Bobotoh Meninggal, Panitia Harus Tegas yang Tak Punya Tiket Dilarang Masuk

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 20 Juni 2022 | 09:59 WIB
Bobotoh Meninggal, Panitia Harus Tegas yang Tak Punya Tiket Dilarang Masuk
BBC

Suara.com - Panitia pelaksana Persib Bandung dianggap lalai mengantisipasi membludaknya penonton dalam laga melawan Persebaya Surabaya pada Jumat (17/6) sehingga mengakibatkan dua suporter meninggal karena diduga terjatuh dan terinjak saat berdesak-desakan masuk ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Data organisasi Save Our Soccer menyebut tewasnya dua suporter Bobotoh itu membuat jumlah korban yang meregang nyawa sejak Liga Indonesia digelar pada 1994 menjadi 78 orang.

Kelompok suporter bobotoh, Viking Persib Club, menyebut selain dua bobotoh meninggal, ada tujuh orang pingsan dan dua orang terjatuh sehingga mengalami luka.

Komisi Disiplin PSSI sudah menerjunkan tim investigasi untuk menyelidiki insiden tersebut.

Baca juga:

Insiden yang menimpa dua suporter Persib Bandung itu terjadi dalam laga Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung pada lanjutan Grup C Piala Presiden 2022.

Pertandingan ini menjadi perhelatan besar sepak bola Indonesia yang digelar dengan kehadiran penonton.

Lantaran masih dalam kondisi pandemi, Satgas Penanganan Covid-19 meminta penyelenggara PSSI tetap menerapkan protokol kesehatan khususnya penggunaan masker. Serta menerapkan kapasitas maksimal penonton di stadion sebesar 75%.

Ketua Komite Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erwin Tobing, mengatakan pihak panitia penyelenggara lokal yakni Persib Bandung semestinya mematuhi aturan itu dengan menjelaskan kepada suporter bahwa ada pembatasan kapasitas.

"Ini sudah dua tahun masyarakat enggak nonton sepak bola akibat pandemi Covid-19, jadi begitu ada kesempatan mereka sangat antusias. Kita (panitia lokal) tidak bisa menerima penuh ada pembatasan. Tapi masyarakat tidak tahu, nah bagaimana masyarakat tahu bahwa masuk itu dibatasi jumlahnya," ujar Ketua Komdis PSSI, Erwin Tobing, kepada Quin Pasaribu yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Minggu (19/6).

Karena itulah Komdis, kata Erwin, menerjunkan tim investigasi untuk menyelidiki peristiwa meninggalnya dua suporter Persib Bandung tersebut.

Tim tersebut akan mengumpulkan data mulai dari sosialisasi panitia lokal Persib Bandung soal pembatasan kapasitas, penjualan tiket, protokol masuknya penonton ke dalam stadion, hingga pengendalian kerumunan.

Pihak yang akan disambangi tim mulai dari kelompok suporter bobotoh, pihak keluarga korban, dan panitia.

"Banyak faktor yang kita pelajari dan di mana luputnya? Sejatinya data dikumpulkan untuk melihat apakah ada kelemahan-kelemahan dalam kepanitiaan lokal?"

Erwin Tobing tidak menjelaskan sampai kapan tim investigasi bekerja. Yang pastinya kata dia, "akan bekerja secepatnya".

Jika hasil temuan tim ditemukan ada kelalaian, maka pimpinan PSSI yang akan menentukan bentuk sanksinya.

"Kalau panitia lokalnya keliru, tentu ada sanksi untuk perbaikan sehingga tidak terulang lagi dalam pertandingan berikutnya."

Namun begitu PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sebagai operator turnamen Piala Presiden 2022 mengatakan Persib Bandung terancam menjalani laga tanpa penonton.

"Bisa macam-macam. Bisa dipindahkan, bisa tanpa penonton, kami ikut rekomendasi kepolisian," kata Direktur Utama PT LIB, Akhmad Lukita di Bandung, Sabtu (18/6).

Bagaimana peristiwa itu terjadi?

Dua suporter Persib Bandung yang meninggal itu adalah Asep Ahmad Solihin yang merupakan warga Cibaduyut, Jawa Barat, dan Sopian Yusup, seorang warga Bogor.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Aswin Sipayung, menduga keduanya meninggal karena terjebak di antara antrean penonton yang hendak masuk.

