Suara.com - Baru-baru ini dikabarkan terjadinya keracunan massal di Pucangsawit, Solo. Tentu hal ini cukup mengejutkan, mengingat kejadian seperti ini sudah lama sekali tidak terjadi. Agar lebih memahami seputar kejadian tersebut, berikut fakta keracunan massal di Pucangsawit Solo.
Sebelumnya sedikit sebagai gambaran. Kejadian terjadi pada momen malam takbiran di daerah tersebut. Keracunan ini dialami warga di satu kampung, dan cukup menggegerkan media sosial selama beberapa saat. Apa saja fakta keracunan massal di Pucangsawit Solo?
Fakta Keracunan Massal di Pucangsawit Solo
1. Berasal dari Nasi Box
Keracunan diduga kuat berasal dari nasi box yang dibagikan pada hampir 100 orang yang menghadiri acara buka bersama saat malam takbiran. Diketahui, kondisi makanan yang ada pada nasi box sudah tidak layak konsumsi, yang mengakibatkan setidaknya 90 orang mengalami keracunan setelah mengkonsumsinya.
2. Korban Meninggal Dunia
Dari 90 orang yang mengalami keracunan makanan, diketahui terdapat satu korban jiwa akibat keracunan ini. Korban diketahui bernama pak Jumadi, dan memiliki riwayat penyakit jantung. Saat ditemukan, korban sudah berada dalam posisi tidak sadarkan diri di rumah dan saat dibawa ke rumah sakit nyawanya sudah tidak tertolong.
3. Makanan Dimasak Oleh Warga
Fakta selanjutnya adalah bahwa makanan yang digunakan untuk buka bersama juga dimasak oleh warga sekitar. Meski demikian, tidak diketahui secara pasti kenapa kondisi makanan yang disajikan sudah kurang layan dikonsumsi, dan menjadi pemicu terjadinya keracunan massal tersebut.
4. Sampel Ayam Sedang Diteliti
Dari makanan yang disajikan tersebut, terdapat sampel ayam yang kemudian dibawa ke laboratorium guna dilakukan penyelidikan. Hal ini mengacu pada keterangan warga yang menyatakan bahwa ayam sudah tidak segar, dan seperti tidak layak dikonsumsi. Warga yang nekad mengkonsumsi sajian tersebut kemudian merasakan gejala pusing dan mual.
5. Gejala Keracunan Cukup Jelas
Dari banyak orang yang mengkonsumsi sajian tersebut, sekitar 50 orang kemudian merasakan gejala keracunan seperti mual, pusing, dan lemas saat malam takbir tersebut. Kebanyakan kemudian dibawa ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan terdekat dengan menggunakan ambulans yang cukup banyak.
6. Sedikitnya Menggunakan 20 Ambulans
Diketahui juga bahwa pada malam takbiran tersebut, setidaknya ada 20 ambulans yang harus didatangkan guna mengevakuasi korban keracunan tersebut.
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
5 Fakta Warga di Solo Keracunan Massal Usai Buka Bersama, Wali Kota Buka Suara
News | Senin, 02 Mei 2022 | 18:40 WIB
Buka Bersama Terakhir, 51 Warga Solo Diduga Keracunan Makanan, Satu Orang Meninggal
News | Senin, 02 Mei 2022 | 10:53 WIB
Sejumlah Warga di Solo Keracunan Makanan Usai Santap Takjil Buka Bersama
Surakarta | Minggu, 01 Mei 2022 | 19:30 WIB
Terkini
Penyebab Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Masih Diselidiki
News | Senin, 27 April 2026 | 22:24 WIB
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Cerita Penumpang Nekat Lompat Keluar Gerbong Demi Selamatkan Diri
News | Senin, 27 April 2026 | 22:21 WIB
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
News | Senin, 27 April 2026 | 21:46 WIB
Ustaz Khalid dan PIHK Lain di Tengah Kisruh Pembagian Kuota Haji
News | Senin, 27 April 2026 | 21:36 WIB
Evaluasi Pengentasan & Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Menteri Rini: Akselerasi Dukungan PANRB
News | Senin, 27 April 2026 | 21:18 WIB
Jerit Orang Tua Korban Daycare Little Aresha: Anak Diikat, Stunting, hingga Dugaan Kekerasan Seksual
News | Senin, 27 April 2026 | 21:12 WIB
Pastikan Hunian Layak, Mendagri Bersama Menteri PKP Tinjau Perumahan di Sorong
News | Senin, 27 April 2026 | 21:02 WIB
Kasus Andrie Yunus: Komnas HAM Temukan 14 Orang Saling Terhubung di Sekitar YLBHI
News | Senin, 27 April 2026 | 20:52 WIB
Guru Ngaji di Tangerang Cabuli 4 Santriwati Saat Pengajian, Modus Bersihkan Jin
News | Senin, 27 April 2026 | 20:36 WIB