Invasi Rusia: Kota Saya Digempur Artileri, Ibu Saya di Rusia Tidak Percaya

Siswanto, BBC

Selasa, 08 Maret 2022 | 13:36 WIB
Invasi Rusia: Kota Saya Digempur Artileri, Ibu Saya di Rusia Tidak Percaya
BBC

Suara.com - Sudah berhari-hari Oleksandra dan empat anjingnya berlindung di ruang bawah tanah apartemennya di Kharkiv sejak Rusia melancarkan gempuran artileri.

"Saat saya mendengar beberapa ledakan pertama, saya lari keluar rumah untuk menjemput anjing-anjing saya di kandang. Orang-orang panik, meninggalkan mobil mereka. Saya begitu takut kala itu," papar Oleksandra

Perempuan berusia 25 tahun itu berbincang secara rutin dengan ibunya yang tinggal di Moskow.

Namun, selama mengobrol dan bahkan setelah mengirim sejumlah video dari kotanya yang hancur dibombardir, Oleksandra tidak bisa meyakinkan sang ibu bahwa dirinya dalam keadaan bahaya.

"Saya tidak ingin membuat orang tua saya takut, namun saya mulai memberitahu mereka secara langsung bahwa sejumlah warga sipil dan anak-anak dalam keadaan sekarat," katanya.

"Walau mereka mengkhawatirkan saya, mereka masih berkeras kondisi itu mungkin hanya kecelakaan, bahwa tentara Rusia tidak akan menyasar warga sipil dan justru tentara Ukraina yang membunuh warganya sendiri," lanjut Oleksandra.

Adalah hal yang lumrah bagi warga Ukraina memiliki keluarga di Rusia. Tapi, bagi sebagian di antara mereka, seperti Oleksandra, kerabat di Rusia punya pemahaman bertolak belakang mengenai konflik di Ukraina.

Oleksandra meyakini hal ini terjadi karena kerabatnya di Rusia diberikan informasi oleh media Rusia yang dikendalikan secara ketat oleh pemerintahan Vladimir Putin.

Menurut Oleksandra, ibunya hanya mengulang narasi yang dia dengar dari saluran-saluran berita media pemerintah Rusia.

baca juga

"Saya sangat takut ketika ibu benar-benar mengutip keterangan dari TV Rusia. Mereka hanya mencuci otak masyarakat dan masyarakat mempercayainya," kata Oleksandra.

"Orang tua saya paham bahwa ada aksi militer yang terjadi di sini. Tapi mereka bilang: 'Tentara Rusia datang untuk membebaskanmu. Mereka tidak akan merusak apapun, mereka tidak akan menyentuhmu. Mereka hanya menargetkan pangkalan-pangkalan militer'."

Baca juga:

Ketika kami mewawancarai Oleksandra, gempuran masih berlangsung. Koneksi internet berjalan lambat sehingga kami bertukar pesan suara.

"Saya hampir lupa seperti apa kesunyian. Mereka menggempur tanpa henti," kata Oleksandra.

Akan tetapi, pada hari yang sama, saluran-saluran TV Rusia tidak menyebutkan gempuran artileri di kawasan permukiman Kota Kharkiv, warga sipil meninggal, atau empat orang yang tewas selagi mengantre air bersih.

Saluran-saluran TV pemerintah Rusia membenarkan perang dengan menyalahkan agresi Ukraina dan menyebutnya "operasi pembebasan khusus".

Setiap media Rusia yang menggunakan kata-kata "perang", "invasi", atau "serangan" menghadapi risiko diblokir oleh regulator media Rusia karena "dengan sengaja menyebarkan informasi salah mengenai tindakan personel militer Rusia" di Ukraina.

Saluran-saluran televisi populer di Rusia menyebut ancaman terhadap warga sipil Ukraina tidak datang dari pasukan bersenjata Rusia, tapi dari kaum nasionalis Ukraina yang menggunakan warga sipil sebagai tameng.

Sejumlah warga Rusia turun ke jalan untuk memprotes perang, namun rangkaian demonstrasi ini tidak ditayangkan stasiun-stasiun televisi utama pemerintah Rusia.

Mykhailo, seorang pemilik restoran ternama di Kyiv, mengaku tidak punya waktu atau ketertarikan menyaksikan liputan stasiun televisi Rusia mengenai invasi ke Ukraina.

Ketika gempuran dimulai di Kyiv, dia dan istrinya berkonsentrasi untuk melindungi putri mereka yang berusia enam tahun serta putra mereka yang masih bayi.

Pada malam hari, anak-anak mereka bangun akibat suara ledakan dan tidak berhenti menangis. Mykhailo dan istrinya kemudian memutuskan pindah ke pinggiran Kota Kyiv, lalu kabur ke Hongaria.

Di Hongaria, Mykhailo mengamankan istri dan kedua anaknya. Tapi lantas dia berbalik menuju bagian barat Ukraina untuk membantu upaya memerangi Rusia.

Dia heran tidak mendengar kabar dari ayahnya yang bekerja di sebuah biara dekat Nizhny Novgorod di Rusia. Dia lalu menelpon ayahnya dan menjelaskan apa yang terjadi.

Namun, sang ayah malah membantah keterangan Mykhailo. Menurutnya, tidak ada perang dan bahkan tentara Rusia sedang berupaya menyelamatkan warga Ukraina dari ancaman Nazi.

Sebelum kejadian ini, Mykhailo mengaku paham kekuatan propaganda Rusia. Tapi saat dia mendengar keterangan dari ayahnya, dia merasa sangat sedih.

"Ayah saya sendiri tidak percaya saya, padahal dia tahu saya di sini dan melihat segala sesuatu dengan mata kepala saya sendiri. Lalu ibu saya, mantan istrinya, juga mengalami hal yang sama," papar Mykhailo.

"Dia bersembunyi dengan nenek saya di kamar mandi akibat gempuran."

Baca juga:

Selama bertahun-tahun media Rusia mengontrol informasi dengan sangat ketat sehingga para pemirsa tidak mendapat pandangan kritis soal Rusia serta aksi-aksinya di dunia.

"Narasi pemerintah hanya memperlihatkan Rusia sebagai tokoh baik," ucap Dr Joanna Szostek, pakar soal Rusia dan komunikasi politik di Universitas Glasgow.

"Bahkan dalam kisah-kisah yang mereka paparkan soal Perang Dunia Kedua, Perang Patriotik Akbar, Rusia tidak berbuat salah. Dan itulah mengapa sekarang mereka [penduduk Rusia] tidak mempercayai [serangan di Ukraina]," sambungnya.

Sebagian besar rakyat Rusia, menurutnya, tidak mencari sudut pandang lain. Narasi sepihak yang kritis terhadap Barat itulah yang diyakini Dr Joanna Szostek sebagai penyebab mengapa rakyat Rusia punya pandangan berbeda dengan keluarga mereka di negara-negara tetangga.

"Selama ini orang-orang yang mengkritik Rusia dipandang sebagai pengkhianat atau agen asing; semua pengritik adalah agen asing yang bekerja untuk Barat. Karena itu, ada orang yang tidak mempercayai putrinya sendiri."

Orang tua Anastasiya tinggal di sebuah desa kecil sejauh 20km dari wilayah Republik Rakyat Donetsk yang dikuasai kubu pemberontak sokongan Rusia.

Desa itu sendiri masih dikuasai aparat Ukraina, namun saluran televisi pemerintah Rusia selalu disetel di rumah orang tua Anastasiya. Mereka bahkan memasang jam sesuai dengan waktu bagian Moskow—seperti di era Uni Soviet.

Oleh sebab itu, ketika Anastasiya terbangun akibat suara sirene di Kyiv pada 24 Februari, dia paham bagaimana reaksi orang tuanya.

"Ibu saya adalah orang pertama yang saya telepon ketika saya melompat dari ranjang pada pukul lima dan sempoyongan. Dia heran mengapa saya menelepon, suaranya terdengar tenang," katanya.

Anastasiya adalah seorang koresponden BBC Ukraina yang pindah ke Kyiv 10 tahun lalu. Saat mendengar ledakan-ledakan bom setelah terbangun dari tidurnya, dia menjadi sangat khawatir.

"Saya menelepon ibu saya lagi. Saya bilang kepadanya, saya takut. 'Jangan risau', kata dia meyakinkan. 'Mereka [Rusia] tidak akan pernah mengebom Kyiv'," papar sang ibu sebagaimana ditirukan Anastasiya.

Tapi mereka sedang melakukannya, jawab Anastasiya.

"Saya bilang kepadanya, para korban tewas termasuk warga sipil. 'Tapi itu yang juga kami alami saat Ukraina menyerang Donbas!', katanya sambil tertawa. Untuk sesaat, saya tidak bisa bernapas. Mendengar ibu saya mengatakan hal itu dengan keji telah membuat hati saya remuk."

Anastasiya meyakini media Rusia menciptakan gambaran bahwa "tentara Rusia mulia" hendak membebaskan Ukraina dari Nazi.

Selama bertahun-tahun dia menghindari perdebatan politik dengan orang tuanya, namun kali ini dia langsung menutup telepon.

Kami berbincang dengan Anastasiya saat dia pergi menjauh dari Kyiv setelah bertahan selama empat hari di tempat perlindungan. Pikirannya menerawang ke masa depan yang sama sekali buram.

"Saat ini ada begitu banyak pikiran di kepala saya. Apa yang terjadi pada kita semua? Ke mana arah semua ini? Dapatkah saya kembali?

