Kritik Syuting Sinetron di Pengungsian Semeru, Bukhori F-PKS DPR: Tak Cerminkan Empati

Rizki Nurmansyah | Novian Ardiansyah | Suara.com

Kamis, 23 Desember 2021 | 10:14 WIB
Kritik Syuting Sinetron di Pengungsian Semeru, Bukhori F-PKS DPR: Tak Cerminkan Empati
Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PKS, Bukhori. (Youtube DPR RI)

Suara.com - Anggota Komisi VIII DPR Fraksi PKS, Bukhori mengatakan, proses syuting sinteron di pengungsian korban erupsi Gunung Semeru merupakan hal yang sangat tidak etis. Ia menganggap hal itu sebagai bentuk eksploitasi bencana.

Bukhori menilai proses syuting sangat tidak tepat dilakukan di tengah masyarakat yang sedang berkabung. Di mana mereka masih merasakan duka mendalam akibat kehilangan sanak keluarga akibat erupsi.

"Karena itu penyutingan sebuah sinetron yang tidak mencerminkan empati terhadap korban dan solusi bagi korban merupakan tindakan yang tidak tepat bahkan bisa disebut eksploitasi bencana untuk kepentingan materil semata," kata Bukhori kepada wartawan, Kamis (23/12/2021).

Bukhori mengimbau agar seluruh pihak dapat menempatkam empati sebagai hal utama dalam sebuah bencana.

"Sudah sepatutnya kita semua berempati sekurang-kurangnga terhadap semua korban bencana khususnya di Lumajang akibat erupsi Gunung Semeru," ujar Bukhori.

Bubarkan Aktivitas Tak Berkepentingan di Lokasi Pengungsian

Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto meminta pihak-pihak terkait melakukan langkah pencegahan, mulai dari pelarangan atau pembubaran kegiatan lain di luar aktivitas di area pengungsian.

Permintaan itu buntut dari adanya proses syuting sinetron di pengungsian korban erupsi Gunung Semeru.

Menurut Yandri, BNPB maupun BPND sebagai pihak yang berwenang terkait masalah penanganan bencana, dapat melakukan mitigasi pemanfaatan tempat pengungsian untuk kepentingan pihak tertentu.

"Ya semua pihak harus ikut mengawasi semua kegiatan yang tak patut dilaksanakan di area pengungsian harusnya dilarang dan dibubarkan bila masih nekat," kata Yandri kepada wartawan, Kamis (23/12/2021).

Yandri menilai sangat tidak layak proses syuting adegan sinetron dilakukan di lokasi pengungsian Semeru.

Diketahui sinetron yang dimaksud, yakni 'Terpaksa Menikahi Anak Muda'. Kekinian sinetron itu terancam diboikot publik, akibat proses syuting yang dinilai tidak pantas.

"Sangat tidak layak dan enggak manusiawi," kata Yandri kepada wartawan, Kamis (23/12/2021).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinetron Terpaksa Menikahi Tuan Muda Syuting di Erupsi Semeru, Rebecca: Saya Minta Maaf

Sinetron Terpaksa Menikahi Tuan Muda Syuting di Erupsi Semeru, Rebecca: Saya Minta Maaf

Bekaci | Kamis, 23 Desember 2021 | 08:19 WIB

Semalam Gunung Semeru Erupsi Lagi, Dilarang Lakukan Aktivitas di Radius 13 Km

Semalam Gunung Semeru Erupsi Lagi, Dilarang Lakukan Aktivitas di Radius 13 Km

Jatim | Kamis, 23 Desember 2021 | 07:58 WIB

Klarifikasi Sinetron ANTV Usai Dikecam Syuting di Pengungsian Semeru

Klarifikasi Sinetron ANTV Usai Dikecam Syuting di Pengungsian Semeru

Entertainment | Kamis, 23 Desember 2021 | 07:57 WIB

Syuting di Lokasi Bencana Semeru, Sinetron ANTV Dianggap Tak Punya Empati

Syuting di Lokasi Bencana Semeru, Sinetron ANTV Dianggap Tak Punya Empati

Entertainment | Kamis, 23 Desember 2021 | 06:35 WIB

PDI Perjuangan Klaim Baliho Puan di Desa Terdampak Semeru: Mohon Dilihat Maksudnya

PDI Perjuangan Klaim Baliho Puan di Desa Terdampak Semeru: Mohon Dilihat Maksudnya

Banten | Kamis, 23 Desember 2021 | 07:55 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB