Viral Wanita Keluhkan Fasilitas Jorok di Asrama Haji Surabaya, Ngaku Dipaksa sampai Dijemput Mobil Satpol PP

Reza Gunadha, Ruth Meliana Dwi Indriani

Rabu, 02 Februari 2022 | 08:18 WIB
Viral Wanita Keluhkan Fasilitas Jorok di Asrama Haji Surabaya, Ngaku Dipaksa sampai Dijemput Mobil Satpol PP
Viral Wanita Keluhkan Fasilitas Jorok di Asrama Haji Surabaya. (Twitter/@awimmin_dory).

Suara.com - Cerita wanita yang dipaksa karantina setelah mendapatkan hasil positif Covid-19 menjadi viral. Ia dipaksa melakukan karantina di Hotel Asrama Haji Surabaya padahal bisa isolasi mandiri atau isoman.

Kisah ini dibagikan oleh akun Twitter sang wanita, yakni @/awimmin_dory. Suara.com telah mendapatkan izin untuk menulis mengenai kasus fasilitas karantina tersebut yang menjadi perhatian publik.

"Twitter please do your magic, sedih banget dipaksa karantina di fasilitas yang gak jelas, gak higienis dan alur tidak clear. @KemenkesRI @AdamPrabata @dr_koko28 @tirta_cipeng," tulis cewek ini seperti dikutip Suara.com, Rabu (2/2/2022).

Awalnya, wanita ini melakukan perjalanan bisnis dari Cilegon ke Mojokerto menggunakan pesawat terbang. Ia kemudian mendapatkan hasil PCR negatif saat terbang ke Surabaya.

Keesokan dirinya wanita ini merasa tidak enak badan. Ia langsung berinisiatif memeriksakan diri dan menjalani PCR. Hasilnya, ia dinyatakan positif Covid-19.

Karena tidak ada gejala, wanita ini memutuskan menjalani isolasi mandiri di rumah. Ia juga sudah melakukan konsultasi melalui Halodoc untuk isoman di rumah bersama keluarga.

"Jadi jumat pagi aku PCR di RS, sore langsung keluar hasilnya positif. Karena gak ada gejala, aku putuskan isoman di rumah. Bapak ibu di lantai bawah, aku lantai atas. Kondisi sudah lengkap alat dan fasilitas terpisah. Udah konsul Halodoc juga, dah tidur nyenyaklah Jumat malem."

Tiba-tiba, wanita ini dikontak pihak Puskesmas untuk melakukan PCR ulang di pagi hari. Ia pun syok saat melihat polisi, Satgas Covid, sampai sejumlah orang sudah menunggu keluarganya di Puskesmas.

"Sabtu pagi dikontak Puskesmas, disuruh ke Puskesmas sama bapak ibuk juga untuk di PCR lagi. Pas kesana, tiba-tiba ada polisi, satgas covid, sama orang gak jelas sapa, njemput aku buat ke Hotel Asrama Haji (HAH). Trus difoto-fotoin, direkam-rekam, lapo see wong-wong iki?"

baca juga

Mereka kemudian memaksa membawa wanita ini untuk karantina di Hotel Asrama Haji (HAH). Sang wanita sendiri awalnya menolak karena merasa sudah aman menjalani isoman di rumah. Terlebih, ia juga memiliki peralatan lengkap dan semua fasilitas sudah dipisah dari anggota keluarga.

"Aku jelaskan kalau aku gak ada gejala apa, sudah sehat badannya, tinggal isoman aja di rumah. Mereka gak terima alasan apapun. Aku bilang fasilitas di rumah udah terpisah semua, mereka gak peduli. Tetapi wajib di HAH. Aneh banget maksa? Padahal di peraturan Kemenkes boleh isoman."

"Mereka bilang kalau ada perwalinya. Katanya di sana dipantau terus. Aku bilang lah, lho aku alat-alat di rumah lengkap. Ada oxymeter, ada termometer, ada alat tensi, bisa cek. Samperin aja tiap hari aku ke rumah, aku gak bakal kabur kemana-mana."

Namun, pihak Puskesmas tetap memaksa dan menyebut ada hukumnya untuk karantina di HAH. Tak sampai di situ, wanita ini bahkan sampai dijemput pakai mobil bak Satpol PP di depan rumahnya seperti kriminal.

"Katanya gak bisa. wajib hukumnya ke HAH. Kalau enggak bakal dijemput paksa. Aku tetap ngotot, saya punya rumah kosong, saya isoman di sana aja lah, tetep gak boleh. Ngotot banget orangnya, gak mau kompromi. Aku bilang, dahlah pulang dulu aja saya, nanti hubungi lagi aja."

"Sampai rumah, pak RT dateng dong. Kayak dah dicegat gitu. Yaweslah mau gak mau siap-siap packing, jaga-jaga kalau diculik. Eh beneran akhirnya dijemput sama buanyaaaak orang. Kok lucu malah berkumpul rame-rame. Dijemputnya pakai mobil bak satpol PP."

Wanita ini sendiri ogah naik mobil Satpol PP dan akhirnya diantar bapak dengan motor. Ia begitu syok saat datang ke Hotel Asrama Haji tempat dirinya diminta karantina. Bagaimana tidak, tempat itu sangat tidak terawat.

Viral Wanita Keluhkan Fasilitas Jorok di Asrama Haji Surabaya. (Twitter/@awimmin_dory).
Viral Wanita Keluhkan Fasilitas Jorok di Asrama Haji Surabaya. (Twitter/@awimmin_dory).

Ia mengakui mencium bau kotor dan lembab sepanjang lorong menuju kamarnya. Pemandangan di kamar juga tidak kalah menjijikan, karena banyak noda cokelat dan bau tidak sedap. Wanita ini pun menyebut dirinya bisa terkena penyakit lain.

