Biadab! Dituduh Curi Tabung Gas LPG, Bocah Diculik dan Dianiaya Warga, Padahal Belum Terbukti

Dany Garjito, Elvariza Opita

Rabu, 22 Juni 2022 | 11:10 WIB
Biadab! Dituduh Curi Tabung Gas LPG, Bocah Diculik dan Dianiaya Warga, Padahal Belum Terbukti
Bocah di Gunung Kidul diculik dan dianiaya beberapa pria dewasa setelah dituduh mencuri tabung gas LPG 3 kg milik pedagang. (Instagram/@majeliskopi08)

Suara.com - Nasib nahas dialami seorang pelajar. Pasalnya pelajar berinisial Yt itu dituding sudah mencuri tabung gas LPG dan harus menghadapi penganiayaan karenanya.

Mirisnya, penganiayaan ini dilakukan ketika Yt bahkan belum terbukti melakukan pencurian tabung gas. Malah Yt dipaksa mengakui tuduhan pencurian tabung gas LPG.

Hal ini seperti terlihat di video unggahan akun Instagram @majeliskopi08. Diperkirakan ada beberapa pria dewasa yang menginterogasinya dini hari itu.

"Pelajar kelas 7 SMP warga Karangmojo Gunungkidul dicuik dan dianiaya oleh beberapa orang dewasa atas tuduhan mencuri tabung gas LPG pada Senin (20/6/2022) dini hari," tulis @majeliskopi08.

Terlihat seorang pria dewasa tega menjambak rambut Yt yang sudah terduduk lemas. Terungkap pula Yt sudah menerima sejumlah tindak penganiayaan hingga tubuhnya berdarah-darah.

"Ini mas, deketin (kameranya). Tunjukkan darahnya," kata pria yang menginterogasinya, masih sambil menjambak rambut dan tudung jaket yang dipakai Yt.

Dengan berapi-api pria itu menuduh bocah itu sudah mencuri sejumlah tabung gas LPG milik pedagang. "Aku sudah dididik intel lama sekali, gampang banget buat nyari kamu," ujar pria itu, dikutip Suara.com, Rabu (22/6/2022).

Bocah di Gunung Kidul diculik dan dianiaya beberapa pria dewasa setelah dituduh mencuri tabung gas LPG 3 kg milik pedagang. (Instagram/@majeliskopi08)
Bocah di Gunung Kidul diculik dan dianiaya beberapa pria dewasa setelah dituduh mencuri tabung gas LPG 3 kg milik pedagang. (Instagram/@majeliskopi08)

Lantaran meyakini pelajar kelas 7 itu sudah mencuri tabung gas LPG, ia kemudian meminta bocah-bocah lain di lingkungan setempat untuk membawa Yt kepadanya.

Permintaan itu pun dituruti. Yt lalu diajak temannya untuk menemani membeli bensin pasca mengikuti acara hadroh di sebuah masjid sampai pukul 00.30 WIB.

baca juga

Namun bukan membeli bensin, Yt malah digiring ke rumah A di Padukuhan Pati, Kelurahan Genjahan dan mulai menerima berbagai tindak penganiayaan sambil diinterogasi.

"Di lokasi itu, Yt kemudian mendapat sejumlah pukulan hingga bibir dan hidungnya mengeluarkan darah. Dia dipaksa untuk mengakui jika dirinya mencuri tabung elpiji 3 kg," tutur @majeliskopi08.

Ketika Yt mengaku hanya sedang bermain di masjid pun langsung dibantah oleh pria itu. "Maling kok hadrohan, nggak usah!" serunya.

Mirisnya lagi, pria-pria dewasa yang menginterogasi Yt merekam seluruh aksi mereka dan kini videonya beredar di masyarakat. Video inilah yang belakangan dijadikan bukti orang tua Yt untuk melaporkan kasus penganiayaan yang terjadi kepada polisi.

Warganet ikut menanggapi dengan keras beredarnya video dugaan penganiayaan tersebut. Warganet menilai sekalipun Yt benar-benar terbukti mencuri pun tidak perlu sampai dianiaya seperti yang terlihat di video tersebut.

