Dua tahun Covid: Tiga Kesalahan dan Tiga Hal yang Harus Diwaspadai

SiswantoABC Suara.Com
Jum'at, 11 Maret 2022 | 15:01 WIB
Dua tahun Covid: Tiga Kesalahan dan Tiga Hal yang Harus Diwaspadai
Ilustrasi covid-19 (Freepik)

Pertama, CDC khawatir tidak ada pasokan masker bedah dan N95 yang cukup, yang krusial untuk mereka yang berisiko tinggi.

Kedua, diperkirakan pada saat itu orang tanpa gejala dan pra-gejala tidak dapat menularkan virus (kita sekarang tahu bahwa mereka ternyata bisa).

Namun, pada 3 April 2020, CDC mengubah sarannya dan merekomendasikan masyarakat umum untuk memakai masker kain berlapis-lapis.

Aturan ini sekarang telah diperbarui untuk mengenakan maskeryang pas yang dipakai secara konsisten.

Dengan munculnya Omicron, beberapa ahli mengatakan masker wajah kain sudah tidak disarankan lagidan orang-orang setidaknya harus memakai masker bedah, atau bahkan masker respirator yang lebih baik seperti P2, KN95 atau N95.

3. Kita sangat mengkhawatirkan transmisi virus di permukaan benda

Pada hari-hari awal pandemi, permukaan yang terkontaminasi dianggap sebagai sarana utama penularan COVID.

Orang-orang memakai sarung tangan ketika pergi ke supermarket (beberapa masih melakukannya), dan mencuci paket makanan mereka begitu sampai di rumah.

Namun, kita sekarang tahu bahwa virus ini menyebar terutama melalui aerosol dan transmisi droplet.

Ketika seseorang batuk atau bersin, tetesan yang mengandung lendir, air liur, air dan partikel virus dapat mendarat di orang lain atau jatuh ke permukaan.

Baca Juga: Sudah Terdeteksi di Australia! Virus Ini DIprediksi jadi Ancaman Global Selanjutnya

Tetesan yang lebih besar cenderung tidak melakukan perjalanan terlalu jauh dan jatuh dengan cepat.

Tetesan yang lebih kecil, yang disebut aerosol, dapat bertahan di udara untuk waktu yang lama sebelum mengendap.

Kini menurut para ilmuwan,penularan yang terjadi karena menyentuh permukaan yang terkontaminasi sangat jarang terjadi.

Tiga hal yang masih harus diwaspadai

Ada tiga isu utama yang perlu kita waspadai saat COVID perlahan mewabah.

1. Varian baru

Masih ada potensi varian baru dan lebih berat di depan. Salah satu alasan utamanya adalah tingkat vaksinasi yang rendah di banyak negara. Semakin banyak virus yang memperbanyak diri pada populasi yang tidak divaksinasi, semakin besar kemungkinan terjadinya mutasi dan varian.

Produsen vaksin Pfizer dan Moderna memproduksi vaksin di fasilitas mereka sendiri, atau melisensikan hak untuk memproduksi vaksin di negara lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI