Tempat Salat Jumat Terbatas, Minoritas Muslim India di Bawah Tekanan

Siswanto, BBC

Jum'at, 24 Desember 2021 | 15:30 WIB
Tempat Salat Jumat Terbatas, Minoritas Muslim India di Bawah Tekanan
DW

Suara.com - Dalam beberapa bulan terakhir, kelompok-kelompok kanan Hindu di Gurgaon dekat New Delhi kerap mengganggu jalannya ibadah salat Jumat di tempat terbuka. Mereka menganggap orang muslim menimbulkan risiko "keamanan."

Dinesh Bharti (40) bersama aktivis lainnya yang berkeliling di sekitaran Kota Gurgaon tak berhenti mengganggu umat muslim yang tengah menunaikan ibadah salat Jumat di tempat-tempat terbuka.

Hal ini semakin meningkatkan ketegangan sektarian di bawah pemerintah nasionalis Hindu India.

"Umat muslim yang salat di tempat terbuka menciptakan masalah di negara dan seluruh dunia," kata Bharti yang memiliki tilak merah di dahinya, menandai dia sebagai umat Hindu yang taat.

Terpilihnya Narendra Modi sebagai Perdana Menteri India pada tahun 2014 lalu menguatkan pandangan kelompok garis keras yang melihat India sebagai negara Hindu dan di mana 200 juta minoritas muslim di negara itu sebagai orang luar yang berpotensi menghadirkan ancaman.

Namun, pemeritah Modi menegaskan bahwa orang-orang dari semua agama memiliki hak yang sama.

Gurgaon adalah kota satelit modern di pinggiran ibu kota New Delhi. Kota ini jadi surga bagi para pekerja migran di sana.

Diperkirakan sekitar 500.000 orang muslim tinggal di sana. Di kota ini terdapat 15 masjid yang bisa digunakan umat muslim untuk beribadah, tetapi pemerintah setempat menolak izin untuk membangun lebih banyak lagi masjid, walau ketika jumlah candi Hindu di sana terus bertambah.

Akibatnya, umat muslim terpaksa menunaikan salat Jumat di tempat-tempat terbuka seperti lapangan parkir, tanah milik pemerintah di dekat pabrik, pasar, dan di lingkungan permukiman.

baca juga

Dilansir kantor berita AFP, pemerintah daerah terus memangkas jumlah tempat ibadah di tempat terbuka yang disetujui.

Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok-kelompok Hindu terus mengganggu mereka dengan meneriakkan berbagai slogan, memblokir jalan, dan mencela jemaah dengan menyebut mereka sebagai jihadis dan orang Pakistan.

'Tidak lagi ditoleransi'

Awal bulan ini, kepala menteri negara bagian Haryana, yang merupakan anggota Partai Bharatiya Janata Modi, menyatakan bahwa salat di luar ruangan di Gurgaon "tidak akan lagi ditoleransi".

Pada hari Jumat (17/12) dilaporkan bahwa ratusan orang muslim di seluruh kota harus antre untuk bergiliran beribadah di salah satu dari hanya enam tempat salat yang tersisa yang masih tersedia.

Sementara di lokasi lainnya, umat muslim dicemooh dan dipaksa untuk meneriakkan slogan-slogan seperti "Salam Dewa Ram" - dewa Hindu - oleh kelompok-kelompok kanan Hindu.

"Jika pemerintah tidak menemukan solusi untuk masalah ini, itu akan menjadi lebih rumit dan serius," kata Sabir Qasmi, seorang ulama muslim di kota itu.

Garis keras seumur hidup Modi sendiri adalah anggota seumur hidup dari kelompok nasionalis Hindu Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS).

Dia sempat dilarang masuk ke Amerika Serikat (AS) karena kerusuhan agama di Gujarat pada tahun 2002 ketika dia menjabat menteri kepala negara bagian Gujarat.

Sejak dia berkuasa, serangkaian hukuman mati tanpa pengadilan terhadap muslim oleh kelompok Hindu untuk apa yang disebut perlindungan sapi - hewan suci bagi banyak umat Hindu - dan kejahatan rasial lainnya telah menebarkan ketakutan dan keputusasaan di masyarakat.

Beberapa negara bagian telah mengeluarkan undang-undang anti-konversi ke Kristen dan Islam, termasuk melalui pernikahan - atau "jihad cinta" seperti yang disebut garis keras Hindu. Kelompok-kelompok kanan Hindu di Gurgaon mengatakan salat di tempat terbuka menimbulkan risiko "keamanan", menyebabkan masalah lalu lintas, dan mencegah anak-anak bermain kriket - olahraga populer di India.

