facebook

Survei LSP: Prabowo Subianto Capres Teratas, Puan Maharani Bisa Jadi Kuda Hitam

Stefanus Aranditio
Survei LSP: Prabowo Subianto Capres Teratas, Puan Maharani Bisa Jadi Kuda Hitam
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sowan dalam rangka hari Lebaran 2022 ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (2/5/2022). [Instagram]

Setelah Prabowo, ada nama Anies Baswedan 16,8 persen, Ganjar Pranowo 16,5 persen, Ridwan Kamil 5,9 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 5,7 persen, dan Puan Maharani 5,3 persen.

Suara.com - Lembaga survei Lingkaran Suara Publik merilis survei elektabilitas calon presiden 2024 terbaru, nama Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto menjadi yang teratas dengan tingkat elektoral mencapai 27,7 persen.

Peneliti LSP, Indra Nuryadin memaparkan, nama Prabowo Subianto lebih unggul, secara popularitas paling tinggi yakni 95,1 persen dan secara likeabilitas juga tinggi yakni 74,5 persen.

"Dari hasil survei ini untuk sementara waktu belum ada capres yang secara sengit mendekati atau bahkan menyamai apalagi melewati tingkat keterpilihan Prabowo. Meskipun perlahan, angka elektabilitas Prabowo terus mengalami peningkatan mendekati perolehan suaranya pada pemilu 2019 lalu," ungkap Indra dalam jumpa pers, Senin (20/6/2022).

Setelah Prabowo, ada nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 16,8 persen dan Gubernur Jawa Tengah dengan 16,5 persen.

Baca Juga: Berani Taruhan Mobil, Pengamat Ini Yakin Anies Baswedan Tak Bisa Jadi Capres: Kalau Cawapres Masih Mungkin

Kemudian, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan 5,9 persen, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dengan 5,7 persen, dan DPP PDIP atau Ketua DPR RI Puan Maharani dengan 5,3 persen.

"Yang menarik adalah mulai naikknya elektabilitas Puan. Secara perlahan ia berhasil memangkas selisih dengan calon lain dan mendekati AHY dengan selisih hanya 0,4 persen. Bukan tidak mungkin Puan dalam beberapa bulan ke depan, anak dari Megawati Soekarnoputri tersebut dapat melampaui Ganjar dan Anies," ucapnya.

Indra menyebut, elektabilitas calon-calon berlatar elit partau politik seperti Airlangga Hartarto dan Muhaimin Iskandar mengalami penambahan elektabilitas dan calon-calon berlatar non elit parpol cenderung stagnan.

"Boleh jadi hal ini terjadi karena publik melihat ada ketidakpastian pencalonan capres non elit parpol akan dicalonkan oleh Parpol. Sehingga publik lebih memilih calon elit petinggi yang punya kencederungan kuat untuk dicalonkan," tutur Indra.

Survei ini dilaksanakan pada 29 Mei sampai 9 Juni 2022 dengan jumlah sampel 1230 responden, margin of error 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga: Polusi Jakarta Nomor Satu Dunia, Gilbert PDIP: Anies Sibuk Urus Capres

Sampel tersebut merupakan penduduk yang berusia 17 tahun keatas dan disebar secara proporsional di 34 provinsi di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan bantuan kuesioner.

Komentar