Jadi Tentara Relawan Ukraina, Dilatih Tiga Hari Langsung ke Garis Depan

Siswanto | BBC | Suara.com

Selasa, 15 Maret 2022 | 14:59 WIB
Jadi Tentara Relawan Ukraina, Dilatih Tiga Hari Langsung ke Garis Depan
BBC

Suara.com - Lebih dari seminggu yang lalu saya bertemu dengan sekelompok pemuda di Kyiv. Mereka berperang memperjuangkan Ukraina secara sukarela.

Kebanyakan dari mereka belum genap 20 tahun dan belum lama mengakhiri masa sekolah. Mereka mengatakan kepada saya, setelah tiga hari menjalani pelatihan dasar, mereka akan menuju garis depan, atau berada sangat dekat dengan garis depan.

Maksym Lutsyk, seorang mahasiswa biologi berusia 19 tahun, mengatakan tidak masalah mencoba menjadi tentara setelah menjalani pelatihan kurang dari seminggu. Setelah lima tahun di Pramuka, dia tidak hanya berhasil belajar keterampilan hidup di tempat terpencil, tetapi juga beberapa pelatihan senjata. Dia berusia 10 tahun ketika terjadi perang antara Ukraina dengan gerakan separatis yang didukung oleh Moskow pada 2014.

Maksym bergabung dengan temannya, Dmytro Kisilenko (18 tahun), mahasiswa jurusan ekonomi di universitas yang sama.

Orang-orang yang direkrut itu merupakan sekelompok pemuda yang telah memutuskan bahwa mereka bukan lagi anak-anak, yang tertawa terlalu keras ketika seseorang menceritakan lelucon untuk menyembunyikan kegelisahan mereka, atau sering membual.

Baca juga:

Beberapa dari mereka mengenakan bantalan lutut yang terlihat terlalu kecil, seolah-olah mereka datang membawa skateboard pada hari ulang tahunnya yang ke-12. Beberapa lagi datang membawa kantong tidur.

Salah satunya membawa matras yoga. Ketika menunggu di luar bus yang akan mengantar ke tempat latihan, mereka tampak seperti rombongan ke festival musik, kalau saja mereka tidak membawa senjata. Masing-masing orang diberi tanggung jawab memegang sepucuk senapan serbu Kalashnikov.

Saya berbicara dengan Dmytro, Maksym, dan relawan lainnya. Akhir pekan ini saya pergi ke pos-pos mereka di tepi timur kota. Mereka telah diberi seragam, pelindung tubuh, pelindung lutut yang layak khas angkatan bersenjata, dan helm.

Angin kencang bertiup di sekitar pos pemeriksaan, yang sedang dibangun oleh para sukarelawan itu menjadi barikade dengan karung pasir dan penghalang kendaraan lapis baja. Mereka melakukan yang terbaik dari pelatihan dasar mereka.

Dmytro mengatakan kepada saya: "Saya sudah terbiasa dengan senjata saya. Saya belajar cara menembak dan cara bertindak dalam pertempuran, juga banyak hal lain yang sangat penting dalam pertarungan menghadapi Rusia." Dia tertawa, seolah-olah dia sulit membayangkan apa yang dia renungkan.

Maksym tampak lebih waspada dan serius, tidak terlihat seperti mahasiswa yang santai.

"Saya merasa jauh lebih percaya diri daripada sebelumnya, karena kami sudah mendapatkan pengetahuan yang cukup soal taktik, seni bela diri, pengobatan taktis, dan cara melakukan sesuatu di medan perang." Dengan setengah bercanda, dia mengatakan ingin melihat bendera Ukraina berkibar dari Kremlin.

Pertanyaan di benak semua orang di sini adalah apakah pertempuran di Kyiv akan benar-benar terjadi?

"Sangat mungkin" kata Dmytro. "Kami hanya harus menghentikan mereka di sini, karena jika mereka sampai ke Kyiv, perang ini mungkin akan berakhir."

Mereka berasal dari kota yang sama di dekat perbatasan Rusia. Kota yang sedang diserang. Keluarga mereka masih ada. Saya bertanya, apa pendapat orang tua mereka tentang apa yang mereka lakukan.

Maksym mengatakan sambil bercanda bahwa ibunya menyuruhnya tinggal di tempat penampungan saja dan menjadi sukarelawan untuk memasak makanan. Dia telah memberi tahu orang tuanya tentang rincian penempatannya karena dia tidak ingin membuat mereka khawatir.

Orang tua Dmytro tahu apa yang anaknya lakukan. Dia mulai dengan membuat bom molotov sendiri dan setelah beberapa hari dia menelepon ayahnya untuk memberitahu bahwa dia telah memutuskan bergabung dengan pasukan pertahanan teritorial. Ayahnya menyuruhnya untuk tidak berusaha terlalu keras untuk menjadi pahlawan.

Orang tua saya, kata Dmytro, bangga dengan apa yang saya lakukan. Dia tampak senang. Saya bertanya apakah dia merasa takut dengan apa yang akan terjadi nanti.

"Tidak terlalu, tetapi takut itu manusiawi, dan tentu saja dalam hati saya merasa sedikit takut, karena tidak ada orang yang ingin mati, bahkan jika kematian itu demi negara sendiri. Jadi, kematian bukanlah pilihan bagi kami."

Dmytro dan Maksym membicarakan impian mereka di masa depan, bersenang-senang dengan teman-teman, menyelesaikan pendidikan, karier, dan akhirnya berkumpul dengan keluarga.

Orang tua mereka pasti berdoa agar rencana, energi, dan bahkan hidup putra mereka tidak dihancurkan oleh kenyataan perang yang brutal, seperti banyak generasi muda lainnya yang bergabung untuk berperang di perang Eropa.


Rusia menyerang Ukraina:


Wartawan asing tidak memiliki akses ke para pemuda Rusia yang hanya beberapa mil jauhnya di sisi lain di garis depan. Banyak yang meyakini mereka adalah wajib militer, yang tidak diberitahu dengan benar apa yang sedang direncanakan untuk mereka. Peperangan, kebanyakan dilakukan oleh para pemuda.

Saya yakin banyak pemuda Rusia yang terlibat dalam perang memiliki harapan setinggi Dmytro dan Maksym. Satu perbedaan, mungkin, adalah kurangnya motivasi untuk bertarung, meskipun tidak kesempatan untuk melakukan peliputan di pihak mereka dengan benar, sulit untuk mengatakannya dengan pasti.

Dua mahasiswa muda Ukraina yang menjadi tentara kembali bekerja di pos pemeriksaan. Tentara profesional berada beberapa mil di depan, berhadapan langsung ke pasukan Rusia.

Namun, jika Rusia datang, seperti semua sukarelawan, Maksym dan Dmytro akan menembak dari parit yang mereka gali di tanah sekitarnya, di mana kotak-kotak bom molotov menunggu—botol-botol tua berisi bensin dan potongan-potongan polistiren parut, yang diisi dengan kain untuk melumpuhkan tank.

Jika itu tidak berhasil, aliansi militer NATO sedang memasok ribuan senjata anti-tank yang jauh lebih canggih.

Semua orang di sini, di Kyiv, sedang menunggu apa yang mungkin menjadi pertempuran utama dalam perang. Para tentara, warga sipil yang mengenakan seragam atau bahkan tanpa seragam, bersama dengan Maksym dan Dmytro dan sukarelawan lainnya, siap bertarung bersama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Investasi USD 10 Juta, BEST Kembangkan Produksi Elektronik Dalam Negeri

Investasi USD 10 Juta, BEST Kembangkan Produksi Elektronik Dalam Negeri

Foto | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Anak-anak Kini Bisa Belajar Perubahan Iklim Lewat Permainan

Anak-anak Kini Bisa Belajar Perubahan Iklim Lewat Permainan

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:08 WIB

Kesempatan Belajar AI Kini Makin Terbuka untuk Penyandang Disabilitas

Kesempatan Belajar AI Kini Makin Terbuka untuk Penyandang Disabilitas

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:47 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Daftar Harga OPPO Find X9 Ultra dan Find X9s, HP Flagship Kamera Hasselblad Terbaru

Daftar Harga OPPO Find X9 Ultra dan Find X9s, HP Flagship Kamera Hasselblad Terbaru

Tekno | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:26 WIB

Terkini

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB

Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal

Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:22 WIB

Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal

Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:10 WIB

Skandal Riset Palsu Demi Travel Grant, UNY Benarkan Rivaldy dan Prihantini Adalah Alumni

Skandal Riset Palsu Demi Travel Grant, UNY Benarkan Rivaldy dan Prihantini Adalah Alumni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 20:59 WIB

Pemkab Mojokerto Kucurkan Dana Rp7,5 Miliar untuk Insentif 6 Ribu Guru TPQ

Pemkab Mojokerto Kucurkan Dana Rp7,5 Miliar untuk Insentif 6 Ribu Guru TPQ

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 20:52 WIB