Namun, para kritikus mengatakan alasan sebenar umat muslim menunaikan salat di tempat terbuka karena mereka tidak memiliki masjid baru karena kebijakan pemerintahan Modi.

Pengamat politik Arati R. Jerath mengatakan ada agenda untuk mengubah India dari negara yang pluralistik dan sekuler menjadi "negara Hindu."

"Apakah itu ruang ekonomi atau ruang untuk beribadah, atau ruang untuk makanan dan adat istiadat atau apa pun dengan identitas muslim, itu akan menjadi bagian dari proyek," kata Jerath kepada AFP.

"Ini belum tentu proyek yang disponsori pemerintah, tetapi tentu saja proyek oleh para pendukung pemerintah ini, yang...mendapatkan dukungan diam-diam dari pemerintah."

Dalam beberapa bulan terakhir puluhan orang dari kelompok kanan Hindu telah ditangkap karena kerap mengganggu jalannya ibadah salat Jumat di Gurgaon.

Ibadah salat Jumat di sana sekarang digelar dengan pengamanan dari kepolisian.

"Situasinya menakutkan. Kami tidak pernah menduga keadaan ini akan terjadi di Gurgaon," kata Altaf Ahmad, salah satu pendiri Dewan Muslim Gurgaon, organisasi masyarakat setempat. rap/ha (AFP, AP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Balik Sepiring MBG: Mengurai Risiko Keracunan dari Dapur hingga Meja Makan Siswa

Di Balik Sepiring MBG: Mengurai Risiko Keracunan dari Dapur hingga Meja Makan Siswa

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Gempa Flores Rusak Sejumlah Perangkat TelkomGroup, Pemulihan Terkendala Listrik

Gempa Flores Rusak Sejumlah Perangkat TelkomGroup, Pemulihan Terkendala Listrik

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:06 WIB

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam

Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:30 WIB

How to Make Millions Before Grandma Dies: Ketika Warisan Bukan Lagi Tujuan Utama

How to Make Millions Before Grandma Dies: Ketika Warisan Bukan Lagi Tujuan Utama

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:00 WIB

ASUS ExpertBook P5 G2: Laptop Tipis yang Mengubah AI Menjadi Teman Bisnis

ASUS ExpertBook P5 G2: Laptop Tipis yang Mengubah AI Menjadi Teman Bisnis

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Ulasan Perumahan Laddaland: Sajian Horor Spesial Awi Suryadi yang Kelam!

Ulasan Perumahan Laddaland: Sajian Horor Spesial Awi Suryadi yang Kelam!

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Terkini

Dari Lomba hingga Tawa, Anak-anak Mauk Belajar Berani di Momen Kemerdekaan

Dari Lomba hingga Tawa, Anak-anak Mauk Belajar Berani di Momen Kemerdekaan

Banten | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:33 WIB

Kesadaran Jaminan Hari Tua: Jangan Jadikan Anak sebagai Dana Pensiun

Kesadaran Jaminan Hari Tua: Jangan Jadikan Anak sebagai Dana Pensiun

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Jakarta Akan Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Jakarta Akan Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:26 WIB

Link Live Peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026, Cek Jadwal dan Lokasinya

Link Live Peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026, Cek Jadwal dan Lokasinya

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Purbaya Mau Tambah Layar Digital IFP ke Tiap Kelas di Sekolah, Janji Siapkan Anggaran

Purbaya Mau Tambah Layar Digital IFP ke Tiap Kelas di Sekolah, Janji Siapkan Anggaran

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:13 WIB

Purbaya Yakin PFII Bisa Tarik Dana Asing Lebih dari Rp 500 Triliun

Purbaya Yakin PFII Bisa Tarik Dana Asing Lebih dari Rp 500 Triliun

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:08 WIB

Lengkap! Daftar Nama Anggota Paskibraka Nasional 2026 di Istana Negara

Lengkap! Daftar Nama Anggota Paskibraka Nasional 2026 di Istana Negara

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:05 WIB

Daftar Harga HP Infinix Agustus 2026, Lengkap Seri Gaming hingga Entry Level

Daftar Harga HP Infinix Agustus 2026, Lengkap Seri Gaming hingga Entry Level

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:05 WIB

Bantuan Sembako dari Presiden Mulai Didistribusikan ke Wilayah Terdampak Gempa NTT

Bantuan Sembako dari Presiden Mulai Didistribusikan ke Wilayah Terdampak Gempa NTT

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:04 WIB

BRI Peduli Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi Flores

BRI Peduli Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi Flores

Lampung | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:02 WIB

×