"Dapatkah saya berjumpa dengan orang tua saya lagi? Saya masih mencintai mereka, namun ada sesuatu yang remuk di dalam perasaan saya dan tidak akan pernah bisa diperbaiki."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Seruan Boikot, Gedung Orang Tua Didemo Atas Tudingan Penistaan Agama

Setelah Seruan Boikot, Gedung Orang Tua Didemo Atas Tudingan Penistaan Agama

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:13 WIB

Prabowo Mau Bikin Ambulans Udara, Dokter Bisa Terbang

Prabowo Mau Bikin Ambulans Udara, Dokter Bisa Terbang

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:13 WIB

Puan: Rakyat Tidak Ingat Besarnya Angka APBN, Tapi Seberapa Besar Mengubah Hidup Mereka

Puan: Rakyat Tidak Ingat Besarnya Angka APBN, Tapi Seberapa Besar Mengubah Hidup Mereka

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Mobil di Jakpus Diduga Kena Flare Pesawat Tempur, TNI AU Telusuri

Mobil di Jakpus Diduga Kena Flare Pesawat Tempur, TNI AU Telusuri

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:09 WIB

Juara Nasional Bukan Garis Finis, Honda Odyssey Racikan Teknisi Jogja Bidik Panggung Asia

Juara Nasional Bukan Garis Finis, Honda Odyssey Racikan Teknisi Jogja Bidik Panggung Asia

Sport | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:09 WIB

RAPBN 2027 Prabowo: Belanja Negara Tembus Rp4.097 Triliun, Ekonomi Dibidik Tumbuh 6%

RAPBN 2027 Prabowo: Belanja Negara Tembus Rp4.097 Triliun, Ekonomi Dibidik Tumbuh 6%

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:06 WIB

Massa FPI Geruduk Gedung OT Cengkareng, Jalan Macet Parah 1 Km

Massa FPI Geruduk Gedung OT Cengkareng, Jalan Macet Parah 1 Km

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:04 WIB

Digitalisasi Manajemen Keuangan, Strategi BRI Insurance Tingkatkan Kemandirian PKBM

Digitalisasi Manajemen Keuangan, Strategi BRI Insurance Tingkatkan Kemandirian PKBM

Bri | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:03 WIB

Prabowo: Bukan Kata Saya, Ini Penilaian S&P soal Ekonomi Indonesia

Prabowo: Bukan Kata Saya, Ini Penilaian S&P soal Ekonomi Indonesia

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:59 WIB

BRI Insurance Gencarkan Literasi PKBM Melalui Program Pelatihan Tata Kelola Keuangan

BRI Insurance Gencarkan Literasi PKBM Melalui Program Pelatihan Tata Kelola Keuangan

Bri | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:57 WIB

Terkini

Rayakan HUT Ke-81 RI Lebih Hemat dengan Ragam Promo Spesial dari BRI

Rayakan HUT Ke-81 RI Lebih Hemat dengan Ragam Promo Spesial dari BRI

Jogja | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Daftar Harga HP TECNO Agustus 2026, Lengkap POVA hingga Camon

Daftar Harga HP TECNO Agustus 2026, Lengkap POVA hingga Camon

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:25 WIB

BRI Tebar Promo HUT Ke-81 RI, Ada Cashback hingga Diskon Rp810 Ribu

BRI Tebar Promo HUT Ke-81 RI, Ada Cashback hingga Diskon Rp810 Ribu

Jawa Tengah | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:17 WIB

Penjualan Mobil Hybrid Suzuki Tembus 70 Persen, Ini Model Paling Diminati...

Penjualan Mobil Hybrid Suzuki Tembus 70 Persen, Ini Model Paling Diminati...

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar

Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:11 WIB

Bukan Sekadar Nyanyi dan Tepuk Tangan: Sisi Lain Perjuangan Menjadi Guru TK

Bukan Sekadar Nyanyi dan Tepuk Tangan: Sisi Lain Perjuangan Menjadi Guru TK

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Bukan Sekadar Horor Biasa, 'Munafik: Melawan Iblis' Hadir dengan Unsur Religi Serta Budaya Jawa

Bukan Sekadar Horor Biasa, 'Munafik: Melawan Iblis' Hadir dengan Unsur Religi Serta Budaya Jawa

Jogja | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Sambut HUT Ke-81 RI, BRI Hadirkan Promo Kuliner, Liburan, hingga Hiburan

Sambut HUT Ke-81 RI, BRI Hadirkan Promo Kuliner, Liburan, hingga Hiburan

Jabar | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:03 WIB

Warna Baju yang Bawa Energi Positif Chi untuk Tarik Keberuntungan

Warna Baju yang Bawa Energi Positif Chi untuk Tarik Keberuntungan

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:00 WIB

HUT RI ke-81: Dari Antusiasme Warga hingga Persiapan di Istana

HUT RI ke-81: Dari Antusiasme Warga hingga Persiapan di Istana

Video | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×