Satu dari Enam Mahasiswa di Australia Mengalami Pelecehan Seksual

Siswanto, ABC

Jum'at, 25 Maret 2022 | 11:49 WIB
Satu dari Enam Mahasiswa di Australia Mengalami Pelecehan Seksual
Ilustrasi pelecehan verbal terhadap pasangannya (Unsplash.com)

Sebanyak 26,1 persen responden ANU dilaporkan mengalami kekerasan seksual di masa kuliahnya.

Jumlah tersebut adalah dua kali rata-rata jumlah kasus pelecehan seksual nasional di Australia.

Awal bulan ini, ANU mengatakan pengenalan sistem lapor secara online menjadi alasan jumlah pelecehan seksual di universitas tersebut meningkat tajam.

Dalam pernyataannya, wakil rektor ANU Brian Schmidt mengatakan survei tersebut melampirkan jumlah mahasiswa ANU yang tidak proporsional di antara korban. Selain itu survei tersebut juga menunjukkan siswa yang melapor atau mencari pertolongan dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan angka nasional.

Profesor Schmidt mengatakan ANU tengah mencari solusi, salah satunya dengan berinvestasi untuk Rencana Keamanan dan Kesejahteraan dan mewajibkan sesi didikan tentang 'consent' atau pemberian izin bagi siswa dalam dua tahun ke depan.

"Angka hari ini sulit diterima komunitas kita dan saya turut sedih atas yang dialami korban dan penyintas, orang tersayang mereka, serta advokat yang mendukung mereka," katanya.

"ANU selalu mendengarkan dan bertindak, dan melakukan investasi untuk menghentikan dan merespon perilaku tidak senonoh seperti ini."

Siswa berbagi cerita tentang pelecehan, penyerangan

Sejumlah universitas di Australia melakukan survei kepada lebih dari 43.000 orang, termasuk cerita dan pengalaman pribadi yang masuk dalam survei NSSS.

Di antara mereka adalah Zara (bukan nama sebenarnya) yang mengaku merasa kecewa dengan cara universitasnya menangani keluhannya ketika dia menghadap untuk meminta dukungan dan perlindungan.

Mahasiswa internasional itu mengatakan dia berulang kali dilecehkan oleh seorang anggota staf di universitas, yang mengiriminya pesan teks, dengan isi mengomentari penampilannya dan membuat stereotip tentang negara asalnya. Dia membawa masalah ini ke kepala departemen kampusnya.

"Dua minggu kemudian, saya diberitahu oleh kepala departemen untuk memblokir nomor telepon orang tertuduh itu dan diminta untuk tidak lagi menghadiri seminar sekolah atau acara sosial karena tidak ada yang bisa menjamin keselamatan saya dari orang ini," kata Zara.

"Ini terjadi lebih dari dua tahun yang lalu dan sejak itu saya tidak menghadiri seminar akademik di kampus saya."

Responden survei lainnya menceritakan pengalamannya saat dirayu secara seksual, merasa diikuti, disentuh, atau bahkan mendengar komentar berbau seksual di dalam kelas.

"Saat di universitas, saya berurusan dengan pria yang menguntit saya secara online dan mengikuti jadwal kelas saya di universitas untuk mengetahui di mana saya berada ketika saya [mencoba] menghindari mereka," kata seorang responden.

"Saya ditanyai pertanyaan yang sangat pribadi dan pertanyaan menganggu tentang kehidupan seks saya oleh seorang sopir bus uni ketika dia  mengendarai saya di kampus larut malam," kata yang lain.

Beberapa dari mereka juga merasa kecewa dengan pihak universitas ketika mereka mencoba melaporkan apa yang terjadi.

“Beberapa orang di kelompok belajar juga membuat saya merasa tidak nyaman [membuat komentar seksis tentang perempuan], mengajukan pertanyaan pribadi, melakukan kontak fisik] tetapi ketika saya memberi tahu dosen, tidak ada yang dilakukan, jadi saya membatalkan mata kuliah itu," kata salah satu responden.

Laporan menyoroti perlunya 'perubahan budaya'

Profesor Dewar berterima kasih kepada mereka yang sudah melaporkan dan menurutnya perubahan budaya secara luas perlu dilakukan.

"Kontribusi Anda membantu kami membuat perubahan dan mempertimbangkan upaya yang diambil mungkin gagal, juga menemukan di mana budaya bisa diubah," ujarnya.

"Hasil survei adalah bagian dari bukti yang berkembang di Australia, menunjukkan pelecehan seksual dan kekerasan seksual menyebar di seluruh masyarakat."

"Sebagai sebuah bangsa, ini tidak dapat ditoleransi, dan sebagai sebuah sektor, kami akan terus menjadi bagian dari solusi."

Dia mengatakan perubahan telah dilaksanakan oleh institusi mengikuti laporan dan studi sebelumnya.

"Ini termasuk pelaporan yang lebih baik dan proses pengumpulan bukti, pelajaran soal consent, pendidikan soal respek, pedoman yang lebih kuat soal hubungan antara dosen dan mahasiswa, dan merombak cara laporan pelecehan seksual atau kekerasan seksual yang ditangani oleh universitas," katanya.

"Kami bekerja keras untuk membuat kampus kami lebih aman dan terjamin. Kami tahu kami perlu berbuat lebih banyak, dan kami akan melakukannya. Temuan ini akan memandu pekerjaan kami yang terus dilakukan."

Artikel ini diterjemahkan oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung

Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung

Sport | Senin, 15 Juni 2026 | 23:20 WIB

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 23:15 WIB

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

News | Senin, 15 Juni 2026 | 22:14 WIB

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:55 WIB

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:37 WIB

Motor Listrik Pintar OMO-X Resmi Mengaspal di Indonesia Simak Keunggulan dan Harganya

Motor Listrik Pintar OMO-X Resmi Mengaspal di Indonesia Simak Keunggulan dan Harganya

Otomotif | Senin, 15 Juni 2026 | 21:32 WIB

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:20 WIB

Tayang Besok Pagi di ANTV, Ini 7 Fakta Kuch Kuch Hota Hai yang Mungkin Jarang Orang Tahu

Tayang Besok Pagi di ANTV, Ini 7 Fakta Kuch Kuch Hota Hai yang Mungkin Jarang Orang Tahu

Entertainment | Senin, 15 Juni 2026 | 21:19 WIB

Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD

Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:07 WIB

Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan

Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:04 WIB

Terkini

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 23:15 WIB

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

News | Senin, 15 Juni 2026 | 22:14 WIB

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:55 WIB

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:37 WIB

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:20 WIB

Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD

Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:07 WIB

Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan

Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:04 WIB

Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini

Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:43 WIB

Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan

Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:40 WIB

Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya

Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:28 WIB