"Jadi, dugaannya itu adalah tidak sabar ingin masuk, terburu-buru. Padahal sudah diimbau agar antre dan antreannya juga sudah ada, kemudian diminta menunjukkan tiket baik dari telepon genggam maupun tiket karcis atau hard copynya," kata Aswin Sipayung pada Sabtu (18/6) seperti dilansir republika.co.id

Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo, bahkan mengatakan ada penonton yang tidak mempunyai tiket memaksa masuk ke stadion.

"Jadi suporter memaksa dan menjebol pintu," paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Viking Persib Club (VPC), Yudi Baduy, mengatakan selain dua bobotoh yang meninggal, ada tujuh orang yang pingsan dan dua orang terjatuh sehingga salah satunya mengalami luka yang harus dijahit.

Yudi menduga, jumlah korban pingsan atau luka lebih dari yang dilaporkan.

"Itu (laporan) yang kita terima, sebelum tahu ada yang meninggal karena yang meninggal itu kita tahunya begitu beres pertandingan. Begitu beres pertandingan, kita dapat konfirmasi ya langsung menuju ke Rumah Sakit Sartika Asih," papar Yudi kepada wartawan Yuli Saputra di Bandung, yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Minggu (19/6).

"(Bobotoh) yang jatuh, Alhamdulillah aman, yang pingsan sudah siuman kembali. Ada yang sempat dibawa ke Rumah Sakit Al Islam, yang jatuh dijahit, itu enggak apa-apa," sambungnya.

Kata Yudi, insiden tersebut terjadi karena dua hal.

Pertama, antusias suporter yang tinggi hingga jumlah penonton membludak meskipun panitia pelaksana Persib Bandung sudah membatasi penjualan tiket.

Kedua, kelemahan pengaturan arus penonton di pintu masuk stadion yang tak mampu membendung banyaknya penonton.

"Euforianya kemarin memang luar biasa karena sudah lama enggak menyetadion. Kedua, dari sisi pengaturan arus harus diperbaiki di pintu masuk. Bagusnya memang ada dua ring, cuma kemarin ada satu ring. Artinya, massa terkumpul di satu ring. Kepadatannya ada di sana, tercampur semua di sana, desak-desakan, dorong-dorongan, seperti itu sih," papar Yudi.

Menurut data organisasi Save Our Soccer, Sopian dan Solihin merupakan korban ke-77 dan 78 yang meregang nyawa sejak Liga Indonesia digelar pada 1994.

Para korban meninggal karena berbagai sebab, mulai dari bentrok dengan sesama suporter, bentrok dengan aparat keamanan, dan kecelakaan.

Adapun data dari match summary seusai laga menyebutkan jumlah penonton di laga Persib melawan Persebaya mencapai 37.872 orang.

Dengan begitu artinya kursi penonton di Stadion Gelora Bandung Lautan Api hampir terisi penuh atau mencapai 99,9%. Pasalnya kapasitas stadion 38.000 orang.

Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat selaku panitia pelaksana menyampaikan duka cita melalui laman Persib.co.id sekaligus menyayangkan insiden tersebut dapat terjadi.

"Saat ini kami terus berkoordinasi secara intens dengan pihak yang berwajib, agar permasalahan ini dapat terselesaikan dengan baik," tulis pernyataan resmi tersebut yang disiarkan Sabtu (18/6).

Namun hingga berita ini ditulis General Coordinator Panpel Persib, Budi Bram Rachman, belum merespons permintaan wawancara BBC News Indonesia baik melalui pesan singkat, maupun sambungan telepon.

Tapi sebelumnya mereka mengatakan hanya menyiapkan 15.000 lembar tiket pada turnamen Persib Bandung kontra Persebaya Surabaya.

'Harusnya bisa diantisipasi'

Pengamat sepak bola, Mohamad Kusnaeni, mengatakan peristiwa yang terjadi pada Jumat (17/6) lalu itu semestinya bisa diantisipasi oleh pihak panitia pelaksana Persib Bandung.

"Logikanya dua tahun enggak nonton bola, harusnya sudah diantisipasi ada euforia yang luar biasa penonton ke stadion," jelas Kusnaeni kepada BBC News Indonesia, Minggu (19/6).

Antisipasi itu, katanya, bisa dengan memperbanyak aparat keamanan dan memperketat masuknya orang ke stadion mengingat jumlah penonton yang dipastikan bakal membludak.

"Kan bukan hal yang baru zaman sekarang nonton pakai barcode [kode batang]. Orang nonton enggak pakai barcode, enggak bisa masuk sudah dilakukan di mana-mana."

