Kelompok Jamaah Islamiyah Bukan Cuma Targetkan PNS Agar Berbaiat, Begini Pengakuan Eks Napi Teroris

Agung Sandy Lesmana, Ummi Hadyah Saleh

Selasa, 15 Maret 2022 | 21:03 WIB
Kelompok Jamaah Islamiyah Bukan Cuma Targetkan PNS Agar Berbaiat, Begini Pengakuan Eks Napi Teroris
Suasana kediaman terduga teroris berinisial TO di Perumahan Samawa, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, sepi dari aktivitas, Selasa (15/3/2022). [Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim]

Suara.com - Pengamat terorisme, Arif Budi Setyawan atau Arif Tuban menilai bahwa perekrutan Jamaah Islamiyah (JI) bukan menyasar pada Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, kata Arif perekrutan kelompok JI dapat menyasar ke semua kalangan. 

"(Perekrutannya) bisa dari semua kalangan. Yang paling ini JI ada semua kalangan, di MUI aja ada," ujar Arif saat dihubungi Suara.com, Selasa (15/3/2022).

Pernyataan Arif menanggapi soal Densus 88 Antiteror Polri yang meringkus PNS di Tangerang bernama Tobiin alias TO, pagi tadi. 

Mantan Napiter itu menuturkan bahwa ketika ada PNS yang terafiliasi dengan JI, PNS tersebut terlebih dahulu menjadi PNS, baru kemudian menjadi simpatisan JI.

"Setahu saya, saya pernah ada di kelompok JI sampai tahun 2008. Jadi setahu saya di JI ini dia bukan mereka menargetkan PNS tapi, PNS itulah yang kemudian menjadi simpatisan kelompok JI yang kemudian mungkin sampai berbaiat jadi anggota JI. Jadi orangnya bukan di JI dulu, baru jadi PNS," ucap Arif.

Arif menekankan bahwa narasi kelompok JI, berbeda dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). JAD kata Arif memiliki narasi menyuarakan untuk membela ISIS dan khilafah. 

"Kasus JI ini, pesona mereka sangat berbeda dengan JAD yang narasinya mereka sudah punya khilafah. Jadi mereka itu menyerukan mereka itu pembela ISIS, pembela khilafah," papar Arif.

"Kalau kelompok JI ini kan mereka perjuangannya kan jangka panjang pelan-pelan, ada di divisi sosial dakwahnya. Tapi ada juga divisi terkait militeran terkait  persiapan menuju jihad yang dirahasiakan. Hanya orang-orang anggota tertentu saja yang direkrut untuk itu yang tahu bahwa ada gerakan jihadnya. Mayoritas anggota JI hanya tahu aktivitas di bidang dakwah dan sosial," sambungnya. 

Kemudian, Arif menjelaskan terkait kelompok JI dan JAD juga memiliki perekrutan yang berbeda. Arif menyebut jika kelompok JI perekrutan menyasar ke rekrutan jaringan atau offline. Sementara JA, melakukan perekrutan melalui media sosial. 

baca juga

"Kalau JI seperti itu, jaringan rekrut jaringan bukan kaya JAD, kalau di media sosial punya pemikiran sama dianggap satu golongan. Kalau JI seperti rekrumen jaringan offline kalau JAD online JI lebih banyak offline," papar dia.

Lebih lanjut, Arif membeberkan bahwa doktrin yang dilakukan kelompok JI yaitu memanfaatkan isu besar ketidakharmonisan hubungan negara dan agama. Sehingga mereka mendoktrin bahwa menganggap negara menzalimi Islam.  

"Narasinya yang digunakan memaparkan bukti bukti kezoliman kesengsaraan umat Islam, itu kan gampang nyari kesengsaraan umat Islam dibantai disana, digusur disini, atau pakai narasi internasional, kapan kita harus membela diri, membela kemulian Islam," papar dia.

"Kalau seandainya kita memperjuangkan Islam tapi menggunakan caranya tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku di sebuah negara, itu kan boleh-boleh saja politik, dukungan-dukungan seperti itu kan ok dan masalahnya caranya (kelompok teroris) membolehkan kekerasan disitu aja," sambungnya. 

