Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.301,765
LQ45 627,165
Srikehati 306,330
JII 376,355
USD/IDR 17.877

Prabowo: Bukan Kata Saya, Ini Penilaian S&P soal Ekonomi Indonesia

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:59 WIB
Prabowo: Bukan Kata Saya, Ini Penilaian S&P soal Ekonomi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menilai keputusan S&P menjadi sinyal positif bahwa perekonomian Indonesia masih mendapatkan pengakuan dari dunia internasional di tengah ketidakpastian global. Foto tangkapan layar.
baca 10 detik
  • S&P pertahankan rating RI di BBB dengan outlook stabil.
  • Prabowo sebut ekonomi RI kokoh di tengah ketidakpastian global.
  • Pendapatan negara tumbuh 21,3%, belanja naik 18,2%.

Suara.com - Lembaga pemeringkat kredit internasional S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Republik Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Peringkat tersebut disertai outlook stabil pada Juli 2026.

Presiden Prabowo Subianto menilai keputusan S&P menjadi sinyal positif bahwa perekonomian Indonesia masih mendapatkan pengakuan dari dunia internasional di tengah ketidakpastian global.

"Dunia melihat dan memantau sikap kita. Pada tanggal 13 Juli, salah satu rating agency internasional yang kesohor S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia BBB dengan outlook stabil. Ini pengakuan dunia terhadap kokohnya perekonomian Indonesia. Dan Indonesia tetap pada kategori investment grade," kata Prabowo dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut Prabowo, penilaian tersebut penting karena S&P melihat Indonesia masih memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat meski perekonomian global menghadapi berbagai tekanan.

Ia mengatakan S&P menilai kebijakan ekonomi makro pemerintah tetap berhati-hati, sementara beban utang Indonesia dinilai relatif prudent dan berkelanjutan dibandingkan negara-negara dengan peringkat yang setara.

"S&P bahkan menilai Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang kokoh, kebijakan makro berhati-hati dan beban utang yang relatif prudent dan sustainable dibanding negara-negara setara. Ini bukan kata pemerintah, bukan kata saya, ini kata penilaian mereka," ujarnya.

Prabowo juga menyoroti penilaian S&P terhadap langkah pemerintah dalam memperbaiki pengelolaan sumber daya alam (SDA). Menurutnya, upaya pemerintah memusatkan pengelolaan SDA sekaligus menutup kebocoran di sektor sumber daya alam dan mineral berpotensi meningkatkan penerimaan negara dan devisa ekspor.

"Mereka juga menilai upaya pemerintah memusatkan pengelolaan SDA dan menutup kebocoran di sektor SDA dan mineral dapat meningkatkan penerimaan negara dan devisa ekspor," kata Prabowo.

Ia juga menyebut peran Danantara dan potensi PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam memperbaiki tata kelola sektor SDA turut mendapat penilaian positif.

baca juga

Menurut Prabowo, langkah tersebut berpotensi mengurangi praktik underinvoicing dan transfer pricing yang selama ini dinilai dapat menggerus penerimaan negara.

"Mereka nilai secara positif peran Danantara dan potensi PT DSI dalam memberantas praktik-praktik underinvoicing dan transfer pricing yang sesungguhnya praktik penipuan. Itu dari pandangan pengamat pakar Barat," ujarnya.

Di sisi fiskal, Prabowo menegaskan pemerintah masih mampu menjaga stabilitas APBN 2026. Ia menyebut inflasi nasional tetap terkendali dan permintaan domestik masih kuat.

Menurut dia, hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh 21,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, belanja negara meningkat 18,2%.

"Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh tinggi 21,3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ini peningkatan yang cukup signifikan," kata Prabowo.

Pertumbuhan belanja tersebut, lanjutnya, diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat pelayanan publik, sekaligus menggerakkan perekonomian nasional.

Meski belanja negara tumbuh cukup tinggi, pemerintah masih mampu menjaga defisit APBN pada level 0,91% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir Juli 2026.

"Belanja negara tumbuh kuat 18,2%. Belanja kita arahkan untuk menjaga daya beli rakyat, memperkuat pelayanan publik dan menggerakkan ekonomi. Walaupun belanja negara tumbuh, defisit APBN tetap terjaga hanya 0,91% terhadap produk domestik bruto," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RAPBN 2027: Prabowo Patok Rupiah Rp17.500 dan Inflasi 2,5%

RAPBN 2027: Prabowo Patok Rupiah Rp17.500 dan Inflasi 2,5%

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Prabowo: Ekonomi RI Tumbuh 5,45% di Semester I 2026, Tertinggi dalam 13 Tahun

Prabowo: Ekonomi RI Tumbuh 5,45% di Semester I 2026, Tertinggi dalam 13 Tahun

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Presiden Wajib Lapor Sendiri Jika Dihina, Menkum: Putusan MK Sudah Clear

Presiden Wajib Lapor Sendiri Jika Dihina, Menkum: Putusan MK Sudah Clear

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:44 WIB

Terkini

Mobil di Jakpus Diduga Kena Flare Pesawat Tempur, TNI AU Telusuri

Mobil di Jakpus Diduga Kena Flare Pesawat Tempur, TNI AU Telusuri

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:09 WIB

Juara Nasional Bukan Garis Finis, Honda Odyssey Racikan Teknisi Jogja Bidik Panggung Asia

Juara Nasional Bukan Garis Finis, Honda Odyssey Racikan Teknisi Jogja Bidik Panggung Asia

Sport | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:09 WIB

RAPBN 2027 Prabowo: Belanja Negara Tembus Rp4.097 Triliun, Ekonomi Dibidik Tumbuh 6%

RAPBN 2027 Prabowo: Belanja Negara Tembus Rp4.097 Triliun, Ekonomi Dibidik Tumbuh 6%

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:06 WIB

Massa FPI Geruduk Gedung OT Cengkareng, Jalan Macet Parah 1 Km

Massa FPI Geruduk Gedung OT Cengkareng, Jalan Macet Parah 1 Km

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:04 WIB

Dukung Semangat Berbagai Generasi Muda, Semen Gresik Bersama FORSA Hadirkan Keceriaan Puluhan Siswa

Dukung Semangat Berbagai Generasi Muda, Semen Gresik Bersama FORSA Hadirkan Keceriaan Puluhan Siswa

Jawa Tengah | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:03 WIB

Digitalisasi Manajemen Keuangan, Strategi BRI Insurance Tingkatkan Kemandirian PKBM

Digitalisasi Manajemen Keuangan, Strategi BRI Insurance Tingkatkan Kemandirian PKBM

Bri | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:03 WIB

Prabowo: Bukan Kata Saya, Ini Penilaian S&P soal Ekonomi Indonesia

Prabowo: Bukan Kata Saya, Ini Penilaian S&P soal Ekonomi Indonesia

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:59 WIB

BRI Insurance Gencarkan Literasi PKBM Melalui Program Pelatihan Tata Kelola Keuangan

BRI Insurance Gencarkan Literasi PKBM Melalui Program Pelatihan Tata Kelola Keuangan

Bri | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:57 WIB

Bukan Sekadar Desa Wisata, Ini Rahasia Osing Kemiren Merawat Lingkungan Tetap Lestari

Bukan Sekadar Desa Wisata, Ini Rahasia Osing Kemiren Merawat Lingkungan Tetap Lestari

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:57 WIB

APBN 2027 Diprediksi Mendekati Rp 4.000 Triliun, Tapi Tak Bermakna Jika Rakyat Belum Merasakannya

APBN 2027 Diprediksi Mendekati Rp 4.000 Triliun, Tapi Tak Bermakna Jika Rakyat Belum Merasakannya

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:56 WIB

×