Anda Mungkin Benar-benar Ingat Seluruh Kehidupan Anda Jelang Kematian

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 28 Februari 2022 | 10:06 WIB
Anda Mungkin Benar-benar Ingat Seluruh Kehidupan Anda Jelang Kematian
BBC

Suara.com - Data terbaru yang diperoleh karena "kecelakaan" dalam suatu penelitian ilmiah mengindikasikan bahwa kita benar-benar mengingat seluruh kehidupan kita saat di ambang kematian - hal yang sering diceritakan dalam film-film.

Sekelompok ilmuwan berniat untuk mengukur gelombang otak seorang pasien berusia 87 tahun yang menderita epilepsi.

Namun saat para peneliti melakukan pengukuran, si pasien mengalami serangan jantung yang fatal, sehingga para ilmuwan secara tidak sengaja mendapatkan rekaman aktivitas otaknya saat sakratulmaut.

Rekaman itu mengungkap bahwa selama tiga puluh detik sebelum dan setelah meninggal, gelombang otak pria itu mengikuti pola yang sama seperti saat sedang bermimpi atau mengingat.

Aktivitas otak seperti ini dapat mengindikasikan bahwa seseorang mengingat seluruh kehidupannya pada saat-saat terakhirnya, tulis tim peneliti itu dalam studi mereka, yang diterbitkan di Frontiers in Aging Neuroscience, Selasa (22/02).

Baca juga:

Dr. Ajmal Zemmar, salah satu penulis studi tersebut, mengatakan bahwa hal yang ditemukan tim peneliti secara tidak sengaja, adalah rekaman pertama otak di ambang kematian.

Ia berkata kepada BBC, "Ini murni kebetulan, kami tidak berencana melakukan eksperimen ini atau merekam sinyal-sinyal ini."

Jadi, menjelang ajal, akankah kita mengingat kembali masa-masa indah bersama orang-orang terkasih atau kenangan-kenangan manis lainnya? Dr. Zemmar berkata mustahil untuk mengetahui secara pasti.

"Kalau saya boleh melompat ke bidang filosofi, saya berspekulasi bahwa jika otak melakukan flashback, kemungkinan besar ia akan membuat Anda mengingat hal-hal baik, bukan hal-hal buruk," ujarnya.

"Tetapi apa yang diingat akan berbeda-beda untuk setiap orang."

Dr. Zemmar, sekarang dokter bedah syaraf di Universitas Louisville, mengatakan selama 30 detik sebelum jantung pasien berhenti menyalurkan darah ke otak, gelombang otaknya mengikuti pola yang sama seperti saat kita melakukan tugas-tugas yang membutuhkan kemampuan kognisi tingkat tinggi, seperti berkonsentrasi, bermimpi, atau mengingat masa lalu.

Aktivitas itu berlanjut sampai 30 detik setelah jantung pasien berhenti berdetak, saat ketika seorang pasien biasanya dinyatakan meninggal dunia.

"Ini bisa jadi ingatan terakhir memori-memori yang kita alami selama hidup, dan mereka diputar di otak kita pada detik-detik terakhir sebelum kita mati."

Studi ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai kapan tepatnya manusia mati - ketika jantung berhenti berdetak, atau ketika otak berhenti berfungsi.

Dr. Zemmar dan timnya telah mewanti-wanti bahwa kesimpulan luas tidak bisa diambil dari satu studi saja. Fakta bahwa si pasien menderita epilepsi, dengan pembengkakan dan pendarahan di otak, semakin memperumit situasi.

"Saya tidak pernah merasa nyaman hanya melaporkan satu kasus," kata Dr. Zemmar. Dan selama bertahun-tahun setelah mereka mendapatkan rekaman itu pada 2016, ia mencari kasus-kasus serupa untuk menguatkan analisisnya, tetapi belum berhasil.

Namun, sebuah studi pada tahun 2013 yang dilakukan pada tikus dapat memberi petunjuk.

Dalam analisis itu, para peneliti di AS melaporkan gelombang otak level tinggi pada saat kematian sampai 30 detik setelah jantung tikus berhenti berdetak - seperti temuan Dr. Zemmar pada pasien epilepsi itu.

Kemiripan antara kedua studi itu "menakjubkan", kata Dr. Zemmar.

Mereka kini berharap publikasi satu kasus manusia ini akan membuka pintu untuk studi-studi lain tentang saat-saat terakhir kehidupan.

"Saya rasa ada sesuatu yang mistis dan spiritual tentang pengalaman menjelang ajal," kata Dr. Zemmar.

"Dan temuan seperti ini - inilah momen yang dicari-cari para saintis."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:49 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Investasi USD 10 Juta, BEST Kembangkan Produksi Elektronik Dalam Negeri

Investasi USD 10 Juta, BEST Kembangkan Produksi Elektronik Dalam Negeri

Foto | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Terkini

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:49 WIB

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB

Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal

Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:22 WIB

Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal

Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:10 WIB