"Di Singapura mau nonton, enggak pakai gelang barcode enggak bisa masuk. Di Indonesia juga bisa diterapkan, tinggal kepatuhan kita."

Tapi lebih dari itu, menurut Kusnaeni, insiden ini harus menjadi yang terakhir karena sudah mengkhawatirkan.

Catatannya dalam 10 tahun terakhir ada sembilan kematian suporter ketika pertandingan sepakbola digelar.

"Buat saya satu nyawa terlalu berharga untuk sebuah pertandingan sepak bola. Enggak boleh terjadi lagi."

Pembenahan suporter, panitia dan keamanan

Kusnaeni menilai pembenahan harus dilakukan secepatnya jika tidak mau kejadian yang sama terus berulang. Mulai dari suporter, panitia pelaksana, hingga pihak keamanan.

Suporter sepakbola Indonesia, katanya, kerap tidak tertib dan tak patuh pada aturan. Setiap kali ada pertandingan selalu memaksa masuk sampai menjebol pintu stadion.

"Pola pikir itu harus diubah. Kalau enggak punya tiket, enggak usah datang. Nonton di televisi, layanan streaming, radio."

Sementara panitia pelaksana lokal, menurutnya, tidak tegas menerapkan sistem yang diberlakukan. Dalam banyak kasus, panitia pelaksana lokal kadang lemah terhadap tekanan penonton tak bertiket yang memaksa masuk stadion.

Padahal kalau itu dibiarkan akan memicu persoalan serupa.

"Jadi harus dipastikan yang enggak punya tiket, enggak akan masuk sampai kapan pun. Bahkan enggak bisa masuk ke area ring stadion. Panitia harus pastikan itu, enggak bisa tawar-menawar."

"Di awal pasti ada benturan, tapi kalau enggak, enggak akan pernah naik kelas suporternya jadi beradab."

Adapun untuk aparat keamanan harus tegas menjatuhkan sanksi atau hukuman bagi penonton yang berbuat vandalisme.

"Mereka yang enggak punya tiket dan maksa masuk dengan gedor stadion serta merusak fasilitas harus diperkarakan."

Di antara ketiga persoalan itu, pekerjaan rumah panitia pelaksana menjadi yang terberat. Sebab jika mereka bisa tegas dan benar-benar menjalankan sistem yang telah dibuat, secara tidak langsung akan mendidik para suporter taat pada aturan.

"Kalau mau jadi pro, ya memang akan mengalami proses ini. Tapi ujungnya yang menikmati panitia juga dan panitia jadi lebih ringan ke depannya."

"Kalau enggak mau capek, jangan gelar pertandingan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bojan Hodak Ungkap Kunci Persib Bandung Matikan Mariano Peralta dan Juan Villa

Bojan Hodak Ungkap Kunci Persib Bandung Matikan Mariano Peralta dan Juan Villa

Bola | Senin, 16 Maret 2026 | 21:30 WIB

Ditahan Imbang Persib, Fabio Lefundes Soroti Hilangnya Fokus Pemain Borneo FC

Ditahan Imbang Persib, Fabio Lefundes Soroti Hilangnya Fokus Pemain Borneo FC

Bola | Senin, 16 Maret 2026 | 14:36 WIB

Klasemen BRI Super League: Persija Bikin Persib Bandung Tak Nyaman di Puncak

Klasemen BRI Super League: Persija Bikin Persib Bandung Tak Nyaman di Puncak

Bola | Senin, 16 Maret 2026 | 11:07 WIB

Persib Imbang di Samarinda, Marc Klok Soroti Peluang Emas di Menit Akhir

Persib Imbang di Samarinda, Marc Klok Soroti Peluang Emas di Menit Akhir

Bola | Senin, 16 Maret 2026 | 09:10 WIB

Persib Gagal Amankan Tiga Poin di Samarinda, Bojan Hodak Soroti Momen Kontroversial

Persib Gagal Amankan Tiga Poin di Samarinda, Bojan Hodak Soroti Momen Kontroversial

Bola | Senin, 16 Maret 2026 | 08:48 WIB

Persija Gagal Salip Borneo FC, Persib Bandung Makin Kedinginan di Pucuk Klasemen Super League

Persija Gagal Salip Borneo FC, Persib Bandung Makin Kedinginan di Pucuk Klasemen Super League

Bola | Senin, 16 Maret 2026 | 06:23 WIB

Fabio Lefundes: Menurut Kalian, Apakah Persib Bandung Punya Kualitas yang Buruk?

