Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin Klaim Tidak Ada Penghuni Kerangkeng Manusia Tewas Akibat Kekerasan

Chandra Iswinarno, Welly Hidayat

Senin, 07 Februari 2022 | 19:52 WIB
Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin Klaim Tidak Ada Penghuni Kerangkeng Manusia Tewas Akibat Kekerasan
Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin dan kerangkeng di rumahnya.(Youtube/ Tiorita Rencana)

Suara.com - Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin mengklaim tidak ada korban yang meninggal akibat kekerasan di tempat pembinaan, yang kini dikenal kerangkeng manusia. Bantahan tersebut disampaikan menyusul adanya informasi, jika kerangkeng berisi manusia di halaman rumah pribadi Bupati Terbit telah menelan korban jiwa.

Menurut Terbit, terkait proses penyelidikan Komnas HAM dan kepolisian yang menyebut ada korban tewas dalam kerangkeng berisi manusia di rumah pribadi miliknya tersebut, agar didalami pihak penegak hukum.

"Laporan itu, kita lihat aja nanti atau bagaimana karena itu bukan pengelolaan kami langsung," ucap Terbit di Lobi Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/2/2022).

"Bukan, bukan (terkait dugaan penyiksaan korban meninggal)," katanya.

Bupati Terbit menjelaskan, jika tempat pembinaan itu digunakan bagi para warga yang menjadi pecandu narkotika.

Pun pada awalnya juga bahwa lokasi itu digunakan bagi organisasi tempat Bupati Terbit bernaung yakni Pemuda Pancasila.

Menurut Terbit, lokasi pembinaan bagi para pecandu narkotika itu diklaimnya bukan untuk bekerja di tempat sawit miliknya. Namun, untuk memberikan keahlian bagi para warga Langkat yang sempat menjadi pecandu.

"Bukan dipekerjakan, hanya untuk memberikan sebagai skill. Supaya menjadi keterampilan dari situ orang itu bisa memanfaatkan di luar," imbuhnya

Bupati Terbit diketahui telah usai diperiksa oleh Komnas HAM terkait kerangkeng berisi manusia. 

baca juga

Komnas HAM menyebut Bupati Terbit mengakui adanya korban tewas selama kerangkeng berisi manusia tersebut beroperasi. Selain mendalami soal adanya meninggal dunia di dalam kerangkeng, kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, pihaknya juga mendalami Bupati Terbit terkait sejarah kerangkeng.

"Metode pembinaan yang dilakukan oleh tim yang mengelola kerangkeng itu sehari-hari. Dan juga bagaimana SOP penanganan kalau ada kekerasan atau korban jiwa," ucap Beka.

Kemudian, kata Beka, kerangkeng berisi manusia tersebut sudah ada ketika Terbit Rencana sebelum menjabat sebagai Bupati Langkat.

"Kira kira itu poin-poin yang kami konfirmasi," ujar Beka.

Setidaknya, kata Beka, kurang lebih dua jam melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Terbut Rencana.

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan tidak menkonfirmasi terkait total berapa jumlah yang meninggal dunia kepada Bupati Terbit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantah Ada Kerangkeng Manusia di Rumah Pribadinya, Bupati Langkat Nonaktif Terbit Rencana: Itu Tempat Pembinaan

Bantah Ada Kerangkeng Manusia di Rumah Pribadinya, Bupati Langkat Nonaktif Terbit Rencana: Itu Tempat Pembinaan

News | Senin, 07 Februari 2022 | 19:39 WIB

Usai Periksa Bupati Langkat, Komnas HAM akan Minta Keterangan Ahli TPPO

Usai Periksa Bupati Langkat, Komnas HAM akan Minta Keterangan Ahli TPPO

News | Senin, 07 Februari 2022 | 18:36 WIB

Diperiksa Komnas HAM, Bupati Langkat Terbit Rencana Akui Penghuni Kerangkeng Manusia Ada yang Tewas

Diperiksa Komnas HAM, Bupati Langkat Terbit Rencana Akui Penghuni Kerangkeng Manusia Ada yang Tewas

News | Senin, 07 Februari 2022 | 17:03 WIB

Terkini

Salma Rilis Lagu 'maha benar', Sindiran Keras Buat Netizen Julid dan Si Paling Paham Hidup Orang!

Salma Rilis Lagu 'maha benar', Sindiran Keras Buat Netizen Julid dan Si Paling Paham Hidup Orang!

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 19:47 WIB

Gaya Hidup Deputi II Bakom Timothy Ivan Triyono Disorot, Terseret Dugaan Skandal Rp1,5 Miliar

Gaya Hidup Deputi II Bakom Timothy Ivan Triyono Disorot, Terseret Dugaan Skandal Rp1,5 Miliar

News | Jum'at, 25 September 2026 | 19:38 WIB

Warga Eks Bantaran Rel Pasar Gaplok Ingin Huntara Senen Jadi Tempat Tinggal Tetap

Warga Eks Bantaran Rel Pasar Gaplok Ingin Huntara Senen Jadi Tempat Tinggal Tetap

News | Jum'at, 25 September 2026 | 19:37 WIB

Starting XI Timnas Indonesia vs Singapura: Trisula Lini Depan Romeny, Baker, Vickery

Starting XI Timnas Indonesia vs Singapura: Trisula Lini Depan Romeny, Baker, Vickery

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 19:31 WIB

Korea Selatan Libatkan Warga Lawan Deepfake, Indonesia Bisa Belajar Apa?

Korea Selatan Libatkan Warga Lawan Deepfake, Indonesia Bisa Belajar Apa?

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 19:30 WIB

Cara Dapat Merchandise Eksklusif Pestapora 2026 dari BRI

Cara Dapat Merchandise Eksklusif Pestapora 2026 dari BRI

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 19:10 WIB

Korps Kadet RI di Sekolah: Perlukah Bela Negara Jadi Ekstrakurikuler?

Korps Kadet RI di Sekolah: Perlukah Bela Negara Jadi Ekstrakurikuler?

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 19:10 WIB

Pemerintah Siapkan Teknologi Anyar Pemburu Truk ODOL di Jalan

Pemerintah Siapkan Teknologi Anyar Pemburu Truk ODOL di Jalan

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 19:10 WIB

Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Sahroni Desak Aparat Usut Tuntas

Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Sahroni Desak Aparat Usut Tuntas

News | Jum'at, 25 September 2026 | 19:08 WIB

Vonis Nadiem Makarim Didiskon Jadi 9 Tahun, Kejagung Bakal Ajukan Kasasi?

Vonis Nadiem Makarim Didiskon Jadi 9 Tahun, Kejagung Bakal Ajukan Kasasi?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 19:02 WIB

×