Rusia Invasi Ukraina: Lebih 115.000 Anak dan Perempuan Tinggalkan Ukraina

Siswanto, BBC

Senin, 28 Februari 2022 | 09:57 WIB
Rusia Invasi Ukraina: Lebih 115.000 Anak dan Perempuan Tinggalkan Ukraina
BBC

Suara.com - Puluhan ribu orang Ukraina mengalir ke negara-negara tetangga untuk melarikan diri dari invasi Rusia.

Dalam tiga hari sejak invasi dimulai, lebih dari 115.000 orang telah menyeberang ke Polandia - beberapa bepergian selama lebih dari dua hari, yang lain bergabung dalam antrian sepanjang 15km di titik perbatasan.

Mereka yang melarikan diri sebagian besar adalah kaum perempuan dan anak-anak.

Alasannya, semua pria Ukraina berusia 18 hingga 60 tahun diperintahkan untuk tetap tinggal dan berjuang - dalam beberapa kasus mereka terpisah dari keluarganya.

Empat wartawan BBC menemui mereka di perbatasan.

Baca juga:


'Saya berharap Barat membantu kami yang berjuang sendirian'

Wartawan BBC News, Lucy Williamson, di Palanca, Moldova

Dilihat dari perbatasan Moldova, Ukraina seperti sebuah negara kaum perempuan.

Para ibu dan nenek-nenek, mendorong koper ke tempat yang aman, membawa anak-anak mereka ke tempat yang sama-sekali tak dikenal.

baca juga

Salah-seorang diantaranya, Ana, tiba di titik penyeberangan Palanca setelah lebih dari 24 jam menunggu dalam antrian di sisi perbatasan Ukraina.

Mobil kuning kecilnya diisi dengan tumpukan tas, dan cucu perempuannya yang berusia enam tahun bernyanyi sendiri di kursi belakang.

Ana dan putri tirinya berkendara langsung dari kota Odesa di wilayah selatan - sekitar 50km jauhnya dan saat ini kotanya menjadi target utama Rusia dalam perang.

Tapi senyuman tenang Ana luluh begitu dia mulai berbicara. Sambil menangis, dia menggambarkan bagaimana dia harus meninggalkan suaminya untuk membela negara mereka.

"Saya berharap negara-negara Barat akan membantu kita keluar dari situasi yang mengerikan ini," ujarnya.

"Karena saat ini kami sendirian menghadapi agresor Rusia."

Di sekelilingnya, sukarelawan lokal dari kota-kota dan desa-desa di Moldova menunggu untuk menawarkan tumpangan kepada orang-orang Ukraina yang tiba di sini dengan berjalan kaki.

Tapi, seperti Ana, banyak yang berdatangan ke Moldova hanya berpikir melarikan diri dari Ukraina, dan tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya - baik untuk negara mereka atau diri mereka sendiri.


'Saya harap ini hanya perjalanan singkat dan kami akan segera kembali'

Wartawan BBC News, Mark Lowen, di Przemysl, Polandia

Kereta malam dari Kiev, melalui kota Lviv, berhenti membawa para pengungsi baru Eropa.

Mereka tiba di stasiun kereta api peninggalan abad ke-19 di Przemysl, yang sekarang menjadi pintu masuk utama perbatasan kedua negara.

"Kami membutuhkan waktu 52 jam untuk sampai ke sini," kata Kateryna Leontieva, yang melakukan perjalanan dari Kharkiv bersama putrinya yang masih remaja.

Sambil memegang paspor Ukraina, dan membawa ransel berisi barang-barang, mereka melangkah keluar ke wilayah timur Polandia - dan selamat.

Ketika saya bertanya bagaimana rasanya berada di sini, Kateryna tak mampu menahan emosi.

"Saya belum tahu - air mata mengalir begitu saja," katanya.

"Saya tidak merasakan apa-apa - tetapi sekarang saya mulai sadar. Saya harap ini hanya perjalanan singkat dan kami akan segera kembali."

Di ruang tunggu, kami menemukan Irene dan dua anaknya yang masih kecil. Suaminya tetap tinggal di Lviv untuk mempertahankan tanah air mereka.

"Hanya perempuan dan anak-anak yang boleh pergi," katanya. "Para pria ingin tinggal, bertarung, dan mendonorkan darah. Mereka adalah pahlawan."