Fabio Lefundes: Menurut Kalian, Apakah Persib Bandung Punya Kualitas yang Buruk?

Bola | Minggu, 15 Maret 2026 | 19:51 WIB

Pelatih Borneo FC Akui Harus Peras Keringat Lebih Demi Kalahkan Persib Bandung

Pelatih Borneo FC Akui Harus Peras Keringat Lebih Demi Kalahkan Persib Bandung

Bola | Minggu, 15 Maret 2026 | 16:23 WIB

Borneo FC vs Persib, Federico Barba Antisipasi Juan Villa dan Mariano Peralta

Borneo FC vs Persib, Federico Barba Antisipasi Juan Villa dan Mariano Peralta

Bola | Minggu, 15 Maret 2026 | 15:56 WIB

Kiper Terbaik Super League Dicuekin John Herdman, Sumardji Beri Penjelasan

Kiper Terbaik Super League Dicuekin John Herdman, Sumardji Beri Penjelasan

Bola | Minggu, 15 Maret 2026 | 21:05 WIB

Terkini

PDIP Kritik Pengelolaan Mudik 2026, Sebut Indonesia Masih Tertinggal dari China

PDIP Kritik Pengelolaan Mudik 2026, Sebut Indonesia Masih Tertinggal dari China

News | Senin, 16 Maret 2026 | 23:24 WIB

Mudik Lebaran 2026, KAI Sebut 300 Ribu Tiket Kereta Masih Tersedia

Mudik Lebaran 2026, KAI Sebut 300 Ribu Tiket Kereta Masih Tersedia

News | Senin, 16 Maret 2026 | 22:26 WIB

Bareskrim Bongkar Peredaran 14 Ton Daging Domba Australia Kedaluwarsa di Jakarta-Tangerang

Bareskrim Bongkar Peredaran 14 Ton Daging Domba Australia Kedaluwarsa di Jakarta-Tangerang

News | Senin, 16 Maret 2026 | 22:15 WIB

Menlu Iran Abbas Araghchi: Tak Ada Gencatan Senjata, Pembalasan Akan Terus Berlanjut!

Menlu Iran Abbas Araghchi: Tak Ada Gencatan Senjata, Pembalasan Akan Terus Berlanjut!

News | Senin, 16 Maret 2026 | 22:05 WIB

Viral! Walkot Muslim Kebanggaan Netizen Indonesia Panen Hujatan Setelah Bertemu Komunitas Yahudi

Viral! Walkot Muslim Kebanggaan Netizen Indonesia Panen Hujatan Setelah Bertemu Komunitas Yahudi

News | Senin, 16 Maret 2026 | 21:47 WIB

Momen Anwar Usman Bacakan Putusan MK Terakhir, Sampaikan Permohonan Maaf dan Pamit Jelang Pensiun

Momen Anwar Usman Bacakan Putusan MK Terakhir, Sampaikan Permohonan Maaf dan Pamit Jelang Pensiun

News | Senin, 16 Maret 2026 | 21:45 WIB

Rapper Bobby Vylan Teriakan Kematian untuk Tentara Israel di London, Komunitas Yahudi Ketar-ketir

Rapper Bobby Vylan Teriakan Kematian untuk Tentara Israel di London, Komunitas Yahudi Ketar-ketir

News | Senin, 16 Maret 2026 | 21:39 WIB

Ledakan Dahsyat di UEA! Rudal Iran Hancurkan Gudang Peluru AS di Al Dhafra

Ledakan Dahsyat di UEA! Rudal Iran Hancurkan Gudang Peluru AS di Al Dhafra

News | Senin, 16 Maret 2026 | 21:31 WIB

Brutal! Rudal Israel Serang Gaza: 13 Orang Tewas, Termasuk Anak-anak dan Ibu Hamil

Brutal! Rudal Israel Serang Gaza: 13 Orang Tewas, Termasuk Anak-anak dan Ibu Hamil

News | Senin, 16 Maret 2026 | 21:24 WIB

Di Balik Ramainya Mudik Lebaran, Ada Porter yang Hanya Bisa Pulang Sehari

Di Balik Ramainya Mudik Lebaran, Ada Porter yang Hanya Bisa Pulang Sehari

News | Senin, 16 Maret 2026 | 21:13 WIB