1986, klausul terpisah dimasukkan bagi mereka yang melakukan penghinaan kepada Nabi Muhammad, dengan usulan hukuman "mati atau penjara seumur hidup".

Di Pakistan, bahkan tuduhan tak berdasar dapat memicu protes dan kekerasan massa terhadap tersangka. Aktivis HAM sudah lama berpendapat bahwa minoritas selalu dijadikan target atas tuduhan tersebut.

https://twitter.com/ImranKhanPTI/status/1466770570637422592


Perdana Menteri Imran Khan juga mengatakan sudah berbicara dengan Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa "untuk menyampaikan kegusaran dan rasa malu negara kami kepada rakyat Sri Lanka."

Pihak berwenang Sri Lanka belum sepenuhnya menanggapi kasus ini, karena kekhawatiran akan potensi kericuhan dan pembalasan dari komunitas Muslim lokal.

Mayat Diyawadanage dipulangkan Senin kemarin ke Sri Lanka, dan sejumlah orang memperkirakan unjuk rasa akan digelar di kota Colombo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Buku 'Memburu Muhammad', Polda Metro Jaya Turun Tangan Usut Dugaan Penistaan Agama

Heboh Buku 'Memburu Muhammad', Polda Metro Jaya Turun Tangan Usut Dugaan Penistaan Agama

News | Kamis, 24 September 2026 | 15:17 WIB

Abdullah Arrosyi Ngaku Ketemu Allah, Dicium Rasulullah dan Diberi Ludahnya

Abdullah Arrosyi Ngaku Ketemu Allah, Dicium Rasulullah dan Diberi Ludahnya

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:26 WIB

Profil Abah Setu, Pimpinan Majelis Dzikir di Bekasi yang Diduga Hina Nabi Muhammad SAW

Profil Abah Setu, Pimpinan Majelis Dzikir di Bekasi yang Diduga Hina Nabi Muhammad SAW

News | Jum'at, 11 September 2026 | 16:10 WIB

Polisi Pastikan Kasus Penistaan Agama Abah Setu Lanjut: Laporan Belum Dicabut!

Polisi Pastikan Kasus Penistaan Agama Abah Setu Lanjut: Laporan Belum Dicabut!

News | Jum'at, 11 September 2026 | 13:27 WIB

Siap Tutup Majelis Dzikirnya, MUI Bekasi Bakal Bina Abah Setu: Jangan Benci Orangnya

Siap Tutup Majelis Dzikirnya, MUI Bekasi Bakal Bina Abah Setu: Jangan Benci Orangnya

News | Jum'at, 11 September 2026 | 11:09 WIB

Clareesya RoBoKop Minta Maaf Unggah Foto Gaya Takbir Picu Polemik Isu Penistaan Agama

Clareesya RoBoKop Minta Maaf Unggah Foto Gaya Takbir Picu Polemik Isu Penistaan Agama

Entertainment | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:19 WIB

Setelah Seruan Boikot, Gedung Orang Tua Didemo Atas Tudingan Penistaan Agama

Setelah Seruan Boikot, Gedung Orang Tua Didemo Atas Tudingan Penistaan Agama

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:13 WIB

Massa FPI Geruduk Gedung OT Cengkareng, Jalan Macet Parah 1 Km

Massa FPI Geruduk Gedung OT Cengkareng, Jalan Macet Parah 1 Km

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:04 WIB

Bertambah, Total 4 Orang Jadi Tersangka Kasus Hafalan Alquran Berhadiah Miras

Bertambah, Total 4 Orang Jadi Tersangka Kasus Hafalan Alquran Berhadiah Miras

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Viral Promosi Miras Pakai Tantangan Baca Al Quran, Yusril Minta Polisi Bertindak

Viral Promosi Miras Pakai Tantangan Baca Al Quran, Yusril Minta Polisi Bertindak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:04 WIB

Terkini

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

×