Sementara itu, 1.000 warga negara Cina lainnya meninggalkan Ukraina pada Selasa (01/03) menuju Polandia dan Slovakia. Cina mengatakan sekitar 6.000 warganya berada di Ukraina untuk bekerja atau belajar.
Kedutaan Besar Cina di Kiev awalnya mendesak mereka yang berencana pergi untuk memasang bendera Cina di kendaraan mereka, tetapi tidak jadi dilakukan setelah muncul kabar di media sosial tentang meningkatnya permusuhan terhadap warga negara Cina.
Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan pada hari Selasa (01/03) bahwa pihaknya membantu warga untuk meninggalkan negara itu, tetapi tidak memberikan rincian.
"Kementerian Luar Negeri Cina dan Konsulat Cina di Ukraina telah mengirimkan semua sumber daya dan melakukan semua upaya untuk memberikan dukungan dan bantuan," kata juru bicara Kementerian Wang Wenbin.
"Tuduhan rasisme dibesar-besarkan"
Tiga mahasiswa Nigeria, Joseph, Eric, dan Francis, termasuk di antara puluhan ribu orang yang menyeberang dari Ukraina ke Polandia pada Senin (28/02).
Berbicara kepada koresponden DW di kota perbatasan Polandia, Korczowa, ketiganya mengatakan perjalanan mereka melalui Ukraina menjadi lebih sulit karena warna kulit mereka.
"Ada banyak diskriminasi yang terjadi di sana," Joseph, seorang mahasiswa teknik komputer mengatakan kepada DW.
"Kami sebenarnya harus memohon kepada orang-orang untuk membawa kami ke perbatasan sehingga kami dapat menemukan cara untuk melarikan diri."
Sejumlah orang Afrika yang mencoba melarikan diri dari Ukraina setelah Rusia menginvasi pada pekan lalu juga mengatakan mereka mengalami masalah dalam mendapatkan bus atau kereta api ke perbatasan Ukraina karena mereka berkulit hitam.
Namun, dengan begitu banyak pengungsi yang membanjiri penyeberangan perbatasan Ukraina, Serge Nyangi, yang membantu siswa Kongo mengakses beasiswa untuk belajar di Ukraina, mengatakan kepada DW bahwa dia yakin tuduhan rasisme dibesar-besarkan.
"Ada orang yang mencoba memanjat pembatas, ada yang berkelahi dengan penjaga. Jika Anda melihat apa yang terjadi di sana, Anda akan tahu bahwa penjaga tidak mungkin memilih siapa yang harus dilewati," katanya dalam wawancara telepon dari Ukraina.
Manuel Assuncao, seorang mahasiswa Angola di Ukraina, mengatakan dia yakin sebagian dari masalahnya adalah kekacauan umum di dalam negeri, dengan begitu banyak orang menyelamatkan diri.
"Kami melihat tank lewat dan bom jatuh. Wajar jika orang-orang tegang," katanya kepada DW, Senin (28/02). ha/hp (DW, AFP, NDTV)