"Aku dianter bapak aja naik motor ke HAH. Sampai sana, dianter ke kamar. Pas otw ke kamar, pemandangan kayak gini. Bau tikus dan lembap, atap bocor di mana-mana. Sampai kamar lebih shock lagi. Isinya kayak gini, kulkas ada tapi mati. Kloset ada noda coklat-coklat jijik dan bau banget."

"Terus anehnya, kalau karantina dipaksa di fasilitas pemerintah kan berarti karena fasilitas kita gak mumpuni ya. Lha kok malah tambah kayak gini? Ini mah negatif covid terus positive herpes sama pes gimana. Juorok buangeeeeet, sampah diambil 1 kali sehari padahal isinya makanan. Bau kan."

Viral Wanita Keluhkan Fasilitas Jorok di Asrama Haji Surabaya. (Twitter/@awimmin_dory).
Viral Wanita Keluhkan Fasilitas Jorok di Asrama Haji Surabaya. (Twitter/@awimmin_dory).

Tak sampai di situ, wanita ini mengeluh tidak ada tenaga kesehatan yang berjaga di tempat karantina tersebut. Belum banyak orang tua yang di karantina harus menggunakan tanggan darurat karena lift tidak berfungsi.

"Dan juga gak ada nakes ready disini standby. Sempet ada yang keluhan di salah satu kamar. Di WA jam berapa, baru ditangani jam berapa. Gila padahal kan harusnya fasilitas lebih ready, kita dipaksa kesini."

"Oh ya penting juga nih. Kan semua di karantina tanpa pandang bulu ya di sini. Termasuk orang tua-tua yang sepuh banget dan pakai alat bantu jalan. Tapi liftnya rusak dong udah lama banget. Apa tega ya petugasnya ngelihat orang tua-tua naik turun tangga. Gak ada perbaikan-perbaikan, gak tahu kenapa."

Semakin mengesalkan, makanan tidak diantar di depan kamar melainkan pasien harus mengambil sendiri di lobby. Terlihat, mereka mengantre untuk mendapatkan makanan dan harus naik turun tangga beberapa kali sehari.

"Makanan ambil kebawah 3 kali sehari diantar pake tosa gini di lobby. Jadi dalam sehari bisa naik turun tangga tu bisa 5 sampai 6 kali lebih. Kepikiran sih sama yang tua-tua dan lutut atau kaki nya bermasalah."

"Kalau antrian kesehatan dan PCR juga gak menentu. Tiba-tiba dikasih list sapa aja yang harus turun untuk cek kesehatan. Kalau listnya banyak ya ruamee antri halangin jalan dan malah bergerumbul. Kacau."

Viral Wanita Keluhkan Fasilitas Jorok di Asrama Haji Surabaya. (Twitter/@awimmin_dory).
Viral Wanita Keluhkan Fasilitas Jorok di Asrama Haji Surabaya. (Twitter/@awimmin_dory).

Wanita ini pun heran mengapa dirinya dipaksa karantina di fasilitas yang tidak higienis dan menyusahkan. Apalagi, setiap hari dirinya harus mencium bau sampah.

"Tapi balik lagi concern utamanya, fasilitas gak jelas gini kenapa dipaksain? Joroknya itu lho. Sampai aku dah biasa ngebau sampah ama bau-bau tikus gitu. Dipel sih tapi ya cuma sehari sekali. Gak tau pakai apa. Kotor gini kan bikin gak nyaman, mending di rumah aja isoman."

"Padahal dah jelas juga kalau gak ada gejala boleh isoman. Sekarang mati gaya di sini, tempat asing dan kemproh. Kalau mau maksa karantina di sini, mbok yo yang genah dan bersih dong fasilitasnya. Gak yang kayak rumah terbengkalai gini."

Video yang mungkin Anda lewatkan:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imlek: Jutaan Warga China Gagal Mudik 3 Tahun Berturut-turut Akibat Covid

Imlek: Jutaan Warga China Gagal Mudik 3 Tahun Berturut-turut Akibat Covid

News | Rabu, 02 Februari 2022 | 07:08 WIB

Viral Surat Vaksinasi Dipakai Bungkus Gorengan, Dinkes Cimahi Khawatirkan Hal Ini

Viral Surat Vaksinasi Dipakai Bungkus Gorengan, Dinkes Cimahi Khawatirkan Hal Ini

Jabar | Rabu, 02 Februari 2022 | 06:00 WIB

Ngeri! WHO Ingatkan Bahaya Limbah Medis Bagi Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Ngeri! WHO Ingatkan Bahaya Limbah Medis Bagi Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Health | Rabu, 02 Februari 2022 | 06:10 WIB

Warga Bengkulu Terpapar Virus COVID-19 Omicron, Tertular saat Perjalanan

Warga Bengkulu Terpapar Virus COVID-19 Omicron, Tertular saat Perjalanan

Sumsel | Rabu, 02 Februari 2022 | 06:50 WIB

Tiga Orang di Sulawesi Utara Jadi Tersangka Korupsi Penanganan Dampak Covid-19, Negara Rugi Rp61 Miliar

Tiga Orang di Sulawesi Utara Jadi Tersangka Korupsi Penanganan Dampak Covid-19, Negara Rugi Rp61 Miliar

Sulsel | Rabu, 02 Februari 2022 | 06:45 WIB

Curhat Cewek Nunggu Jahitan Tidak Kunjung Selesai, Ternyata Alasannya Bikin Ngelus Dada

Curhat Cewek Nunggu Jahitan Tidak Kunjung Selesai, Ternyata Alasannya Bikin Ngelus Dada

Video | Rabu, 02 Februari 2022 | 07:00 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×