"Si anak ga tau siapa dia, jangan sampe urusan kelar dengan kekeluargaan," komentar warganet.

"Ditunggu kelanjutannya... masuk penjara apa cuma minta maaf sama materai doank..." kata warganet.

"Udah tua kelakuannya kayak t*i .. walau bener itu malingnya, caramu ngasih tau juga keliru bos .." kritik warganet.

"Kalau ga terbukti mencuri boleh bales mukul ga ya?" tutur warganet.

"Kalaupun benar nyolong, ya hukum anaknya. Tapi yang nonjokin juga dihukum penganiayaan donk. Kalau ga nyolong, pelaku dikasih pasal berlapis donk, fitnah, nyulik, pengeroyokan, pencatutan nama intel, dll," timpal warganet lainnya.

Hingga berita ini disusun, kami masih berusaha mencari konfirmasi dari pihak terkait.

Untuk video selengkapnya bisa disaksikan di sini.

Sanksi untuk Pelaku Main Hakim Sendiri

Ilustrasi Penganiayaan [Antara]
Ilustrasi Penganiayaan [Antara]

Telah berkali-kali ditegaskan, terduga pelaku tindak kejahatan atau kriminal sudah seharusnya diadili oleh pihak berwenang. Masyarakat sipil sangat tidak disarankan untuk melakukan aksi main hakim sendiri.

Pasalnya, BPSDM Kementerian Hukum dan HAM sudah menegaskan pelaku main hakim sendiri bisa dijatuhi sanksi, termasuk sejumlah pria dewasa yang terekam menculik dan menganiaya Yt seperti di video.

Penyuluh Hukum BPSDM Kemenkumham, Ali Usman, mengingatkan sanksi yang diterima pelaku main hakim sendiri disesuaikan dengan dampak yang dialami oleh korban.

Termasuk bila korbannya adalah seorang anak di bawah umur. Hal ini sudah diatur di Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014.

"Jika aksi main hakim sendiri menyebabkan anak mengalami kekerasan fisik, maka pelaku main hakim sendiri bisa dituntut berdasarkan Pasal 80 Ayat (1) junto Pasal 76C Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," kata Ali Usman.

Lewat UU ini, pelaku bisa dijatuhi pidana penjara paling lama 3 tahun 6 bulan dan/atau denda paling banyak Rp 72 juta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perempuan Nyesal Suntik Putih Setelah 2,5 Tahun Muncul Merah-Merah di Kulit

Perempuan Nyesal Suntik Putih Setelah 2,5 Tahun Muncul Merah-Merah di Kulit

Your Say | Rabu, 22 Juni 2022 | 09:32 WIB

Kapok! Maling Motor Ketahuan, Lari Tunggang Langgang Ditabrak Pemilik

Kapok! Maling Motor Ketahuan, Lari Tunggang Langgang Ditabrak Pemilik

News | Rabu, 22 Juni 2022 | 09:11 WIB

Video Viral Cobek Keluar Belatung Jika Dibakar, Koki Ini Ungkap Fakta Dibaliknya

Video Viral Cobek Keluar Belatung Jika Dibakar, Koki Ini Ungkap Fakta Dibaliknya

Banten | Rabu, 22 Juni 2022 | 08:00 WIB

Klaim Riau Bagian dari Malaysia, Mahathir Mohamad Dicaci Publik Indonesia: Jangan Macam-macam Kau, Pak Tua

Klaim Riau Bagian dari Malaysia, Mahathir Mohamad Dicaci Publik Indonesia: Jangan Macam-macam Kau, Pak Tua

Jabar | Rabu, 22 Juni 2022 | 07:45 WIB

Terpopuler: Posisi Duduk Jokowi Saat Bertemu Megawati Jadi Guyonan Publik, Peluang Gibran Maju di Pilgub 2024

Terpopuler: Posisi Duduk Jokowi Saat Bertemu Megawati Jadi Guyonan Publik, Peluang Gibran Maju di Pilgub 2024

Bekaci | Rabu, 22 Juni 2022 | 09:15 WIB

Terkini

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:42 WIB

×