facebook
abcaustralia

Semakin Banyak Keluarga Muda Pindah ke Pedalaman untuk Mengejar 'Australian Dream'

Siswanto | ABC
Semakin Banyak Keluarga Muda Pindah ke Pedalaman untuk Mengejar 'Australian Dream'
Ilustrasi properti di luar negeri. [Pixabay]

Pertumbuhan ekonomi di wilayah pedalaman Australia terjadi akibat perpindahan besar-besaran warga darikota, kebanyakan di antaranya berusia 24-40.

Suara.com - Pertumbuhan ekonomi di wilayah pedalaman Australia terjadi akibat perpindahan besar-besaran warga darikota, kebanyakan di antaranya berusia 24-40.

Menurut Laporan Regional Movers Index, yang disusun atas kolaborasi Regional Australia Institute (RAI) dan Commonwealth Bank, migrasi dari wilayah perkotaan ke kawasan regional meningkat 16,6 persen dalam 12 bulan terakhir.

Laporan inimelacak pergerakan penduduk antara wilayah regional dan ibu kota negara bagiandi seluruh Australia.

Pada kuartal pertama 2022, jumlah orang yang pindah dari ibu kota tercatat 9 persen lebih tinggi dari rata-rata pascapandemi dan 26,7 persen lebih tinggi dari rata-rata selama dua tahun sebelum pandemi.

Baca Juga: Di Tengah Kenaikan Harga, Ini Buah dan Sayur yang Harganya Masih Terjangkau di Supermarket Australia

Dalam periode 12 bulan terakhir hingga Maret tahun ini, 61 persen dari total arus perpindahan ini berasal dariSydney, sementara 45 persen keluar dari Melbourne.

Warga yang lahir dan besar di Melbourne, Daniel Fletcher, merupakan salah seorang yang memutuskan pindah ke wilayah pedalaman.

Bersama keluarganya, kini ia tinggal di Dalby, sekitar dua jam ke arah barat Brisbane,memiliki rumah yang lebih luas dan lebih murah.

"Alternatifnya adalah hidup terkurung di apartemen dua kamar tidur di kota," katanya kepada ABC.

"

"Kita selalu menggunakan istilah 'Australian Dream' (Australia yang diimpikan) yaitu memiliki rumah dengan halaman belakang, tempat anak-anak kami tumbuh besar. Kenyataan itu ada di sini (Dalby)," ujar Daniel.

Baca Juga: Kekurangan Pekerja di Bandara Australia Diperkirakan Berlanjut Setahun ke Depan

"

Bukan hanya masalah keterjangkauan harga yang mendorong keluarga Daniel memilih tinggai di wilayah regional.

"Di sini, anak-anak tumbuh dan menjadi bagian dari sebuah keluarga. Jauh lebih mudah untuk hidup di komunitas yang ramah daripada berusaha menjalani kehidupan yang ketat di kota besar," katanya.

Wali kota setempat, Paul McVeigh, yang dihubungi secara terpisah mengatakan tidak mengherankan bila banyak orang pindah di wilayah tersebut.

"Kami miliki daya tarik bagi generasi baru, mereka memiliki peluang karir yang bagus dan bisa mendapatkan pekerjaan yang di perkotaan akan memakan waktu bertahun-tahun," ujarnya.

Tak berencana kembali ke kota

Warga lainnya, Courtney Johnson pindah ke Dubbo di Western New South Walesdari Sydney, bersama pasangannya Chris Batemanpada Oktober tahun lalu.

"Kami menghabiskan waktu sekitar satu jam untuk pergi dan satu jam untuk pulang kerja setiap hari. Sebagian besar hidup kami dihabiskan untuk bekerja dan di jalan," kata Courtney.

Ia akhirnya pindah ke Dubbo setelah majikan barunya di sana menunggu tiga bulan. Sementara Chris bisa mengaturuntuk bekerja dari rumah.

Menurut pengakuan mereka, saat ini mereka tak berencana untuk kembali ke kota.

"Kami sudah memikirkan sekolah untuk anak kami yang berusia tiga tahun," kata Courtney.

"Teman-teman kami tidak mengerti mengapa kami pindah ke sini, tapi setelah mereka mengunjungi kami, mereka akhirnya mengerti," ujarnya.

Pasangan muda ini telah membeli rumah di Dubbo karena menurut mereka hal itu lebih baik daripada menyewa.

"Kami mencoba 10 atau 12 kali membeli rumah namun selalu kalah dalam penawaran harga, jadi akhirnya mendapatkan rumah yang sebenarnya tidak begitu kami inginkan," kata Courtney.

"Tapi rumah ini lebih murah daripada harus menyewa," tambahnya.

Generasi muda memasuki pasar properti

Seorang agen properti Australia Selatan, Daniel Eramiha, menjelaskan bahwa generasi muda telah mampu masuk ke pasar perumahan di pedalaman.

"Kami melihat banyak generasi muda di Ceduna yang akhirnya memasuki pasar dengan opsi keuangan yang tersedia bagi mereka dalam enam hingga 18 bulan terakhir," katanya.

Mereka ini, katanya, telah menunjukkan tekad dan komitmen untuk tinggal di kota-kota kecil di wilayah regional.

Sementara agen properti di Port Augusta Michael Rowbottom menjelaskan semakin banyak orang yang ingin membeli properti investasi sebagai upaya untuk masuk ke pasar.

"Properti yang lebih murah atau harga menengah di bawah A$150.000 laku dengan sangat cepat," jelasnya.

Kepala ekonom Regional Australia Institute, Kim Houghton, mengatakan pergerakan generasi muda ke wilayah regional bermanfaat bagi kehidupan keluarga mereka dan perekonomian lokal.

"Mereka ini orang yang memiliki keterampilan yang sangat dibutuhkan di wilayah regional," katanya.

Sementara Paul Fowler dari Commonwealth Bank mengatakan, sekitar 85.000 lowongan pekerjaan di wilayah regional telah menjadi daya tarik tersendiri.

"Hal ini mencerminkan daya tarik dan vitalitas sekaligus kekuatan ekonomi yang mendasari seluruh kawasan regional Australia," jelasnya.

Diproduksi oleh Farid Ibrahim dari artikel ABC News.

Komentar