Bongkar Alasan PKS Tolak UU IKN, Ahmad Syaikhu: UU Itu Dibahas Ugal-ugalan, Serampangan, Asal-asalan!

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 02 Februari 2022 | 20:25 WIB
Bongkar Alasan PKS Tolak UU IKN, Ahmad Syaikhu: UU Itu Dibahas Ugal-ugalan, Serampangan, Asal-asalan!
Desain Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, ibu kota negara baru (instagram.com/nyoman_nuarta)

Suara.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu, menjelaskan mengapa partainya menolak keras Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) di parlemen. Salah satu alasannya karena pembahasan RUU IKN dianggap ugal-ugalan hingga serampangan.

Fraksi PKS menjadi satu-satunya fraksi di DPR yang menolak pengesahan RUU IKN. Menurut Syaikhu, alasan penolakan tersebut ada dua hal.

"RUU IKN bermasalah baik secara formil atau prosedural maupun materiil atau substansial. PKS memandang bahwa RUU IKN dibahas secara tidak memadai, ugal-ugalan, serampangan dan asal-asalan," kata Syaikhu dalam pidato penutupan Rakernas PKS, Rabu (2/2/2022).

Syaikhu mengatakan, kebijakan pemindahan IKN tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa seperti itu. Sebagai pemimpin bangsa, kata dia, pemerintah seharusnya bertanya kepada rakyatnya terlebih dahulu kepada rakyat yang dipimpinnya.

"Gelar diskusi dan serap aspirasi secara terbuka di kampus, organisasi masyarakat, komunitas masyarakat adat, organisasi bisnis, pelaku usaha, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serikat buruh, birokrat dan pekerja," ungkapnya.

Ia mengatakan, tugas pemimpin sebelum mengambil keputusan adalah mendengar suara hati rakyat yang dipimpinnya.

Menurutnya, sikap yang tidak bijak jika pemimpin memaksakan kehendaknya dan kelompoknya tanpa mempertimbangkan suara hati rakyat yang dipimpinnya.

"Memindahkan Ibu Kota bukan sekadar memindahkan bangunan saja. Ini bukan sekedar proyek properti tetapi ini adalah mega proyek sebuah bangsa. Memindahkan Ibu Kota harus dihitung seluruh variabel yang menyertainya," tuturnya.

Lebih lanjut, Syaikhu mempertanyakan apakah rencana pemindahan IKN ada dampak ekonomi dan anggaran negara yang ditimbulkan.

baca juga

"Apakah APBN kita sanggup menopangnya di tengah himpitan hutang negara yang luar biasa besar? Di sana juga ada dampak sosial masyarakatnya. Ada dampak terhadap kehidupan rumah tangga. Ada dampak ekologisnya dan ekosistem satwa dan faunanya. Ada dampak terhadap nasib masyarakat adat setempat. Ada dampak sosio-historisnya. Ada dampak pertahanan-keamanan dan geopolitiknya. Banyak variabel yang harus dipertimbangkannya. Terlebih kita saat ini sedang memasuki gelombang ketiga COVID-19," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Undang-undang IKN Digugat, Faldo Maldini: Bagus, Bisa Promo Gratis Ibu Kota Negara Baru

Undang-undang IKN Digugat, Faldo Maldini: Bagus, Bisa Promo Gratis Ibu Kota Negara Baru

News | Rabu, 02 Februari 2022 | 19:47 WIB

Soal Siapa yang Diusung untuk Pilpres 2024, Sekjen PKS: Kita Masih Fokus Penokohan Salim Segaf Hingga 2023

Soal Siapa yang Diusung untuk Pilpres 2024, Sekjen PKS: Kita Masih Fokus Penokohan Salim Segaf Hingga 2023

News | Rabu, 02 Februari 2022 | 18:35 WIB

Dinilai Tak Layak, Mulai dari Jenderal TNI hingga Politikus Ajukan Gugatan UU IKN, Terancam Dibatalkan?

Dinilai Tak Layak, Mulai dari Jenderal TNI hingga Politikus Ajukan Gugatan UU IKN, Terancam Dibatalkan?

News | Rabu, 02 Februari 2022 | 17:54 WIB

Presiden PKS: Tingginya Biaya Politik Adalah Akar Dari Semua Permasalahan Politik di Indonesia

Presiden PKS: Tingginya Biaya Politik Adalah Akar Dari Semua Permasalahan Politik di Indonesia

News | Rabu, 02 Februari 2022 | 16:30 WIB

Sebut Sikap Oposisi Ijtihad Politik, Presiden PKS: Kekuasaan Harus Diawasi Dikontrol Karena Tabiatnya Menyimpang

Sebut Sikap Oposisi Ijtihad Politik, Presiden PKS: Kekuasaan Harus Diawasi Dikontrol Karena Tabiatnya Menyimpang

News | Rabu, 02 Februari 2022 | 15:21 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×