Peran PNS Jaringan JI

Tobiin ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri di Perumahan Samawa Village, Jatimulya, Sepatan, Tangerang, pagi tadi. Dari keterangan pihak kepolisian, Tobiin merupakan anggota Jamaah Islamiyah (JI).

Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar menjelaskan, Tobiin mempunyai sejumlah keterlibatan di jaringan teror. Selain anggota JI, Tobiin juga merupakan Sekretaris dan Bendahara Bidang Bayan, Banten.

"Keterlibatan, anggota Kelompok Jamaah Islamiyah dan Sekertaris dan Bendahara Bid. Bayan Banten," kata Aswin dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, Tobbin merupakan anggota teritorial JI wilayah Tangerang Raya. Tidak hanya itu, Tobbin merupakan sosok yang mengajukan nama-nama anggota JI untuk pelebaran struktur tingkatan Korda.

"Anggota teritorial wilayah Tangerang Raya dan orang yang mengajukan nama-nama anggota JI untuk pelebaran struktur tingkatan Korda," sambung Aswin.

10 Tahun Lebih jadi PNS

Diketahui, Tobiin tercatat sebagai PNS Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang. Hal itu dibenarkan oleh  Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang, Azis Gunawan saat dikonfirmasi Suarajakarta.id.

"Iya betul..betul (Bekerja di Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang) Staf analisa alat mesin pertanian," kata Azis pada Selasa.

Azis mengemukakan, TO telah bekerja dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang sejak menjadi Calon Pegawai Negeri sipil (CPNS) hingga jadi PNS sekitar 10 tahun lebih. 

"Sudah dari CPNS di Dinas Pertanian sekitaran sepuluh tahun atau lebih lah," katanya.

Azis menuturkan, informasi penangkapan TO didapat dari sang istri. Ia menceritakan, ketika itu pelaku ditangkap usai Salat Subuh.

"Keluarganya istrinya yang menyampaikan ke saya lewat telpon bahwa sepulang dari masjid tidak pulang lagi ke rumah abis salat subuh. Terus juga gak lama lagi pihak yang berwajib densus ya ke rumahnya Tobiin ke keluarganya menyampaikan bahwa diamankan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kejar-kejaran Dengan Densus 88, Dokter Sunardi Ditembak di Bagian Tangan, Lengan, Punggung, dan Pinggang

Kejar-kejaran Dengan Densus 88, Dokter Sunardi Ditembak di Bagian Tangan, Lengan, Punggung, dan Pinggang

Sulsel | Selasa, 15 Maret 2022 | 19:51 WIB

Oknum ASN Inisial AR yang Terjaring Kasus Narkoba di Bontang Tak Ditahan, Tapi Direhab, Kok Gitu?

Oknum ASN Inisial AR yang Terjaring Kasus Narkoba di Bontang Tak Ditahan, Tapi Direhab, Kok Gitu?

Kaltim | Selasa, 15 Maret 2022 | 19:37 WIB

Kasus PNS Tangerang jadi Anggota Teroris JI, Pemerintah Diminta Turun Langsung Cek Pegawai Berpaham Terorisme

Kasus PNS Tangerang jadi Anggota Teroris JI, Pemerintah Diminta Turun Langsung Cek Pegawai Berpaham Terorisme

News | Selasa, 15 Maret 2022 | 18:57 WIB

Terjun Langsung ke Sukoharjo, Kompolnas Nilai Penangkapan Teroris Sunardi oleh Densus 88 Sesuai SOP

Terjun Langsung ke Sukoharjo, Kompolnas Nilai Penangkapan Teroris Sunardi oleh Densus 88 Sesuai SOP

Surakarta | Selasa, 15 Maret 2022 | 18:29 WIB

Terkini

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:00 WIB

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:55 WIB

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:46 WIB

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:40 WIB

Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:09 WIB

Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura

Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:01 WIB

Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:50 WIB