3 Alasan Kenapa Tiket Borobudur Naik Menjadi Rp 750 Ribu, Jangan Salah Paham, Simak Penjelasannya

Rifan Aditya

Senin, 06 Juni 2022 | 19:03 WIB
3 Alasan Kenapa Tiket Borobudur Naik Menjadi Rp 750 Ribu, Jangan Salah Paham, Simak Penjelasannya
Alasan kenapa tiket Borobudur naik - Suasana kawasan candi borobudur. [Dok Pemprov Jateng]

Suara.com - Belakangan ini, sedang heboh harga tiket Candi Borobudur yang naik menjadi Rp 750 ribu per orang. Harga ini khusus bagi wisatawan domestik, sedangkan pengunjung mancanegara dibanderol USD 100 yang setara Rp 1,4 juta. Ternyata ada alasan kenapa tiket Borobudur naik.

Sebelumnya, harus dipahami bahwa harga tersebut berlaku bagi pengunjung yang ingin naik ke atas bangunan Candi Borobudur, sementara pengunjung yang ingin berwisata di pelataran candi, tiketnya masih berlaku harga normal. Lalu apa saja alasan kenapa tiket Borobudur naik?

Direktur Utama Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) Edy Setijono mengatakan harga tiket masuk kawasan candi untuk wisatawan domestik Rp 50 ribu dan wisatawan mancanegara USD 25.

Alasan Kenapa Tiket Borobudur Naik

Edy Setijono mengatakan, keputusan harga tiket naik ke bangunan candi sebesar Rp 750 ribu untuk wisnus dan USD 100  untuk wisman ditetapkan melalui rapat koordinasi dengan pemerintah pusat. Berikut alasannya.

1. Melindungi bangunan candi

Menurut Edy, jumlah pegunjung yang naik ke bangunan candi sebelum pandemi mencapai 10 ribu orang per hari, sehingga berdampak pada bangunan Candi Borobudur yang mulai mengalami pengikisan dan penurunan. 

Kini, untuk melindungi bangunan candi, kuotanya hanya dibatasi hingga 1.200 orang saja per hari, sehingga yang boleh naik ke bangunan candi hanya mereka yang bersungguh-sungguh dengan membayar tiket masuk sebesar yang disebutkan di atas.

"Artinya apa, orang yang mau naik ke candi harus betul-betul orang yang berkepentingan naik ke candi. Kalau orang mau foto-foto nggak usah naik ke candi, di bawah saja. Jadi itulah tujuannya," jelas Edy.

baca juga

"Jadi orang naik ke candi karena dia sudah membayar mahal, saya kira dia akan sungguh-sungguh, dia akan belajar, dia akan mempelajari. Tapi kalau cuma foto-foto rugi kan bayar Rp750 ribu, di bawah saja. Karena ada aspek konservasi tadi," katanya.

2. Mewujudkan sinergi antara wisata dan konservasi

Edy Setijono menambahkan, pemerintah mulai berbenah dan merencanakan pariwisata yang tetap memperhatikan budaya dan konservasi. Dengan adanya filter antara pengunjung di pelataran dan bangunan candi, diharapakan bisa mewujudkan sinergi antara wisata dan konservasi.

Pengelola membantah alasan kenapa tiket Borobudur naik demi tujuan komersil. Contohnya, mereka memberi akses khusus bagi pelajar dengan tarif terjangkau senilai Rp 5 ribu per siswa untuk naik ke atas candi.

"Sebagai wujud keberpihakan kita pada dunia pendidikan, maka untuk pelajar hanya ditetapkan Rp5 ribu. Inilah jawaban kenapa kok mahal, seolah-olah jadi komersial. Tidak, bukan komersial, alasannya beda-beda. Oleh karenanya untuk pelajar hanya Rp5 ribu," kata Edy.

3. Stimulasi untuk warga lokal

 Sementara itu, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, dengan naiknya harga tiket ke bangunan candi, maka wisatawan akan berwisata di kawasan candi sehingga pelaku UMKM akan mendapat efek positifnya.

Ia berharap, dengan menyebarnya wisatawan di sekitar candi, maka perekonomian warga lokal juga mulai bangkit. Tak berhenti sampai di situ, pemerintah juga berupaya menciptakan lapangan kerja baru bagi warga lokal sebagai pemandu wisata.

"Semua turis juga nantinya harus menggunakan tour guide warga lokal di sekitar kawasan Borobudur, ini dilakukan demi menyerap lapangan kerja baru sekaligus menumbuhkan sense of belonging terhadap kawasan ini," jelas Luhut.

Itulah 3 alasan kenapa tiket Borobudur naik. Semoga informasi ini bermanfaat.

Kontributor : Rima Suliastini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Minta Pemerintah Pikirkan Solusi Lain Batasi Kunjungan di Candi Borobudur, Bukan justru Naikan Harga Tiket

DPR Minta Pemerintah Pikirkan Solusi Lain Batasi Kunjungan di Candi Borobudur, Bukan justru Naikan Harga Tiket

News | Senin, 06 Juni 2022 | 18:57 WIB

Ini Kelebihan yang Ditawarkan dari Naiknya Tarif Tiket Candi Borobudur

Ini Kelebihan yang Ditawarkan dari Naiknya Tarif Tiket Candi Borobudur

Video | Senin, 06 Juni 2022 | 18:48 WIB

Harga Tiket Masuk Candi Borobudur Naik, Menparekraf Janji Ada Jalan Keluar untuk Umat Buddha yang Ingin Beribadah

Harga Tiket Masuk Candi Borobudur Naik, Menparekraf Janji Ada Jalan Keluar untuk Umat Buddha yang Ingin Beribadah

Lifestyle | Senin, 06 Juni 2022 | 18:21 WIB

Luhut Naikkan Tiket Masuk Candi Borobudur, Pakar: Abaikan Psikologi Politik Masyarakat

Luhut Naikkan Tiket Masuk Candi Borobudur, Pakar: Abaikan Psikologi Politik Masyarakat

Jogja | Senin, 06 Juni 2022 | 18:10 WIB

YLKI Tuding Kenaikan Tiket Masuk Candi Borobudur untuk Kepentingan Komersial, Sandiaga Uno Langsung Membantah

YLKI Tuding Kenaikan Tiket Masuk Candi Borobudur untuk Kepentingan Komersial, Sandiaga Uno Langsung Membantah

Bisnis | Senin, 06 Juni 2022 | 17:59 WIB

Terkini

Menjaga RUU Perampasan Aset Tetap pada Tujuannya

Menjaga RUU Perampasan Aset Tetap pada Tujuannya

Opini | Sabtu, 26 September 2026 | 13:18 WIB

Menang Telak di Mahkamah Agung, Ki Kusumo Siap 'Bersih-bersih' dan Rangkul Anggota PARFI

Menang Telak di Mahkamah Agung, Ki Kusumo Siap 'Bersih-bersih' dan Rangkul Anggota PARFI

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 13:18 WIB

Akhirnya PBB Turun Tangan di Perang AS - Iran, Minta Rampungkan Konflik Selat Hormuz

Akhirnya PBB Turun Tangan di Perang AS - Iran, Minta Rampungkan Konflik Selat Hormuz

News | Sabtu, 26 September 2026 | 13:16 WIB

7 Inspirasi Lipstik OMG Ombre, dari Natural hingga Bold

7 Inspirasi Lipstik OMG Ombre, dari Natural hingga Bold

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 13:16 WIB

Mengapa Zodiak Gemini dan Scorpio Sering Mengalami Konflik dalam Pertemanan Jangka Panjang?

Mengapa Zodiak Gemini dan Scorpio Sering Mengalami Konflik dalam Pertemanan Jangka Panjang?

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 13:15 WIB

Volkswagen Recall 2,8 Juta Mobil Akibat Masalah Baut

Volkswagen Recall 2,8 Juta Mobil Akibat Masalah Baut

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 13:14 WIB

Covering Cream Viva untuk Apa? Ini Manfaat, Harga, dan Review Penggunanya

Covering Cream Viva untuk Apa? Ini Manfaat, Harga, dan Review Penggunanya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 13:05 WIB

Review Bisikan Desa Gringsing: Slow-Burn yang Bikin Misterinya Ngeri Banget

Review Bisikan Desa Gringsing: Slow-Burn yang Bikin Misterinya Ngeri Banget

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 13:00 WIB

How to Grow Old: Seni Menikmati Hari Tua Tanpa Rasa Takut

How to Grow Old: Seni Menikmati Hari Tua Tanpa Rasa Takut

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 12:30 WIB

5 Penyebab Moisturizer Menggumpal seperti Daki saat Ditimpa Sunscreen dan Foundation

5 Penyebab Moisturizer Menggumpal seperti Daki saat Ditimpa Sunscreen dan Foundation

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 12:25 WIB

×