Prabowo: Bukan Kata Saya, Ini Penilaian S&P soal Ekonomi Indonesia

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:59 WIB
Prabowo: Bukan Kata Saya, Ini Penilaian S&P soal Ekonomi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menilai keputusan S&P menjadi sinyal positif bahwa perekonomian Indonesia masih mendapatkan pengakuan dari dunia internasional di tengah ketidakpastian global. Foto tangkapan layar.
baca 10 detik
  • S&P pertahankan rating RI di BBB dengan outlook stabil.
  • Prabowo sebut ekonomi RI kokoh di tengah ketidakpastian global.
  • Pendapatan negara tumbuh 21,3%, belanja naik 18,2%.

Suara.com - Lembaga pemeringkat kredit internasional S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Republik Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Peringkat tersebut disertai outlook stabil pada Juli 2026.

Presiden Prabowo Subianto menilai keputusan S&P menjadi sinyal positif bahwa perekonomian Indonesia masih mendapatkan pengakuan dari dunia internasional di tengah ketidakpastian global.

"Dunia melihat dan memantau sikap kita. Pada tanggal 13 Juli, salah satu rating agency internasional yang kesohor S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia BBB dengan outlook stabil. Ini pengakuan dunia terhadap kokohnya perekonomian Indonesia. Dan Indonesia tetap pada kategori investment grade," kata Prabowo dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut Prabowo, penilaian tersebut penting karena S&P melihat Indonesia masih memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat meski perekonomian global menghadapi berbagai tekanan.

Ia mengatakan S&P menilai kebijakan ekonomi makro pemerintah tetap berhati-hati, sementara beban utang Indonesia dinilai relatif prudent dan berkelanjutan dibandingkan negara-negara dengan peringkat yang setara.

"S&P bahkan menilai Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang kokoh, kebijakan makro berhati-hati dan beban utang yang relatif prudent dan sustainable dibanding negara-negara setara. Ini bukan kata pemerintah, bukan kata saya, ini kata penilaian mereka," ujarnya.

Prabowo juga menyoroti penilaian S&P terhadap langkah pemerintah dalam memperbaiki pengelolaan sumber daya alam (SDA). Menurutnya, upaya pemerintah memusatkan pengelolaan SDA sekaligus menutup kebocoran di sektor sumber daya alam dan mineral berpotensi meningkatkan penerimaan negara dan devisa ekspor.

"Mereka juga menilai upaya pemerintah memusatkan pengelolaan SDA dan menutup kebocoran di sektor SDA dan mineral dapat meningkatkan penerimaan negara dan devisa ekspor," kata Prabowo.

Ia juga menyebut peran Danantara dan potensi PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam memperbaiki tata kelola sektor SDA turut mendapat penilaian positif.

baca juga

Menurut Prabowo, langkah tersebut berpotensi mengurangi praktik underinvoicing dan transfer pricing yang selama ini dinilai dapat menggerus penerimaan negara.

"Mereka nilai secara positif peran Danantara dan potensi PT DSI dalam memberantas praktik-praktik underinvoicing dan transfer pricing yang sesungguhnya praktik penipuan. Itu dari pandangan pengamat pakar Barat," ujarnya.

Di sisi fiskal, Prabowo menegaskan pemerintah masih mampu menjaga stabilitas APBN 2026. Ia menyebut inflasi nasional tetap terkendali dan permintaan domestik masih kuat.

Menurut dia, hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh 21,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, belanja negara meningkat 18,2%.

"Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh tinggi 21,3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ini peningkatan yang cukup signifikan," kata Prabowo.

Pertumbuhan belanja tersebut, lanjutnya, diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat pelayanan publik, sekaligus menggerakkan perekonomian nasional.

Meski belanja negara tumbuh cukup tinggi, pemerintah masih mampu menjaga defisit APBN pada level 0,91% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir Juli 2026.

"Belanja negara tumbuh kuat 18,2%. Belanja kita arahkan untuk menjaga daya beli rakyat, memperkuat pelayanan publik dan menggerakkan ekonomi. Walaupun belanja negara tumbuh, defisit APBN tetap terjaga hanya 0,91% terhadap produk domestik bruto," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RAPBN 2027: Prabowo Patok Rupiah Rp17.500 dan Inflasi 2,5%

RAPBN 2027: Prabowo Patok Rupiah Rp17.500 dan Inflasi 2,5%

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Prabowo: Ekonomi RI Tumbuh 5,45% di Semester I 2026, Tertinggi dalam 13 Tahun

Prabowo: Ekonomi RI Tumbuh 5,45% di Semester I 2026, Tertinggi dalam 13 Tahun

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Presiden Wajib Lapor Sendiri Jika Dihina, Menkum: Putusan MK Sudah Clear

Presiden Wajib Lapor Sendiri Jika Dihina, Menkum: Putusan MK Sudah Clear

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:44 WIB

Terkini

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:43 WIB

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

News | Senin, 28 September 2026 | 20:39 WIB

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Bri | Senin, 28 September 2026 | 20:37 WIB

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

News | Senin, 28 September 2026 | 20:32 WIB

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Bola | Senin, 28 September 2026 | 20:26 WIB

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

News | Senin, 28 September 2026 | 20:20 WIB

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:10 WIB

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Riau | Senin, 28 September 2026 | 20:07 WIB

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 20:05 WIB

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:58 WIB

×