facebook

Cuma Gimmick, JATAM Kaltim Sebut Rakyat Tak Peduli Aksi Jokowi Kemah Super Mewah di IKN

Agung Sandy Lesmana | Ummi Hadyah Saleh
Cuma Gimmick, JATAM Kaltim Sebut Rakyat Tak Peduli Aksi Jokowi Kemah Super Mewah di IKN
Presiden Joko Widodo saat berkemah di Titik Nol Kilometer IKN Nusantara, Kalimantan Timur, Senin (14/3/2022). (Twitter/jokowi foto Agus Suparto)

"Sebenarnya tentu tidak ada kepedulian publik terkait kemahan ini atau publik juga masih berkonsentrasi dengan kebutuhan-kebutuhan hariannya," papar Pradarma.

Suara.com - Aksi Presiden Jokowi berkemah dengan mengajak ibu negara Iriana Jokowi serta rombongan menteri di titik nol IKN Nusantara mendapat kritikan tajam dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur. Bahkan, acara kemah yang dianggap super mewah itu cuma bentuk gimmick alias tipu daya dari para elite saat rakyat sedang kesusahan. 

Koordinator Jatam Kaltim Pradarma Rupang menganggap, aksi berkemah Jokowi dan rombongan menteri itu menandakan pemerintah sedang mengabaiakan krisis yang sedang melanda rakyat. 

"(Aksi berkemah Jokowi) Ini adalah bentuk bagaimana tidak pekanya elite politik di negara ini yang justru mengabaikan situasi dan kondisi ekonomi rakyat di tengah situasi kritis yang kian berlapis," ujar Pradarma dalam  "Camping Oligarki di IKN : Gimmick Elit Saat Rakyat Menjerit" secara virtual, Selasa (15/3/2022).

Menurutnya, acara kemah super mewah itu adalah bentuk gimmick dari elite rezim Jokowi.

Baca Juga: Jokowi Akui Pembangunan IKN Nusantara Tidak Mudah, Butuh 20 Tahun Lamanya

"Kemah super mewah yang kita lihat bahwasanya menghadirkan sebuah bentuk gimmick yang tidak merujuk bagaimana keprihatinan rakyat di tengah situasi krisis. Neberapa pulau, yang tidak hanya terjadi di pulau Jawa bahkan meluas hingga ke pulau-pulau terluar seperti kami di Kaltim," kata dia. 

Presiden Jokowi dan Iriana saat kemah di titik nol Ibu Kota Negara Nusantara di Kaltim.  (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden).
Presiden Jokowi dan Iriana saat kemah di titik nol Ibu Kota Negara Nusantara di Kaltim. (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden).

Pradarma menyebut bahwa publik tidak memedulikan kegiatan mantan Gubernur DKI Jakarta itu berkemah. Pasalnya publik hingga hari ini masih fokus dengan kebutuhan-kebutuhan harian. 

"Sebenarnya tentu tidak ada kepedulian publik terkait kemahan ini atau publik juga masih berkonsentrasi dengan kebutuhan-kebutuhan hariannya," papar Pradarma. 

Terlebih kata dia, ribuan warga seperti di Kalimantan Timur masih mengantre untuk pembelian minyak goreng.  Sehingga ia menilai gimmick yang dilakukan pemerintah kerap tidak melihat bagaimana penderitaan rakyat.

"Terlihat sekali bagaimana situasi di Kaltim,  antrian panjang ribuan warga itu masih berlangsung hingga hari ini. Di tengah pemerintah justru itu juga apa masih melakukan kegiatan-kegiatan yang tak berguna ini. Nah ini yang kita sebut bahwa ternyata pemerintah acapkali melakukan gimmick yang justru  tidak melihat bagaimana penderitaan rakyat," katanya.

Baca Juga: Gubernur Jabar Ridwan Kamil Sebut IKN Nusantara Peristiwa Bersejarah, Kok Bisa?

Komentar