Bagaimana perasaannya tentang suaminya yang bertahan di Ukraina, saya bertanya?

"Saya takut," jawabnya, suaranya mulai pecah. "Kami percaya semuanya akan baik-baik saja. Dan kami berdoa untuk mereka."


'Saya khawatir anak-anak saya, tapi saya tidak bisa tinggalkan Ukraina'

Wartawan BBC News, Nick Thorpe, di Beregsurany, Hungaria

Victoria berasal dari Irshava, di wilayah barat Ukraina.

"Saya datang ke Hungaria dengan dua putri saya. Saya meninggalkan mereka dengan kerabat yang menunggu di sini di perbatasan dan kembali ke suami saya," katanya seraya tertawa getir.

Apakah Anda takut untuk kembali?

"Sejujurnya, saya tidak takut. Saya hanya khawatir tentang anak-anak saya, itu saja. Saya melihat ada sesuatu hal yang tidak baik bagi Ukraina, tetapi saya tidak bisa meninggalkan negara saya. Kami harus bersikap patriotik."

Dan sikap perlawanannya berlanjut.

"Suami saya siap jika perlu untuk melindungi Ukraina untuk masa depan, untuk anak-anak kami. Saya tidak menginginkannya tetapi kami harus menyelamatkan negara kami.

"Dia akan pergi ke kantor militer karena dia telah menerima surat pemberitahuan."


Dua bersaudara meninggalkan orang tuanya di Ukraina

Wartawan BBC News, Rob Cameron, di Vysne Slamence, Slovakia

Di desa kecil Velke Slamence, serombongan pengungsi terbaru terlihat berjalan dengan cepat.

Tatapan mata yang terlihat cemas mencari wajah yang mereka kenal, lalu diikuti dengan teriakan lega, pelukan, serta ciuman.

Untuk sesaat, pemandangan itu terasa menyenangkan

"Uzhhorod," ujar seorang gadis remaja, ketika saya bertanya dari mana asalnya, sebuah kota berpenduduk 100.000 orang di seberang perbatasan.

Sebelum Perang Dunia Kedua, kota itu adalah bagian dari Cekoslowakia. Ada ikatan kekerabatan dan solidaritas di kawasan di kaki Pegunungan Carpathia ini sejak seabad silam.

Dia kemudian menggenggam tangan adiknya, bocah pria pemalu. Orang tua mereka tetap tinggal di Ukraina. Tidak jelas siapa yang mereka tunggu.

Tanya meninggalkan Kiev 20 tahun silam, dan saat ini tinggal bersama pasangannya di Stuttgart.

Tapi di sinilah dia, berdiri di pinggir jalan, menunggu untuk menyelamatkan teman lama saat kota asal mereka dilanda kekacauan.

Jan Toth, penduduk desa di perbatasan itu, mengamati kehadiran para pengungsi.

"Mereka tidak membiarkan laki-laki pergi, Putin atau Zelensky," katanya kepada saya. "Ini adalah bencana."


Rusia menyerang Ukraina:


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:08 WIB

Dibalik Angkernya Tanah Sengketa: Benarkah Terinspirasi dari Tragedi Nyata yang Ditutupi?

Dibalik Angkernya Tanah Sengketa: Benarkah Terinspirasi dari Tragedi Nyata yang Ditutupi?

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:02 WIB

Zico Ingatkan Timnas Brasil Waspadai Kekuatan Jepang di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Zico Ingatkan Timnas Brasil Waspadai Kekuatan Jepang di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:00 WIB

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:38 WIB

Cup Plastik di Meja Anda: Boleh Ditinggal atau Harus Dibuang Sendiri?

Cup Plastik di Meja Anda: Boleh Ditinggal atau Harus Dibuang Sendiri?

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:28 WIB

Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik

Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:27 WIB

5 Cushion untuk Menyamarkan Pori-Pori Besar agar Makeup Lebih Mulus

5 Cushion untuk Menyamarkan Pori-Pori Besar agar Makeup Lebih Mulus

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:20 WIB

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:19 WIB

Terkini

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:08 WIB

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:38 WIB

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:29 WIB

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:14 WIB

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:03 WIB

Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung

Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:56 WIB

Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:47 WIB

Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah

Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:43 WIB

Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang

Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:32 WIB

×