Pria Lumpuh dengan Implan Listrik di Tulang Punggung Bisa Punya Anak

Siswanto, BBC

Rabu, 09 Februari 2022 | 09:08 WIB
Pria Lumpuh dengan Implan Listrik di Tulang Punggung Bisa Punya Anak
BBC

Suara.com - Sebuah teknologi implan listrik ke tulang belakang telah meningkatkan kesehatan pasien, yang kini bisa berjalan, bahkan memiliki anak.

David M'Zee tidak pernah membayangkan dapat berjalan kembali, apalagi bermimpi untuk memiliki anak.

Harapan itu pupus, ketika satu dekade lalu ia mengalami kecelakaan olahraga yang menyebabkannya lumpuh saat berusia 22 tahun. Ketika itu, para dokter menyatakan ia tak mungkin memiliki anak.

Namun, setelah menerima implan listrik ke tulang belakangnya -untuk membantu meningkatkan sinyal saraf ke kakinya - pada tahun 2017, kini ia dapat berjalan perlahan bahkan memiliki seorang putri.

"Senang sekali, ini adalah perasaan yang terindah terutama saat berjalan dengan putri saya. Dia dengan alat bantu jalan-nya, saya dengan saya, bagus," kata David M'zee kepada BBC.

Baca juga:

Selain itu, David juga kini dapat melakukan olahraga favoritnya, yaitu selancar layang, namun dengan bantuan alat syaraf yang menempel di kakinya.

Alat itu dapat membantu David mengendalikan papan selancar.

"Saya tidak menggunakan alat ini sebagai neuroprostetik, tetapi lebih sebagai perangkat pelatihan. Setidaknya sampai sekarang, saya merasa bahwa ilmu pengetahuan berkembang, dan teknologi menjadi lebih baik dan mungkin suatu hari nanti saya dapat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari," kata David.

baca juga

Sejauh ini, sembilan orang telah menerima terobosan teknologi implan itu.

Alat ini memungkinkan para pasien untuk berlatih berjalan, untuk melatih otot, dan melakukan gerakan terbatas.

Dokter Gregoire Courtin dari École Polytechnique Fédérale de Lausanne, universitas sains dan teknologi di Swiss mengatakan teknologi listrik itu bukan sebagai obat untuk cedera tulang belakang.

"Tetapi ini adalah tahap penting untuk meningkatkan kualitas hidup. Kami akan mendorong mereka untuk mampu berdiri dan melakukan beberapa langkah. Itu memang tidak cukup, karena bukan obat. Tapi ini adalah peningkatan yang signifikan, saya percaya, untuk masa depan," kata Courtin.

Bagaimana cara kerja alat implan itu?

Teknologi listrik ini dikembangkan oleh Dokter Gregoire Courtin dan timnya di Swiss. Perangkat listrik yang dipasang di sekitar tulang belakang meningkatkan sinyal dari otak ke kaki mereka.

Dan itu juga membantu saraf yang rusak di sumsum tulang belakang untuk tumbuh kembali.

Para peneliti berharap bahwa bonus tak terduga ini akan memungkinkan beberapa orang lumpuh pada akhirnya dapat kembali bergerak secara mandiri.

'Mencoba yang tidak mungkin'

Tahun 2018 lalu, BBC News memiliki akses eksklusif melihat pasien menjalani uji klinis, yang hasilnya dipublikasikan di jurnal Nature.

Pasien pertama yang dirawat adalah David M'zee, yang menderita cedera tulang belakang dalam sebuah kecelakaan olahraga.

Dokter mengatakan David tidak akan pernah bisa berjalan lagi.

Namun, berkat implan listrik yang dikembangkan oleh tim dari École Polytechnique Fédérale de Lausann, ia saat itu, dapat berjalan lebih dari setengah mil dengan implan yang dihidupkan.

"Bagi saya pengobatan ini sangat berarti. Saya terkejut dengan apa yang telah kami lakukan. Saya pikir Anda harus mencoba hal yang tidak mungkin menjadi mungkin," katanya.

David adalah orang yang ceria dan positif, namun cedera membuatnya masuk dalam masa kelam.

Semua upaya rehabilitasi yang dilakukan gagal hingga akhirnya ia setuju untuk terlibat dalam uji klinis yang dipimpin oleh Dr Grégoire Courtine di EPFL.

Dokter Courtine mengenang tekad David yang kuat untuk sembuh saat melakukan uji ini.

"Saya datang bersama putri saya, Charlotte, yang saat itu berusia satu bulan. Saat kami bertemu David, dia menatap mata anak saya dan berkata, 'Saya akan berjalan di depan Anda'.

"Ketika Charlotte mengambil langkah pertamanya, dia berusia 14 bulan, saat itu David sedang berjalan di tepi Danau Jenewa.

"Dia berkata kepadanya, 'Aku telah mengalahkanmu'."

Yang mengejutkan Dokter Courtine, implan tulang belakang tidak hanya memungkinkan David untuk berjalan.

"Apa yang benar-benar tidak terduga adalah terjadi perbaikan sumsum tulang belakang yang kami amati.

"Apa yang kami amati pada hewan adalah tampaknya serabut saraf tumbuh kembali dan menghubungkan kembali otak ke sumsum tulang belakang," katanya.

David menjalani operasi implan oleh salah satu ahli bedah saraf terkemuka Swiss, Dokter Jocelyne Bloch, dari Rumah Sakit Universitas Lausanne.

Bloch mengatakan tidak percaya dengan kemajuan yang dialami David.

David pada tahun 2018 dapat berjalan hingga delapan langkah saat implannya dimatikan dan ini adalah pertama kalinya hal ini dicatat dalam cedera tulang belakang kronis.

Memulihkan gerakan dan harapan

David adalah pasien pertama dari tiga pasien yang mendapat manfaat dari pengobatan gelombang pertama.

Dua pria lain juga berhasil berjalan lagi, dengan derajat yang berbeda-beda.

Gertjan Oskan, seorang insinyur berusia 35 tahun dari Belanda, tertabrak mobil tujuh tahun lalu.

Dokter memberi tahu dia pada hari ulang tahunnya bahwa dia akan lumpuh seumur hidup. Dia sekarang mulai dapat kembali melakukan beberapa gerakan.

Sebastian Tobler, seorang pria berusia 48 tahun dari Jerman, adalah seorang pengendara sepeda yang senang berada di pedesaan sebelum ia terjatuh dari sepedanya.

Sekarang dia kembali ke sepeda yang diadaptasi secara khusus, yang sebagian besar digerakkan oleh tangannya - tetapi juga sebagian oleh kakinya.

Para peneliti percaya bahwa sistem mereka akan meningkatkan dan memulihkan beberapa gerakan orang-orang yang telah kehilangan semua harapan untuk berjalan lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Hotel Baru Hadir di Bali Selatan, Tawarkan Konsep Menginap Modern dan Berorientasi Wellness

Hotel Baru Hadir di Bali Selatan, Tawarkan Konsep Menginap Modern dan Berorientasi Wellness

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:55 WIB

Beli Lokal Bikin UMKM Naik Kelas, Penjualan Melompat 51%

Beli Lokal Bikin UMKM Naik Kelas, Penjualan Melompat 51%

Foto | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Rayakan HUT RI, KAI Kasih Diskon 17% Tiket KA dan Tarif Rp8

Rayakan HUT RI, KAI Kasih Diskon 17% Tiket KA dan Tarif Rp8

Foto | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:59 WIB

Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir

Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:56 WIB

Terkini

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:15 WIB

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:40 WIB

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:29 WIB

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:22 WIB

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:07 WIB

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

Sport | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:03 WIB

×